alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Kasus Covid-19 Aktif Hampir 5.000

Besok, Klaten Bakal Terapkan Manajemen Kontingensi Tangani Covid-19

KLATEN – Kasus Covid-19 di Klaten yang masih stabil tinggi membuat jajaran Polda Jawa Tengah bakal turun tangan untuk ikut menangani setelah kasus aktif mencapai 4.721 kasus per 21 Juli 2021.

Hal itu langsung disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Mapolres Klaten, Kamis (22/7).

“Mulai terhitung besok akan diterapkan manajemen kontingensi karena yang isolasi mandiri hampir menyentuh 5.000 orang. Nantinya para pejabat Polda Jateng akan memberikan arahan dan evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Klaten,” jelas Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengungkapkan jika jajaran Pemkab Klaten bersama Forkompinda selama ini telah bekerja secara maksimal dalam menangani tingginya kasus Covid-19. Tetapi nantinya, Ia bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto akan memberikan penetrasi maupun evaluasi dalam penanganan Covid-19 selama ini.

Menurutnya, yang paling utama di tengah kondisi pandemi Covid-19 adalah kesehatan masyarakat. Maka itu Pemkab telah menyiapkan tempat isolasi terpusat di sejumlah titik untuk menampung pasien Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan. Nantinya seluruh pasien yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah didorong ke tempat isolasi terpusat.

“Tidak usah takut, Pemkab telah menyediakan tempat isolasi mandiri terpusat. Dua minggu isolasi dan diobati harapannya pulang dalam kondisi sehat. Kecuali mereka yang mampu untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, it’s oke,” ucapnya.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, jika nantinya tempat isolasi terpusat akan dioptimalkan bagi warga Klaten yang saat ini sedang isolasi mandiri dengan menempati Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Termasuk menempati GOR Gelarsena, Pusdik Satpam, Panti Semedi serta tempat isolasi mandiri terpusat lainnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan akan diterapkannya manajemen kontingensi mulai Jumat (23/7) dalam penanganan Covid-19 di Kota Bersinar. Hal itu dilatarbelakangi angka kesembuhan yang tinggi tetapi penambahan kasus baru yang tinggi pula.

“Tadi sudah diberikan arahan terkait manajemen kontijensi yang akan langsung dipimpin oleh Kapolda. Nantinya akan diambil langkah warga yang isolasi mandiri di rumah akan ditempat di tempat isolasi terpusat. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan,” ucapnya.

Edy juga menegaskan, pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah dan memenuhi kriteria untuk melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat akan dilakukan penjemputan. Mengoptimalkan asrama haji Donohudan terlebih dahulu setelah itu akan menempatkan di tempat isolasi terpusat milik Pemkab.

“Mereka yang ditempatkan di tempat isolasi mandiri terpusat adalah tanpa gejala dan gejala ringan. Nantinya akan menjadi sebuah kewajiban untuk didorong ke tempat isolasi terpusat. Mengingat yang saat ini isolasi mandiri ada sekitar 4.000-an, nantinya akan dipetakan mana yang hendak dibawa ke tempat isolasi mandiri terpusat berdasarkan asesmen dari dokter,” jelasnya.

Edy menambahkan jika saat ini jumlah tempat tidur secara keseluruhan di tempat isolasi mandiri terpusat terdapat 1.051 bed. Meski begitu baru terisi sekitar kurang dari 20 persen sehingga perlu dioptimalkan dalam pemanfaatnnya.(ren/dam)


KLATEN – Kasus Covid-19 di Klaten yang masih stabil tinggi membuat jajaran Polda Jawa Tengah bakal turun tangan untuk ikut menangani setelah kasus aktif mencapai 4.721 kasus per 21 Juli 2021.

Hal itu langsung disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Mapolres Klaten, Kamis (22/7).

“Mulai terhitung besok akan diterapkan manajemen kontingensi karena yang isolasi mandiri hampir menyentuh 5.000 orang. Nantinya para pejabat Polda Jateng akan memberikan arahan dan evaluasi terkait penanganan Covid-19 di Klaten,” jelas Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengungkapkan jika jajaran Pemkab Klaten bersama Forkompinda selama ini telah bekerja secara maksimal dalam menangani tingginya kasus Covid-19. Tetapi nantinya, Ia bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto akan memberikan penetrasi maupun evaluasi dalam penanganan Covid-19 selama ini.

Menurutnya, yang paling utama di tengah kondisi pandemi Covid-19 adalah kesehatan masyarakat. Maka itu Pemkab telah menyiapkan tempat isolasi terpusat di sejumlah titik untuk menampung pasien Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan. Nantinya seluruh pasien yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah didorong ke tempat isolasi terpusat.

“Tidak usah takut, Pemkab telah menyediakan tempat isolasi mandiri terpusat. Dua minggu isolasi dan diobati harapannya pulang dalam kondisi sehat. Kecuali mereka yang mampu untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, it’s oke,” ucapnya.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, jika nantinya tempat isolasi terpusat akan dioptimalkan bagi warga Klaten yang saat ini sedang isolasi mandiri dengan menempati Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Termasuk menempati GOR Gelarsena, Pusdik Satpam, Panti Semedi serta tempat isolasi mandiri terpusat lainnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan akan diterapkannya manajemen kontingensi mulai Jumat (23/7) dalam penanganan Covid-19 di Kota Bersinar. Hal itu dilatarbelakangi angka kesembuhan yang tinggi tetapi penambahan kasus baru yang tinggi pula.

“Tadi sudah diberikan arahan terkait manajemen kontijensi yang akan langsung dipimpin oleh Kapolda. Nantinya akan diambil langkah warga yang isolasi mandiri di rumah akan ditempat di tempat isolasi terpusat. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan,” ucapnya.

Edy juga menegaskan, pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah dan memenuhi kriteria untuk melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat akan dilakukan penjemputan. Mengoptimalkan asrama haji Donohudan terlebih dahulu setelah itu akan menempatkan di tempat isolasi terpusat milik Pemkab.

“Mereka yang ditempatkan di tempat isolasi mandiri terpusat adalah tanpa gejala dan gejala ringan. Nantinya akan menjadi sebuah kewajiban untuk didorong ke tempat isolasi terpusat. Mengingat yang saat ini isolasi mandiri ada sekitar 4.000-an, nantinya akan dipetakan mana yang hendak dibawa ke tempat isolasi mandiri terpusat berdasarkan asesmen dari dokter,” jelasnya.

Edy menambahkan jika saat ini jumlah tempat tidur secara keseluruhan di tempat isolasi mandiri terpusat terdapat 1.051 bed. Meski begitu baru terisi sekitar kurang dari 20 persen sehingga perlu dioptimalkan dalam pemanfaatnnya.(ren/dam)

Populer

Berita Terbaru