alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Ganjar Minta Lokasi Kebakaran RSJD Surakarta Disterilkan

Bangsal RJSD Surakarta Terbakar, Dua Pasien Tewas

SOLO  – Dua pasien Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Surakarta tewas akibat bangsal terbakar, Jumat (5/8) sore. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.43 itu juga mengakibatkan sejumlah pasien luka-luka.

Api kali pertama muncul dari atap Ruang Puntadewa atau Ruang Unit Pelayanan Intensif Psikiatri. Kobaran api itu langsung ditangani sejumlah staf dan petugas keamanan rumah sakit setempat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi selang lima menit kemudian.

Sedikitnya empat armada damkar dikerahkan untuk mengendalikan amukan si jago merah. Satu jam kemudian, kebakaran dapat dipadamkan. Setelah dicek ada dua korban meninggal karena terjebak api, sedangkan seujumlah pasien lain mengalami luka-luka.

“Proses pemadaman berlangsung cepat. Sayangnya ada korban meninggal dunia dalam kejadian itu,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Sutardjo kemarin.

Menajemen RSJD dr Arif Zainuddin Surakarta membenarkan adanya sejumlah pasien yang luka-luka dan dua pasien meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Saat kebakaran terjadi, Ruang Puntadewa dihuni 18 pasien (sembilan pasien di sisi timur dan sembilan pasien lainnya di sisi barat). Kedua pasien yang meninggal itu berada di ruang isolasi Unit Perawatan Intensif Psikiatri.

“Kedua pasien yang diisolasi itu adalah pasien baru RSJD. Petugas jaga mengetahui ketika api sudah membesar di ruang isolasi psikiatri,” beber Kabag Umum RSJD Joko Mulyono.

Dia belum tahu dari mana asal bencana kebakaran karena masih diselidiki polisi. Polresta Surakarta tengah dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebak kebakaran tersebut. Saat ini lima saksi telah diperiksa. Di antaranya i tiga perawat jaga, seorang perawat dari bangsal lain, dan seorang petugas keamanan setempat.

Untuk mengungkap kasus kebakaran tersebut, Polresta bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang udah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini tim labfor tengah mendalami penyebab kebakaran. Kami juga menurunkan tim penyelidik dan penyidik dari Satreskrim Polresta Surakarta. Kami akan lihat apakah ada kelalaian dari petugas jaga,” papar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Berdasar hasil olah TKP, saat kebakaran tujuh pasien sedang tidur di selasar ruangan dan dua pasien berada di ruang isolasi. Petugas jaga sempat mengecek Ruang Puntadewa, karena ada salah satu pasien yang ikatan tangannya terlepas. Sesuai dengan SOP yang berlaku, kesembilan pasien tidur dalam kondisi tangan dan kakinya terikat. Setelah itu, petugas jaga kembali ke tempatnya. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan dan api sudah melalap plafon dan sebagainya. Upaya evakuasi pun dilakukan dengan memindahkan pasien satu per satu, sementara ruang isolasi sudah dilalap si jago merah.

“Untuk tiga korban luka, satu orang mengalami luka bakar 34 persen, satu orang 13 persen dan satu orang lagi 1 persen. Sementara dua pasien yang meninggal dunia dikirim ke RSUD Dr Moewardi untuk menjalani visum, sebelum dikembalikan kepada pihak keluarga,” tutur kapolresta.

Di bagian lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta direksi RSJD agar mensterilkan sekitar lokasi kebakaran untuk memudahkan penyelidikan polisi.

“Sudah ditangani. Kepolisian sedang menyelidiki penyebabnya. Tadi dari direksi sudah menyampaikan dan saya minta semuanya disterilkan lebih dulu agar polisi bisa menyelidiki,” kata Ganjar di Solo, Jumat (5/8).

Ganjar akan segera melakukan evaluasi terkait peristiwa yang menyebabkan dua pasien meninggal dan tiga pasien mengalami luka bakar. Namun Ganjar ingin penyebab kebakaran tersebut diketahui lebih dulu sebelum mengambil tindakan.

“Pasti akan langsung dilakukan evaluasi. Kalau kami tahu penyebabnya akan segera dilakukan tindakan dan bisa menjadi pelajaran semuanya,” tegas Ganjar.

Terkait dua korban meninggal, Ganjar masih menunggu laporan detailnya. Sejauh ini Ganjar belum mendapatkan laporan terkait identitas korban secara detail.

“Saya baru menunggu laporan, identitasnya belum disampaikan ke saya,” ujar Ganjar. (ves/bun/dam)

SOLO  – Dua pasien Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Surakarta tewas akibat bangsal terbakar, Jumat (5/8) sore. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.43 itu juga mengakibatkan sejumlah pasien luka-luka.

Api kali pertama muncul dari atap Ruang Puntadewa atau Ruang Unit Pelayanan Intensif Psikiatri. Kobaran api itu langsung ditangani sejumlah staf dan petugas keamanan rumah sakit setempat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi selang lima menit kemudian.

Sedikitnya empat armada damkar dikerahkan untuk mengendalikan amukan si jago merah. Satu jam kemudian, kebakaran dapat dipadamkan. Setelah dicek ada dua korban meninggal karena terjebak api, sedangkan seujumlah pasien lain mengalami luka-luka.

“Proses pemadaman berlangsung cepat. Sayangnya ada korban meninggal dunia dalam kejadian itu,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Sutardjo kemarin.

Menajemen RSJD dr Arif Zainuddin Surakarta membenarkan adanya sejumlah pasien yang luka-luka dan dua pasien meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Saat kebakaran terjadi, Ruang Puntadewa dihuni 18 pasien (sembilan pasien di sisi timur dan sembilan pasien lainnya di sisi barat). Kedua pasien yang meninggal itu berada di ruang isolasi Unit Perawatan Intensif Psikiatri.

“Kedua pasien yang diisolasi itu adalah pasien baru RSJD. Petugas jaga mengetahui ketika api sudah membesar di ruang isolasi psikiatri,” beber Kabag Umum RSJD Joko Mulyono.

Dia belum tahu dari mana asal bencana kebakaran karena masih diselidiki polisi. Polresta Surakarta tengah dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebak kebakaran tersebut. Saat ini lima saksi telah diperiksa. Di antaranya i tiga perawat jaga, seorang perawat dari bangsal lain, dan seorang petugas keamanan setempat.

Untuk mengungkap kasus kebakaran tersebut, Polresta bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang udah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini tim labfor tengah mendalami penyebab kebakaran. Kami juga menurunkan tim penyelidik dan penyidik dari Satreskrim Polresta Surakarta. Kami akan lihat apakah ada kelalaian dari petugas jaga,” papar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Berdasar hasil olah TKP, saat kebakaran tujuh pasien sedang tidur di selasar ruangan dan dua pasien berada di ruang isolasi. Petugas jaga sempat mengecek Ruang Puntadewa, karena ada salah satu pasien yang ikatan tangannya terlepas. Sesuai dengan SOP yang berlaku, kesembilan pasien tidur dalam kondisi tangan dan kakinya terikat. Setelah itu, petugas jaga kembali ke tempatnya. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan dan api sudah melalap plafon dan sebagainya. Upaya evakuasi pun dilakukan dengan memindahkan pasien satu per satu, sementara ruang isolasi sudah dilalap si jago merah.

“Untuk tiga korban luka, satu orang mengalami luka bakar 34 persen, satu orang 13 persen dan satu orang lagi 1 persen. Sementara dua pasien yang meninggal dunia dikirim ke RSUD Dr Moewardi untuk menjalani visum, sebelum dikembalikan kepada pihak keluarga,” tutur kapolresta.

Di bagian lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta direksi RSJD agar mensterilkan sekitar lokasi kebakaran untuk memudahkan penyelidikan polisi.

“Sudah ditangani. Kepolisian sedang menyelidiki penyebabnya. Tadi dari direksi sudah menyampaikan dan saya minta semuanya disterilkan lebih dulu agar polisi bisa menyelidiki,” kata Ganjar di Solo, Jumat (5/8).

Ganjar akan segera melakukan evaluasi terkait peristiwa yang menyebabkan dua pasien meninggal dan tiga pasien mengalami luka bakar. Namun Ganjar ingin penyebab kebakaran tersebut diketahui lebih dulu sebelum mengambil tindakan.

“Pasti akan langsung dilakukan evaluasi. Kalau kami tahu penyebabnya akan segera dilakukan tindakan dan bisa menjadi pelajaran semuanya,” tegas Ganjar.

Terkait dua korban meninggal, Ganjar masih menunggu laporan detailnya. Sejauh ini Ganjar belum mendapatkan laporan terkait identitas korban secara detail.

“Saya baru menunggu laporan, identitasnya belum disampaikan ke saya,” ujar Ganjar. (ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/