25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

12 Sekolah di Klaten Bakal Unjuk Kemampuan di Festival Ketoprak Pelajar

RADARSOLO.ID – Festival Ketoprak Pelajar (FKP) kembali digelar tahun ini, usai terhenti dua tahun akibat pandemi Covid-19. Hanya saja, kali ini penyelenggara event itu adalah Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten.

Ada 12 sekolah yang akan berpartisipasi di FKP pada 26-27 November mendatang. Acaranya digelar di Gedung Kesenian SD Krista Gracia Klaten. Peserta terdiri dari lima SD dan tujuh SMP. Mereka akan menyajikan berbagai lakon di atas panggung dengan durasi waktu maksimal satu jam.

Lima SD yang mengikuti FKP yakni SDN Pakahan, SDN 2 Ngemplakseneng, SDN 3 Kalikotes, SDN 1 Barenglor, dan SDN 1 Wonoboyo. Sedangkan untuk tujuh SMP meliputi SMP Lazuardi Klaten, MTS Muhammadiyah Trucuk, SM N 1 Klaten, SMPN 2 Karangnongko dan SMPN 7 Klaten.

Bedanya pada FKP kali ini tidak ada jenjang SMA/SMK. Dewan Kesenian Klaten berencana menemui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Boyolali. Harapannya bisa tersosialisasikan penyelenggaraan FKP untuk jenjang SMA/SMK pada 2023 mendatang.

”Tahun ini memang berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Animonya sebenarnya cukup tinggi. Tapi kali ini kami batasi,” kata Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan di sekretariatan Wankes Klaten, kemarin (24/11).

Setyawan menjelaskan, pelaksanaan FKP kali ini di tengah keterbatasan usai terhenti akibat pandemi. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen menyelenggarakan seni pentas drama tradisional yang ke XI. Ini bagian dari upaya meneguhkan Klaten sebagai kota ketoprak.

Nantinya yang dilibatkan tidak hanya peserta dari sekolah yang mengikuti festival tersebut. Tetapi juga seluruh sekolah di wilayah perkotaan, yang diharapkan bisa menyaksikan pertunjukan pentas tersebut. Apalagi gelaran festival itu dibuka untuk umum dan gratis.

”Ini menjadi upaya kami untuk membangkitkan kembali ketoprak di Klaten. Jangan sampai loss, maka itu untuk penyelenggaraannya kami tidak ingin terputus. Harapannya pula pelajar dapat memahami seni budayanya sendiri yakni ketoprak,” ucap Setyawan.

Ketua Panitia FKP XI Sihono mengatakan, peserta meliputi pendatang baru maupun pemain lama. Mereka akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati untuk jenjang SD dan SMP.

”Terkait lakon, pilihan masing-masing. Kami dari panitia siap mendukung kostum hingga pengrawitnya. Tapi hanya ada dua sekolah yang diringi oleh panitia, sedangkan lainnya membawa tim pengiring sendiri,” ucap Komite Ketoprak Dewan Kesenian Klaten ini. (ren/adi/ria)






Reporter: Angga Purenda

RADARSOLO.ID – Festival Ketoprak Pelajar (FKP) kembali digelar tahun ini, usai terhenti dua tahun akibat pandemi Covid-19. Hanya saja, kali ini penyelenggara event itu adalah Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten.

Ada 12 sekolah yang akan berpartisipasi di FKP pada 26-27 November mendatang. Acaranya digelar di Gedung Kesenian SD Krista Gracia Klaten. Peserta terdiri dari lima SD dan tujuh SMP. Mereka akan menyajikan berbagai lakon di atas panggung dengan durasi waktu maksimal satu jam.

Lima SD yang mengikuti FKP yakni SDN Pakahan, SDN 2 Ngemplakseneng, SDN 3 Kalikotes, SDN 1 Barenglor, dan SDN 1 Wonoboyo. Sedangkan untuk tujuh SMP meliputi SMP Lazuardi Klaten, MTS Muhammadiyah Trucuk, SM N 1 Klaten, SMPN 2 Karangnongko dan SMPN 7 Klaten.

Bedanya pada FKP kali ini tidak ada jenjang SMA/SMK. Dewan Kesenian Klaten berencana menemui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Boyolali. Harapannya bisa tersosialisasikan penyelenggaraan FKP untuk jenjang SMA/SMK pada 2023 mendatang.

”Tahun ini memang berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Animonya sebenarnya cukup tinggi. Tapi kali ini kami batasi,” kata Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan di sekretariatan Wankes Klaten, kemarin (24/11).

Setyawan menjelaskan, pelaksanaan FKP kali ini di tengah keterbatasan usai terhenti akibat pandemi. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen menyelenggarakan seni pentas drama tradisional yang ke XI. Ini bagian dari upaya meneguhkan Klaten sebagai kota ketoprak.

Nantinya yang dilibatkan tidak hanya peserta dari sekolah yang mengikuti festival tersebut. Tetapi juga seluruh sekolah di wilayah perkotaan, yang diharapkan bisa menyaksikan pertunjukan pentas tersebut. Apalagi gelaran festival itu dibuka untuk umum dan gratis.

”Ini menjadi upaya kami untuk membangkitkan kembali ketoprak di Klaten. Jangan sampai loss, maka itu untuk penyelenggaraannya kami tidak ingin terputus. Harapannya pula pelajar dapat memahami seni budayanya sendiri yakni ketoprak,” ucap Setyawan.

Ketua Panitia FKP XI Sihono mengatakan, peserta meliputi pendatang baru maupun pemain lama. Mereka akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati untuk jenjang SD dan SMP.

”Terkait lakon, pilihan masing-masing. Kami dari panitia siap mendukung kostum hingga pengrawitnya. Tapi hanya ada dua sekolah yang diringi oleh panitia, sedangkan lainnya membawa tim pengiring sendiri,” ucap Komite Ketoprak Dewan Kesenian Klaten ini. (ren/adi/ria)






Reporter: Angga Purenda

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/