alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Kelola Sampah dengan Program Samtaku Mulai Disosialisasikan

KLATEN – Program edukasi dan kampanye pengelolaan sampah yang diintegrasikan dengan program Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) mulai dikenalkan kepada generasi muda.

Diinisiai AQUA Klaten bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten dan Secercah Harapan Indonesia (SHIND). Digelar di salah satu hotel di Klaten, Senin (23/5). Dihadiri Dinas Pendidikan (Dsidik) Klaten, camat Polanharjo, kepala desa (Kades) Kranggan dan pendamping AQUA Klaten. Diikuti 317 peserta dari seluruh DLH dan sekolah adiwiyata di Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Ini menindaklanjuti penandatanganan komitmen kerjasama antara AQUA Klaten dan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK. Bentuknya adalah penyebarluasan modul pembelajaran lingkungan untuk generasi muda yang diharapkan dapat memahami bagaimana pengelolaan sampah bisa dilakukan dan dikembangkan.

”AQUA Klaten menjadi pionir program Samtaku. Diharapkan sampah dikelola semakin baik dari hulu baik oleh masyarakat maupun pelajar,” jelas Kepala DLH Klaten Srihadi, Senin (23/5).

Srihadi mengungkapkan, di sekolah ada program adiwiyata yang didukung oleh disdik. Mulai diajarkan bagaimana cara pengelolaan sampah baik organik maupun nonorganik. Menurutnya, sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi semua lapisan masyarakat.

Stakeholder Relation Manager AQUA Klaten Rama Zakaria menyampaikan, kegiatan tersebut salah satu bentuk operasional bisnis yang ramah terhadap lingkungan.

”Program Samtaku ini dikenalkan melalui sekolah adiwiyata dan menjadi salah satu pilar dari komitmen bijak berplastik. Sinergi dengan program pemerintah ini diharapkan akan bisa saling menguatkan kampanye lingkungan,” ucap Rama.

Dia optimistis sekolah yang tergabung di program tersebut bisa menjadi pionir. Sekaligus menjadi penggerak kegiatan lingkungan untuk warga sekolah, keluarganya dan masyarakat sekitar. (rls/ren/adi/dam)

KLATEN – Program edukasi dan kampanye pengelolaan sampah yang diintegrasikan dengan program Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku) mulai dikenalkan kepada generasi muda.

Diinisiai AQUA Klaten bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten dan Secercah Harapan Indonesia (SHIND). Digelar di salah satu hotel di Klaten, Senin (23/5). Dihadiri Dinas Pendidikan (Dsidik) Klaten, camat Polanharjo, kepala desa (Kades) Kranggan dan pendamping AQUA Klaten. Diikuti 317 peserta dari seluruh DLH dan sekolah adiwiyata di Jawa Tengah dan Jogjakarta.

Ini menindaklanjuti penandatanganan komitmen kerjasama antara AQUA Klaten dan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK. Bentuknya adalah penyebarluasan modul pembelajaran lingkungan untuk generasi muda yang diharapkan dapat memahami bagaimana pengelolaan sampah bisa dilakukan dan dikembangkan.

”AQUA Klaten menjadi pionir program Samtaku. Diharapkan sampah dikelola semakin baik dari hulu baik oleh masyarakat maupun pelajar,” jelas Kepala DLH Klaten Srihadi, Senin (23/5).

Srihadi mengungkapkan, di sekolah ada program adiwiyata yang didukung oleh disdik. Mulai diajarkan bagaimana cara pengelolaan sampah baik organik maupun nonorganik. Menurutnya, sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi semua lapisan masyarakat.

Stakeholder Relation Manager AQUA Klaten Rama Zakaria menyampaikan, kegiatan tersebut salah satu bentuk operasional bisnis yang ramah terhadap lingkungan.

”Program Samtaku ini dikenalkan melalui sekolah adiwiyata dan menjadi salah satu pilar dari komitmen bijak berplastik. Sinergi dengan program pemerintah ini diharapkan akan bisa saling menguatkan kampanye lingkungan,” ucap Rama.

Dia optimistis sekolah yang tergabung di program tersebut bisa menjadi pionir. Sekaligus menjadi penggerak kegiatan lingkungan untuk warga sekolah, keluarganya dan masyarakat sekitar. (rls/ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/