alexametrics
31.4 C
Surakarta
Monday, 4 July 2022

Polres Klaten Kumpulkan Alat Bukti dan Dalami Sumber Dana Khilafatul Muslimin

KLATEN – Polres Klaten terus mengumpulkan alat bukti kasus Khilafatul Muslimin usai dua pimpinannya ditetapkan tersangka pada awal Juni lalu. Mereka adalah IM, 26, pimpinan Khilafatul Muslimin Jawa Tengah dan SY, 62, pimpinan Khilafatul Muslimin Kabupaten Klaten.

”Sampai saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti. Dikarenakan ini agama sehingga memerlukan saksi ahli agama. Termasuk dari saksi ahli bahasa dan ahli pidana,” jelas KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto, Kamis (23/6).

Eko menjelaskan, sampai saat ini sudah ada tujuh saksi yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Mereka adalah pelapor, saksi ahli, dan dari pihak Khilafatul Muslimin sendiri. Hal itu untuk menguatkan fakta jika terjadi tindak pidana terkait kegiatan yang dilakukan Khilafatul Muslimin selama ini.

”Terkait tersangka tambahan, masih kami dalami dari peran masing-masing. Sampai saat ini baru ada dua tersangka yang ditetapkan,” tambah Eko.

Eko menjelaskan, untuk pendanaan kegiatan dari Khilafatul Muslimin Jawa Tengah dan Klaten itu berasal dari infak wajib dan sukarela. Saat ini Polres Klaten masih terus melakukan perhitungan terhadap infak yang terkumpul. Termasuk aset yang dimiliki Khilafatul Muslimin masih dilakukan pendataan.

”Jadi sumber dana mereka berasal infak yang terkumpul untuk mendanai berbagai kegiatan. Seperti membuat pamflet dan selebaran yang dibagikan kepada sasama umat maupun masyarakat,” ucapnya.

Dia juga memastikan tidak ada sekolah di bawah Khilafatul Muslimin yang berada di Klaten. Tetapi di Kabupaten Wonogiri memang ada, tetapi langsung ditangani polres setempat. Hanya saja sekolah tersebut masih di bawah kepengurusan Khilafatul Muslimin Jawa Tengah yang berkantor di Klaten.

”Terkait pengikutnya yang berjumlah ratusan itu kami berupaya dengan pembinaan. Kami berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang akan kami rilis berikutnya,” ucapnya.

Sebelumnya ada enam lokasi berupa empat kantor dan dua rumah yang dilakukan penggeledahan kaitannya Khilafatur Muslimin di Klaten. Tersebar di empat kecamatan Klaten Utara, Juwiring, Ceper dan Trucuk.

Dari keenam lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman video dan foto kegiatan motor syiar, printer, laptop dan CPU. Begitu juga dokumen dan struktur organisasi, pamflet, buku majalah dan bai’at warga Khilafatul Muslimin. (ren/adi/dam)

KLATEN – Polres Klaten terus mengumpulkan alat bukti kasus Khilafatul Muslimin usai dua pimpinannya ditetapkan tersangka pada awal Juni lalu. Mereka adalah IM, 26, pimpinan Khilafatul Muslimin Jawa Tengah dan SY, 62, pimpinan Khilafatul Muslimin Kabupaten Klaten.

”Sampai saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti. Dikarenakan ini agama sehingga memerlukan saksi ahli agama. Termasuk dari saksi ahli bahasa dan ahli pidana,” jelas KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto, Kamis (23/6).

Eko menjelaskan, sampai saat ini sudah ada tujuh saksi yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Mereka adalah pelapor, saksi ahli, dan dari pihak Khilafatul Muslimin sendiri. Hal itu untuk menguatkan fakta jika terjadi tindak pidana terkait kegiatan yang dilakukan Khilafatul Muslimin selama ini.

”Terkait tersangka tambahan, masih kami dalami dari peran masing-masing. Sampai saat ini baru ada dua tersangka yang ditetapkan,” tambah Eko.

Eko menjelaskan, untuk pendanaan kegiatan dari Khilafatul Muslimin Jawa Tengah dan Klaten itu berasal dari infak wajib dan sukarela. Saat ini Polres Klaten masih terus melakukan perhitungan terhadap infak yang terkumpul. Termasuk aset yang dimiliki Khilafatul Muslimin masih dilakukan pendataan.

”Jadi sumber dana mereka berasal infak yang terkumpul untuk mendanai berbagai kegiatan. Seperti membuat pamflet dan selebaran yang dibagikan kepada sasama umat maupun masyarakat,” ucapnya.

Dia juga memastikan tidak ada sekolah di bawah Khilafatul Muslimin yang berada di Klaten. Tetapi di Kabupaten Wonogiri memang ada, tetapi langsung ditangani polres setempat. Hanya saja sekolah tersebut masih di bawah kepengurusan Khilafatul Muslimin Jawa Tengah yang berkantor di Klaten.

”Terkait pengikutnya yang berjumlah ratusan itu kami berupaya dengan pembinaan. Kami berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang akan kami rilis berikutnya,” ucapnya.

Sebelumnya ada enam lokasi berupa empat kantor dan dua rumah yang dilakukan penggeledahan kaitannya Khilafatur Muslimin di Klaten. Tersebar di empat kecamatan Klaten Utara, Juwiring, Ceper dan Trucuk.

Dari keenam lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman video dan foto kegiatan motor syiar, printer, laptop dan CPU. Begitu juga dokumen dan struktur organisasi, pamflet, buku majalah dan bai’at warga Khilafatul Muslimin. (ren/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/