24.2 C
Surakarta
Tuesday, 30 May 2023

Sopir Truk Nekat Tabrak Palang Pintu KA yang Tertutup, Daop 6: Sangat Disayangkan

RADARSOLO.ID –  Kendaraan truk nekat menerobos palang perlintasan sebidang di JPL 117 antara Stasiun Gawok dan Delanggu, Desa Sekaran, Wonosari, Klaten, Rabu (22/3). Padahal, palang pintu perlintasan sudah menutup. Beruntung truk tidak tertabrak kereta api. Hanya saja kedua palang pintu patah setelah tertabrak truk tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Franoto Wiboto mengingatkan kembali agar masyarakat pengguna jalan selalu mematuhi aturan berlalu lintas saat melewati area perlintasan sebidang.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa atau kecelakaan kereta api pada kejadian ini. Petugas Daop 6 di lapangan sudah berkoordinasi dengan petugas KA yang akan melewati perlintasan tersebut. Kemudian membantu mengatur pengendara agar tertib. Petugas persinyalan Daop 6 juga langsung terjun untuk melakukan perbaikan pintu perlintasan,” ujar Franoto.

Franoto sangat menyayangkan ulah sopir truk yang nekat menerobos palang pintu KA. Padahal sudah jelas ada tanda jika palang akan menutup. Keamanan dan keselamatan perjalanan KA harus menjadi prioritas bersama. Sebab, dalam perjalanan KA mengangkut banyak sekali nyawa manusia.

“Pintu perlintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia. Ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta. Itu tercantum dalam pasal 110 ayat 4,” jelasnya.

Franoto mengatakan, perjalanan kereta api lebih diutamakan. Jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan bakal lebih besar. Artinya, pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA. Itulah alasan pintu perlintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA. Selain itu, pintu perlintasan kereta api merupakan alat bantu keamanan bagi para pengguna jalan.

Seperti bunyi sinyal serta petugas penjaga perlintasan sebidang. Sedangkan rambu-rambu “STOP” yang telah terpasang menjadi penanda utama untuk diperhatikan pengguna jalan.

“Ada maupun tidak ada pintu di perlintasan sebidang, pengguna jalan wajib berhenti sejenak dan menoleh kiri-kanan sebelum melewati perlintasan sebidang kereta api,” sambungnya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, lanjut Franoto, pengguna jalan wajib mematuhi tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. Telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Lalu Lintas di Ruas Jalan pada Lokasi Potensi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang dengan Kereta Api.

“Bagi pengendara kendaraan, wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, atau ada isyarat lain. Pengendara juga wajib memastikan kendaraannya dapat melewati perlintasan sebidang dengan selamat. Juga wajib memastikan pula kendaraannya keluar dari perlintasan sebidang apabila mesin kendaraan tiba-tiba mati di perlintasan sebidang,” ujarnya. (aya/bun/ria)

 






Reporter: Septina Fadia

RADARSOLO.ID –  Kendaraan truk nekat menerobos palang perlintasan sebidang di JPL 117 antara Stasiun Gawok dan Delanggu, Desa Sekaran, Wonosari, Klaten, Rabu (22/3). Padahal, palang pintu perlintasan sudah menutup. Beruntung truk tidak tertabrak kereta api. Hanya saja kedua palang pintu patah setelah tertabrak truk tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Franoto Wiboto mengingatkan kembali agar masyarakat pengguna jalan selalu mematuhi aturan berlalu lintas saat melewati area perlintasan sebidang.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa atau kecelakaan kereta api pada kejadian ini. Petugas Daop 6 di lapangan sudah berkoordinasi dengan petugas KA yang akan melewati perlintasan tersebut. Kemudian membantu mengatur pengendara agar tertib. Petugas persinyalan Daop 6 juga langsung terjun untuk melakukan perbaikan pintu perlintasan,” ujar Franoto.

Franoto sangat menyayangkan ulah sopir truk yang nekat menerobos palang pintu KA. Padahal sudah jelas ada tanda jika palang akan menutup. Keamanan dan keselamatan perjalanan KA harus menjadi prioritas bersama. Sebab, dalam perjalanan KA mengangkut banyak sekali nyawa manusia.

“Pintu perlintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia. Ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta. Itu tercantum dalam pasal 110 ayat 4,” jelasnya.

Franoto mengatakan, perjalanan kereta api lebih diutamakan. Jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan bakal lebih besar. Artinya, pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA. Itulah alasan pintu perlintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA. Selain itu, pintu perlintasan kereta api merupakan alat bantu keamanan bagi para pengguna jalan.

Seperti bunyi sinyal serta petugas penjaga perlintasan sebidang. Sedangkan rambu-rambu “STOP” yang telah terpasang menjadi penanda utama untuk diperhatikan pengguna jalan.

“Ada maupun tidak ada pintu di perlintasan sebidang, pengguna jalan wajib berhenti sejenak dan menoleh kiri-kanan sebelum melewati perlintasan sebidang kereta api,” sambungnya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, lanjut Franoto, pengguna jalan wajib mematuhi tata cara berlalu lintas di perlintasan sebidang. Telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Lalu Lintas di Ruas Jalan pada Lokasi Potensi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang dengan Kereta Api.

“Bagi pengendara kendaraan, wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, atau ada isyarat lain. Pengendara juga wajib memastikan kendaraannya dapat melewati perlintasan sebidang dengan selamat. Juga wajib memastikan pula kendaraannya keluar dari perlintasan sebidang apabila mesin kendaraan tiba-tiba mati di perlintasan sebidang,” ujarnya. (aya/bun/ria)

 






Reporter: Septina Fadia

Populer

Berita Terbaru

spot_img