alexametrics
31.4 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

10 ADHA Menerima Bantuan Nutrisi dari Baznas Klaten

KLATEN – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten menyalurkan bantuan nutrisi kepada anak dengan HIV/AIDS (ADHA) di Klaten. Total ada 10 ADHA yang menerima antuan nutrisi itu berasal Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) Klaten di ruang rapat Gedung C Kantor Pemkab Klaten. Bantuan nutrisi itu senilai Rp 1 juta per tahun.

“Jadi yang kita belanjakan senilai Rp 300 ribu untuk susu, sereal dan vitamin. Ditambah beras dan madu. Sedangkan Rp 700 ribu berwujud uang tunai yang bisa dibelikan nutrisi kembali jika persediannya habis,” jelas Sekretaris KPA Klaten, Ronny Roekmito, Selasa (21/6).

Lebih lanjut, Ronny mengharapkan melalui penyaluran bantuan nutrisi diharapkan bisa meningkatkan imunitas 10 ADHA. Disamping setiap harinya harus rutin minum obat antiretroviral (ARV). Obat tersebut disiapkan oleh pemerintah untuk menekan jumlah virus pada ADHA sehingga bisa meningkatkan status imun.

“Tadi yang memberikan langsung dari Baznas. Hal itu membuat Baznas ingin memberikan bantuan nutrisi kepada seluruh ADHA. Total sebenarnya ada 53 ADHA di Klaten,” Ucap Ronny.

Ronny menjelaskan, dari 53 ADHA itu terdapat 23 ADHA yang terdata berdasarkan by name by address. Ada yang berstatus anak yatim piatu sehingga dirawat kerabat keluarga lainnya. Tetapi saat ini seluruh kondisi ADHA dalam keadaan sehat.

“Ada pun yang kekhawatirkan sekarang kebosanan minum obat secara rutin setiap harinya seumur hidup. Itu yang menjadi kendala saat ini karena ketidakpatuhan menjadi tinggi. Maka itu perlu di edukasi dan dimotivasi lewat kelompok dukungan sebaya (KDS),” jelasnya.

Ronny menjelaskan, jika anak terinfekasi HIV/AIDS karena ibunya mengidap penyakit yang sama. Proses penularan terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan saat menyusui bayi. Maka itu perlu pencegahan sejak dini sehingga tidak terjadi penularan dari ibu ke anak.

Berdasarkan data dari KPA Klaten dari 2017 sampai Desember 2021 terdapat 1. 171 kasus. Sedangkan dari Januari-Mei 2022 terdapat 43 kasus. Berbagai upaya telah di lakukan KPA Klaten dalam menekan laju kasus HIV/AIDS di Kota Bersinar.

“Kalau melihat prediksi adanya fenomena gunung es sudah mulai terdeteksi. Saat ini saya berharap masalah kesadaran untuk memeriksa diri. Mereka yang pernah melakukan penyimpangan seksual untuk melakukan tes HIV sehingga bisa dideteksi sejak awal,” ucapnya.

Pegiat KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun mengungkapkan dari 53 ADHA terdapat 23 ADHA yang mendapatkan pendampingan dari KPA. Begitu juga pemantauan terhadap kepatuhan dalam minum obat setiap harinya juga dilakukan.

“Kenapa hanya 23 anak yang kita damping karena data yang tercatat saat data mereka ditemukan. Bisa jadi mereka sekarang dewasa. Selain termasuk merasa tidak memerlukan pendampingan dan juga karena rujuk keluar,” pungkasnya. (ren/dam)

KLATEN – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten menyalurkan bantuan nutrisi kepada anak dengan HIV/AIDS (ADHA) di Klaten. Total ada 10 ADHA yang menerima antuan nutrisi itu berasal Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) Klaten di ruang rapat Gedung C Kantor Pemkab Klaten. Bantuan nutrisi itu senilai Rp 1 juta per tahun.

“Jadi yang kita belanjakan senilai Rp 300 ribu untuk susu, sereal dan vitamin. Ditambah beras dan madu. Sedangkan Rp 700 ribu berwujud uang tunai yang bisa dibelikan nutrisi kembali jika persediannya habis,” jelas Sekretaris KPA Klaten, Ronny Roekmito, Selasa (21/6).

Lebih lanjut, Ronny mengharapkan melalui penyaluran bantuan nutrisi diharapkan bisa meningkatkan imunitas 10 ADHA. Disamping setiap harinya harus rutin minum obat antiretroviral (ARV). Obat tersebut disiapkan oleh pemerintah untuk menekan jumlah virus pada ADHA sehingga bisa meningkatkan status imun.

“Tadi yang memberikan langsung dari Baznas. Hal itu membuat Baznas ingin memberikan bantuan nutrisi kepada seluruh ADHA. Total sebenarnya ada 53 ADHA di Klaten,” Ucap Ronny.

Ronny menjelaskan, dari 53 ADHA itu terdapat 23 ADHA yang terdata berdasarkan by name by address. Ada yang berstatus anak yatim piatu sehingga dirawat kerabat keluarga lainnya. Tetapi saat ini seluruh kondisi ADHA dalam keadaan sehat.

“Ada pun yang kekhawatirkan sekarang kebosanan minum obat secara rutin setiap harinya seumur hidup. Itu yang menjadi kendala saat ini karena ketidakpatuhan menjadi tinggi. Maka itu perlu di edukasi dan dimotivasi lewat kelompok dukungan sebaya (KDS),” jelasnya.

Ronny menjelaskan, jika anak terinfekasi HIV/AIDS karena ibunya mengidap penyakit yang sama. Proses penularan terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan saat menyusui bayi. Maka itu perlu pencegahan sejak dini sehingga tidak terjadi penularan dari ibu ke anak.

Berdasarkan data dari KPA Klaten dari 2017 sampai Desember 2021 terdapat 1. 171 kasus. Sedangkan dari Januari-Mei 2022 terdapat 43 kasus. Berbagai upaya telah di lakukan KPA Klaten dalam menekan laju kasus HIV/AIDS di Kota Bersinar.

“Kalau melihat prediksi adanya fenomena gunung es sudah mulai terdeteksi. Saat ini saya berharap masalah kesadaran untuk memeriksa diri. Mereka yang pernah melakukan penyimpangan seksual untuk melakukan tes HIV sehingga bisa dideteksi sejak awal,” ucapnya.

Pegiat KPA Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun mengungkapkan dari 53 ADHA terdapat 23 ADHA yang mendapatkan pendampingan dari KPA. Begitu juga pemantauan terhadap kepatuhan dalam minum obat setiap harinya juga dilakukan.

“Kenapa hanya 23 anak yang kita damping karena data yang tercatat saat data mereka ditemukan. Bisa jadi mereka sekarang dewasa. Selain termasuk merasa tidak memerlukan pendampingan dan juga karena rujuk keluar,” pungkasnya. (ren/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/