alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Klaten Perpanjang PPKM Level 4, Dorong Pasien Covid ke Isoman Terpusat

KLATEN – Saat ini Kabupaten Klaten masih berada di level 4 sehingga wajib melaksanakan perpanjangan PPKM hingga 25 Juli mendatang. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten siap melakukan terobosan dalam menekan kasus Covid-19. Salah satunya mengintensifkan mobilisasi pasien Covid-19 ke isolasi mandiri terpusat yang telah disediakan pemkab.

”Jadi mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah itu kami dorong bisa ke isolasi mandiri terpusat. Mengingat keterisian tempat isolasi mandiri, baik tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa rendah,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, Rabu (21/7).

Lebih lanjut Ronny mengungkapkan, dari 26 tempat isolasi mandiri terpusat di tingkat kabupaten hingga desa, baru terisi sekitar 350 bed . Padahal total kapasitasnya mencapai 1.054 bed. Maka pasien isoman, baik yang tanpa gejala maupun bergejala ringan bisa dipindah ke sana.

Saat ini, isolasi terpusat berada di GOR Gelarsena dengan kapasitasnya 101 bed. Nantinya pasien Covid-19 khusus laki-laki akan ditempatkan di sarana olahraga tersebut. Sedangkan yang perempuan ditempatkan di Panti Semedi.

”Termasuk dengan tetap mengoptimalkan Hotel Edotel dan 23 tempat isolasi mandiri yang tersebar di kecamatan. Khusus Kecamatan Gantiwarno dan Klaten Selatan telah memiliki tempat isolasi mandiri di masing-masing desa,” imbuh Ronny.

Dia menambahkan, kasus Covid-19 di Klaten yang belum menunjukan penurunan siginifikan diduga karena tidak disiplinnya pasien menjalani isolasi mandiri. Dengan isolasi mandiri terpusat, memudahkan dalam pengawasan. Diharapkan, dalam waktu lima hari ke depan ada penurunan angka kasus beserta angka kematiannya.

Hal itu bisa dicapai apabila masyarakat tetap menerapkan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan mencuci tangah pakai air mengalir.

”Saya yakin masyarakat sebenarnya tahu karena sudah lebih dari 1,5 tahun ini seperti menggunakan masker dan sebagaiannya. Itu menjadi kuncinya dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Koordinator Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo mengungkapkan, berdasarkan data per 21 Juli, jumlah kumulatif di Klaten terdapat 25.472 kasus Covid-19 sejak awal pandemi. Dari jumlah tersebut, 19.098 orang dinyatakan sembuh dan 1.653 meninggal dunia.

”Sampai saat ini masih ada 4.721 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Saya harapkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes),” tandasnya. (ren/adi)


KLATEN – Saat ini Kabupaten Klaten masih berada di level 4 sehingga wajib melaksanakan perpanjangan PPKM hingga 25 Juli mendatang. Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten siap melakukan terobosan dalam menekan kasus Covid-19. Salah satunya mengintensifkan mobilisasi pasien Covid-19 ke isolasi mandiri terpusat yang telah disediakan pemkab.

”Jadi mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah itu kami dorong bisa ke isolasi mandiri terpusat. Mengingat keterisian tempat isolasi mandiri, baik tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa rendah,” jelas Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito, Rabu (21/7).

Lebih lanjut Ronny mengungkapkan, dari 26 tempat isolasi mandiri terpusat di tingkat kabupaten hingga desa, baru terisi sekitar 350 bed . Padahal total kapasitasnya mencapai 1.054 bed. Maka pasien isoman, baik yang tanpa gejala maupun bergejala ringan bisa dipindah ke sana.

Saat ini, isolasi terpusat berada di GOR Gelarsena dengan kapasitasnya 101 bed. Nantinya pasien Covid-19 khusus laki-laki akan ditempatkan di sarana olahraga tersebut. Sedangkan yang perempuan ditempatkan di Panti Semedi.

”Termasuk dengan tetap mengoptimalkan Hotel Edotel dan 23 tempat isolasi mandiri yang tersebar di kecamatan. Khusus Kecamatan Gantiwarno dan Klaten Selatan telah memiliki tempat isolasi mandiri di masing-masing desa,” imbuh Ronny.

Dia menambahkan, kasus Covid-19 di Klaten yang belum menunjukan penurunan siginifikan diduga karena tidak disiplinnya pasien menjalani isolasi mandiri. Dengan isolasi mandiri terpusat, memudahkan dalam pengawasan. Diharapkan, dalam waktu lima hari ke depan ada penurunan angka kasus beserta angka kematiannya.

Hal itu bisa dicapai apabila masyarakat tetap menerapkan 5M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan mencuci tangah pakai air mengalir.

”Saya yakin masyarakat sebenarnya tahu karena sudah lebih dari 1,5 tahun ini seperti menggunakan masker dan sebagaiannya. Itu menjadi kuncinya dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Koordinator Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Cahyono Widodo mengungkapkan, berdasarkan data per 21 Juli, jumlah kumulatif di Klaten terdapat 25.472 kasus Covid-19 sejak awal pandemi. Dari jumlah tersebut, 19.098 orang dinyatakan sembuh dan 1.653 meninggal dunia.

”Sampai saat ini masih ada 4.721 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri. Saya harapkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes),” tandasnya. (ren/adi)

Populer

Berita Terbaru