alexametrics
21.9 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Di Balik Viral Kades Birit Angkut Peti Mati Kosong Pakai Motor Dinas

Kepala Desa Birit Sukadi Danang Witono memiliki niatan membantu warganya dengan menyediakan peti mati saat meninggal dunia. Termasuk membeli peti mati dan mengangkut dengan motor dinasnya hingga menjadi viral di media sosial. Lantas bagaimana pengalaman sang kades saat mengakut peti mati dengan motor dinas?

ANGGA PURENDA, Klaten

SEBUAH foto motor dinas kepada desa (kades) yang sedang mengangkut peti mati kosong, mendadak viral menjadi pembicaraan di media sosial. Salah satunya seperti diunggah di grup Facebook Info Seputar Klaten (ISK) oleh akun Tuginem. Dalam postingan tersebut dituliskan kalimat pengantar dan satu foto.

Terlihat dalam foto itu sebuah sepeda motor matik warna merah dengan warna plat yang sama. Tepat di atas jok sepeda motor tersebut terdapat peti mati yang terbungkus kain berwarna putih. Peti mati dengan panjang sekitar 2 meter itu diikatkan dengan tali pada bagian belakang sepeda motor.

Sepeda motor itu tampak sedang diparkirkan di sebuah halaman dan tidak ada akivitas di sekitarnya. Saat Jawa Pos Radar Solo menelusuri pemilik kendaraan dinas itu, ternyata milik kades Birit, yakni Sukadi Danang Witono.

Ya, ternyata secara mandiri sang kades membeli dan membawa peti mati ke rumah warga yang meninggal dunia pada Senin (19/7). Melalui sambungan telepon dengan Jawa Pos Radar Solo, Danang mengungkapkan, cerita itu berawal saat dirinya menerima kabar jika ada warga yang sudah lanjut usia meninggal dunia pada Senin (19/7) pukul 11.00. Mengingat harus segera dilakukan proses pemakaman, sehingga dia pun berinisiatif membeli peti mati sendiri.

“Ketika mengetahui ada yang meninggal dunia itu sebenarnya meminta tolong warga di sekitar desa untuk membeli peti mati menggunakan uang pribadi saya. Tetapi persediaan habis. Mau minta bantuan warga lainnya untuk membeli di tempat lain ternyata sedang bekerja. Sehingga saya inisiatif yang membeli sendiri,” ucap Danang yang menjadi kades Birit sejak 2017 itu.

Danang berprinsip selama masih bisa dilakukan sendiri tidak akan menyusahkan warga lainnya. Termasuk membeli peti mati dan mengangkutnya dengan motor dinasnya. Ia memilih mengangkut dengan sepeda motor daripada menggunakan mobil karena dinilai lebih cepat.

“Warga yang meninggal dunia ini bukan akibat Covid-19, hanya memang sudah lanjut usia. Jadi proses pemakamannya seperti biasa. Hanya saja, karena suasananya masih pandemi, untuk melayat pun warga masih kurang berani. Tetapi ini begitu mendesak sehingga saya lakukan seorang diri untuk membelinya,” ucap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir truk galian C.

Danang memiliki langganan tersendiri untuk membeli peti mati bagi warganya yang berada di wilayah Kecamatan Kemalang. Jarak toko langganan itu sebenarnya puluhan kilometer, tapi Danang bisa membawanya bolak-balik dalam waktu 50 menit saja. Ia mengungkapkan tidak ada kendala sama sekali dalam membawa peti mati kosong dengan motor dinasnya itu.

Bahkan, Danang mengaku sudah tiga kali mengangkut peti mati menggunakan motor dinasnya. Hanya saja, sebelumnya dia mengangkut peti mati itu pada malam hari sehingga tidak begitu mencolok dari perhatian pengendara lainnya. Sementara yang terakhir diangkut pada siang hari hingga akhirnya menjadi viral.

“Sudah menjadi niatan saya ketika menjadi kades untuk membantu orang yang kesusahan dengan menyediakan peti mati. Pada hari biasa, biasanya menyediakan tujuh peti mati di balai desa yang bisa digunakan untuk beberapa bulan. Tetapi selama PPKM darurat ini sudah 10 warga saya yang meninggal dunia akibat Covid-19 maupun sakit tertentu,” ucapnya.

Danang ingin membalas pengorbanan warganya yang mendorong dan mendukung dia hingga menjadi seorang kades terpilih pada 2017 lalu. Apalagi dia menilai warganya sudah susah payah untuk menjadikan dirinya orang nomor satu di Desa Birit.

“Tetapi untuk menghindari kecemburuan antarwarga, saya membantu dengan menyediakan peti mati jika ada yang meninggal. Jadi penyediaan peti mati bagi warga ini sudah ada sejak satu tahun saya menjabat kades,” pungkasnya. (ren/ria)


Kepala Desa Birit Sukadi Danang Witono memiliki niatan membantu warganya dengan menyediakan peti mati saat meninggal dunia. Termasuk membeli peti mati dan mengangkut dengan motor dinasnya hingga menjadi viral di media sosial. Lantas bagaimana pengalaman sang kades saat mengakut peti mati dengan motor dinas?

ANGGA PURENDA, Klaten

SEBUAH foto motor dinas kepada desa (kades) yang sedang mengangkut peti mati kosong, mendadak viral menjadi pembicaraan di media sosial. Salah satunya seperti diunggah di grup Facebook Info Seputar Klaten (ISK) oleh akun Tuginem. Dalam postingan tersebut dituliskan kalimat pengantar dan satu foto.

Terlihat dalam foto itu sebuah sepeda motor matik warna merah dengan warna plat yang sama. Tepat di atas jok sepeda motor tersebut terdapat peti mati yang terbungkus kain berwarna putih. Peti mati dengan panjang sekitar 2 meter itu diikatkan dengan tali pada bagian belakang sepeda motor.

Sepeda motor itu tampak sedang diparkirkan di sebuah halaman dan tidak ada akivitas di sekitarnya. Saat Jawa Pos Radar Solo menelusuri pemilik kendaraan dinas itu, ternyata milik kades Birit, yakni Sukadi Danang Witono.

Ya, ternyata secara mandiri sang kades membeli dan membawa peti mati ke rumah warga yang meninggal dunia pada Senin (19/7). Melalui sambungan telepon dengan Jawa Pos Radar Solo, Danang mengungkapkan, cerita itu berawal saat dirinya menerima kabar jika ada warga yang sudah lanjut usia meninggal dunia pada Senin (19/7) pukul 11.00. Mengingat harus segera dilakukan proses pemakaman, sehingga dia pun berinisiatif membeli peti mati sendiri.

“Ketika mengetahui ada yang meninggal dunia itu sebenarnya meminta tolong warga di sekitar desa untuk membeli peti mati menggunakan uang pribadi saya. Tetapi persediaan habis. Mau minta bantuan warga lainnya untuk membeli di tempat lain ternyata sedang bekerja. Sehingga saya inisiatif yang membeli sendiri,” ucap Danang yang menjadi kades Birit sejak 2017 itu.

Danang berprinsip selama masih bisa dilakukan sendiri tidak akan menyusahkan warga lainnya. Termasuk membeli peti mati dan mengangkutnya dengan motor dinasnya. Ia memilih mengangkut dengan sepeda motor daripada menggunakan mobil karena dinilai lebih cepat.

“Warga yang meninggal dunia ini bukan akibat Covid-19, hanya memang sudah lanjut usia. Jadi proses pemakamannya seperti biasa. Hanya saja, karena suasananya masih pandemi, untuk melayat pun warga masih kurang berani. Tetapi ini begitu mendesak sehingga saya lakukan seorang diri untuk membelinya,” ucap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir truk galian C.

Danang memiliki langganan tersendiri untuk membeli peti mati bagi warganya yang berada di wilayah Kecamatan Kemalang. Jarak toko langganan itu sebenarnya puluhan kilometer, tapi Danang bisa membawanya bolak-balik dalam waktu 50 menit saja. Ia mengungkapkan tidak ada kendala sama sekali dalam membawa peti mati kosong dengan motor dinasnya itu.

Bahkan, Danang mengaku sudah tiga kali mengangkut peti mati menggunakan motor dinasnya. Hanya saja, sebelumnya dia mengangkut peti mati itu pada malam hari sehingga tidak begitu mencolok dari perhatian pengendara lainnya. Sementara yang terakhir diangkut pada siang hari hingga akhirnya menjadi viral.

“Sudah menjadi niatan saya ketika menjadi kades untuk membantu orang yang kesusahan dengan menyediakan peti mati. Pada hari biasa, biasanya menyediakan tujuh peti mati di balai desa yang bisa digunakan untuk beberapa bulan. Tetapi selama PPKM darurat ini sudah 10 warga saya yang meninggal dunia akibat Covid-19 maupun sakit tertentu,” ucapnya.

Danang ingin membalas pengorbanan warganya yang mendorong dan mendukung dia hingga menjadi seorang kades terpilih pada 2017 lalu. Apalagi dia menilai warganya sudah susah payah untuk menjadikan dirinya orang nomor satu di Desa Birit.

“Tetapi untuk menghindari kecemburuan antarwarga, saya membantu dengan menyediakan peti mati jika ada yang meninggal. Jadi penyediaan peti mati bagi warga ini sudah ada sejak satu tahun saya menjabat kades,” pungkasnya. (ren/ria)

Populer

Berita Terbaru