alexametrics
27.1 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Ratusan Pasien OTG Asal Klaten Dikirim ke Asrama Haji Donohudan

KLATEN – Proses pengiriman pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) asal Klaten ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali terus dilakukan. Selama tiga hari berturut-turut, 23-25 Juli. Total 135 pasien Covid-19 dikirim ke tempat isolasi mandiri (isoman) terpusat tersebut.

Proses pemindahan pasien OTG melibatkan aparat gabungan Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, dan Pemkab Klaten. Prosedurnya, pasien dijemput dari rumah dengan ambulans. Dikawal jajaran polsek, koramil, dan pemerintah kecamatan.

Kemudian diantar ke tempat isolasi terpusat di GOR Gelarsena Klaten. Di sana, OTG jalani asesmen. Lantas diangkut menuju Asrama Haji Donohudan dengan tiga bus milik Brimob.

“Pengiriman ke Donohudan, tiap hari sekitar 50 pasien tanpa gejala. Baik laki-laki maupun perempuan. Sementara ini kami kami diberikan kuota 150 pasien,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (24/7).

Cahyono menambahkan, pasien yang dikirim ke Asrama Haji Donohudan adalah kasus terkonfirmasi Covid-19 baru. “Jadi, mereka yang jemput ini merupakan hasil tracing dan memiliki surat tanda bukti terkonfirmasi Covid-19. Kami lakukan asesmen di GOR Gelarsena dulu. Nanti kalau sudah sembuh, kami jemput pulang,” imbuhnya.

Cahyono memastikan selama isolasi terpusat, bakal dipantau tenaga kesehatan (nakes) selama 24 jam. Jika terjadi sesuatu seperti penurunan saturasi, bisa diambil tindakan lebih lanjut. Misalnya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi tingkat penularan. Mengingat berpotensi munculnya klaster keluarga cukup besar. “Sejumlah aktivitas akan dijalani pasien Covid-19 di tempat isolasi terpusat. Seperti olahraga hingga siraman rohani, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, pasien OTG hanya dikirim ke Asrama Haji Donohudan. “Berdasarkan analisa, penyebaran karena klaster keluarga sangat kuat. Maka, saya minta pasien Covid-19 tanpa gejala, sukarela dirawat di tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, kecamatan, atau desa yang sudah disiapkan,” tandasnya. (ren/fer/dam)

KLATEN – Proses pengiriman pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) asal Klaten ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali terus dilakukan. Selama tiga hari berturut-turut, 23-25 Juli. Total 135 pasien Covid-19 dikirim ke tempat isolasi mandiri (isoman) terpusat tersebut.

Proses pemindahan pasien OTG melibatkan aparat gabungan Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, dan Pemkab Klaten. Prosedurnya, pasien dijemput dari rumah dengan ambulans. Dikawal jajaran polsek, koramil, dan pemerintah kecamatan.

Kemudian diantar ke tempat isolasi terpusat di GOR Gelarsena Klaten. Di sana, OTG jalani asesmen. Lantas diangkut menuju Asrama Haji Donohudan dengan tiga bus milik Brimob.

“Pengiriman ke Donohudan, tiap hari sekitar 50 pasien tanpa gejala. Baik laki-laki maupun perempuan. Sementara ini kami kami diberikan kuota 150 pasien,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (24/7).

Cahyono menambahkan, pasien yang dikirim ke Asrama Haji Donohudan adalah kasus terkonfirmasi Covid-19 baru. “Jadi, mereka yang jemput ini merupakan hasil tracing dan memiliki surat tanda bukti terkonfirmasi Covid-19. Kami lakukan asesmen di GOR Gelarsena dulu. Nanti kalau sudah sembuh, kami jemput pulang,” imbuhnya.

Cahyono memastikan selama isolasi terpusat, bakal dipantau tenaga kesehatan (nakes) selama 24 jam. Jika terjadi sesuatu seperti penurunan saturasi, bisa diambil tindakan lebih lanjut. Misalnya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi tingkat penularan. Mengingat berpotensi munculnya klaster keluarga cukup besar. “Sejumlah aktivitas akan dijalani pasien Covid-19 di tempat isolasi terpusat. Seperti olahraga hingga siraman rohani, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, pasien OTG hanya dikirim ke Asrama Haji Donohudan. “Berdasarkan analisa, penyebaran karena klaster keluarga sangat kuat. Maka, saya minta pasien Covid-19 tanpa gejala, sukarela dirawat di tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, kecamatan, atau desa yang sudah disiapkan,” tandasnya. (ren/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru