alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Tim Gabungan Terus Razia Rokok Ilegal, Pemkab Optimalkan DBHCHT

BERBAGAI upaya telah dilakukan tim gabungan untuk menekan peredaran rokok ilegal. Tim terdiri dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Surakarta, Satpol PP Klaten, Bagi Perekonomian, Dinas Perdagangan dan UMKM, Bagian Hukum Setda, Polres Klaten dan Kodim Klaten menggelar razia rokok ilegal.

Kasi Penindakan Satpol PP Klaten Sulamto mengatakan, dalam setiap kali operasi berhasil mengamankan 700-1300 bungkus rokok ilegal. Setiap bungkus biasanya berisikan 20 batang tanpa adanya pita cukai sehingga polosan. Ada pula pita cukai yang direkatkan ternyata dipalsukan produsen sendiri.

“Peredaran rokok ilegal biasanya didistribusikan sales rokok yang tidak hanya mendistribusikan rokok satu merk saja. Menyasar warung kelontong dan pasar tradisional didaerah pelosok yang dinilai jauh dari pengawasan,”ucapnya.

Pihaknya pun berkomitmen bersama pihak terkait untuk melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Bersinar. Terlebih lagi selama ini pihaknya mendapatkan apresiasi dari KPPBC Tipe Madya Pabean B Surakarta dalam menggempur rokok ilegal.

Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Surakarta Aries Baroto mengungkapkan, upaya persuasif dengan melakukan sosialisasi ke daerah. Seperti ke pedagang pasar tradisional ke daerah pelosok agar tidak menggunakan produk rokok ilegal.

“Kita juga menggunakan pendekatan-pendekatan seni budaya. Harapannya dengan sosialisasi dan mengedukasi melalui seni budaya lebih mudah diterima oleh masyarakat. Kaitannya untuk tidak menggunakan produk rokok ilegal tersebut,” ucap Baroto.

Lebih lanjut, Baroto mengungapkan, disamping usaha persuasif juga dilakukan dengan pemberantasan rokok ilegal yang beredar di pasaran. Tentunya dengan menggandeng Pemkab untuk melakukan penelusuran hingga menyeret ke jalur hukum. Terutama para pelaku yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal.

Salah satu prestasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Surakarta dalam mengungkap rokok ilegal pada 2019 lalu. Saat itu berhasil mengungkap gudang rokok ilegal di Kabupaten Sukoharjo yang direncanakan akan didistribusikan ke wilayah Sumatera.

“Kasus yang pernah kita tangani mungkin yang terbesar adanya gudang penimbun rokok ilegal di Kabupaten Sukoharjo. Di situ dijadikan tempat berkumpulnya distributor rokok ilegal. Saat itu ada 2 juta batang rokok yang berhasil kita amankan dan pelaku kita pidanakan dengan ancaman hukuman dua tahun sampai lima tahun penjara,” ucapnya.

Baroto mengungkapkan, dalam melakukan penelusuran rokok ilegal dilakukan melalui penyelidikan terlebih dahulu oleh unit penindakan. Setelah data-data yang dikumpulkan kuat lalu dilakukan analisis hingga penangkapan ke lokasi.

Pihaknya terus berkomitmen dalam membongkar di wilayah Soloraya. Mengingat sangat merugikan negara karena dalam setelah selesai produksi tidak melalui pelunasan cukai. Apalagi sampai membuat pita cukai palsu untuk mengecoh petugas di lapangan.

“Rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai tentunya harganya lebih murah. Kalau rokok legal itu pasti harganya di kisaran di atas Rp 20.000. Tetapi kalau rokok ilegal pasti ada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 7.000. Mengingat pengenaan pita cukai itu setidaknya setengah dari harga yang ada di pasaran,” ucapnya.(ren/oh/dam)


BERBAGAI upaya telah dilakukan tim gabungan untuk menekan peredaran rokok ilegal. Tim terdiri dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Surakarta, Satpol PP Klaten, Bagi Perekonomian, Dinas Perdagangan dan UMKM, Bagian Hukum Setda, Polres Klaten dan Kodim Klaten menggelar razia rokok ilegal.

Kasi Penindakan Satpol PP Klaten Sulamto mengatakan, dalam setiap kali operasi berhasil mengamankan 700-1300 bungkus rokok ilegal. Setiap bungkus biasanya berisikan 20 batang tanpa adanya pita cukai sehingga polosan. Ada pula pita cukai yang direkatkan ternyata dipalsukan produsen sendiri.

“Peredaran rokok ilegal biasanya didistribusikan sales rokok yang tidak hanya mendistribusikan rokok satu merk saja. Menyasar warung kelontong dan pasar tradisional didaerah pelosok yang dinilai jauh dari pengawasan,”ucapnya.

Pihaknya pun berkomitmen bersama pihak terkait untuk melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kota Bersinar. Terlebih lagi selama ini pihaknya mendapatkan apresiasi dari KPPBC Tipe Madya Pabean B Surakarta dalam menggempur rokok ilegal.

Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Surakarta Aries Baroto mengungkapkan, upaya persuasif dengan melakukan sosialisasi ke daerah. Seperti ke pedagang pasar tradisional ke daerah pelosok agar tidak menggunakan produk rokok ilegal.

“Kita juga menggunakan pendekatan-pendekatan seni budaya. Harapannya dengan sosialisasi dan mengedukasi melalui seni budaya lebih mudah diterima oleh masyarakat. Kaitannya untuk tidak menggunakan produk rokok ilegal tersebut,” ucap Baroto.

Lebih lanjut, Baroto mengungapkan, disamping usaha persuasif juga dilakukan dengan pemberantasan rokok ilegal yang beredar di pasaran. Tentunya dengan menggandeng Pemkab untuk melakukan penelusuran hingga menyeret ke jalur hukum. Terutama para pelaku yang terlibat dalam peredaran rokok ilegal.

Salah satu prestasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Surakarta dalam mengungkap rokok ilegal pada 2019 lalu. Saat itu berhasil mengungkap gudang rokok ilegal di Kabupaten Sukoharjo yang direncanakan akan didistribusikan ke wilayah Sumatera.

“Kasus yang pernah kita tangani mungkin yang terbesar adanya gudang penimbun rokok ilegal di Kabupaten Sukoharjo. Di situ dijadikan tempat berkumpulnya distributor rokok ilegal. Saat itu ada 2 juta batang rokok yang berhasil kita amankan dan pelaku kita pidanakan dengan ancaman hukuman dua tahun sampai lima tahun penjara,” ucapnya.

Baroto mengungkapkan, dalam melakukan penelusuran rokok ilegal dilakukan melalui penyelidikan terlebih dahulu oleh unit penindakan. Setelah data-data yang dikumpulkan kuat lalu dilakukan analisis hingga penangkapan ke lokasi.

Pihaknya terus berkomitmen dalam membongkar di wilayah Soloraya. Mengingat sangat merugikan negara karena dalam setelah selesai produksi tidak melalui pelunasan cukai. Apalagi sampai membuat pita cukai palsu untuk mengecoh petugas di lapangan.

“Rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai tentunya harganya lebih murah. Kalau rokok legal itu pasti harganya di kisaran di atas Rp 20.000. Tetapi kalau rokok ilegal pasti ada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 7.000. Mengingat pengenaan pita cukai itu setidaknya setengah dari harga yang ada di pasaran,” ucapnya.(ren/oh/dam)

Populer

Berita Terbaru