alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Rampung APG, Pemkot Surakarta Bakal Geber Sport Tourism

SOLO – Sepekan event ASEAN Para Games (APG) 2022 berlangsung, antusiasme warga Kota Bengawan diklaim sangat tinggi. Sejak kirab torch relay yang diselenggarakan di Car Free Day (CFD) pekan lalu sampai hari ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta mengaku terus menerima pertanyaan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di semua venue.

Animo masyarakat yang membeludak ini membuktikan Solo menjadi kota yang aman dan nyaman untuk perhelatan internasional.

“Kami berencana meng-create suatu paket wisata sport tourism setelah event APG. Kami akan kerja sama dengan stakeholder pariwisata lainnya. Apalagi sekarang kami sedang galakkan wellness tourism. Salah satu di dalamnya ada sport tourism,” ungkap Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Gembong Hadi Wibowo dalam press conference di media center APG 2022, Kamis (4/8).

Gembong menyebut ada beberapa venue yang potensial dijadikan nostalgic sport tourism. Di samping venue alam yang bisa dikunjungi untuk berolahraga rekreasi. Keduanya bakal dikelola menggandeng kabupaten sekitar Kota Solo. Mengingat Kota Solo tidak bisa berjalan sendiri lantaran minim venue alam.

“Jadi nanti kami bisa buat paket wisata yang bisa menyajikan dari sisi sport tourism nostalgic dan wellness tourism sekaligus. Maka perlu bekerja sama dengan stakeholder pariwisata lainnya,” sambungnya.

Gembong mengaku, dalam APG 2022 masih menerapkan sistem bubble, sehingga para atlet dan kontingen tidak leluasa berkunjung ke places of interest di Kota Solo. Namun sejak tiba di Bandara Adi Soemarmo, para atlet dan kontingen telah disuguhkan beragam potensi seni budaya. Di antaranya tari-tarian, gamelan, dan musik Jawa. Kendati mereka tidak bisa mengunjungi destinasi wisata, namun ketika para atlet dan kontingen stay di hotel, sudah terhitung sebagai wisatawan Kota Solo.

“Penghitungan kunjungan wisatawan kan kalau di Solo tidak hanya di destinasi. Tapi juga di hotel. Namun kali ini memang belum ada laporan secara resmi. Yang pasti menunjukkan peningkatan dibandingkan Mei-Juni lalu sebanyak 1.070 wisatawan mancanegara. Nanti pada Juli-Agustus saya rasa meningkat pesat,” beber Gembong.

Humas BPC PHRI Surakarta Sistho A. Sreshtho menambahkan, okupansi rata-rata perhotelan di Kota Solo selama APG berlangsung mencapai 85 persen. Angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan okupansi rata-rata perhotelan sebelum pandemi. Hanya sekitar 70 persen pada 2019. Ini otomatis meningkatkan revenue hotel, baik dari sisi room dan food and beverage.

“Okupansi Juli kemarin melebih rata-rata sebelum pandemi. Rata-rata naik ke angka 85 persen. Bahkan ada hotel yang mencapai 95 persen. Catatan kami, yang menginap di hotel selama APG ada 1.400 atlet, 630 ofsisial, 1.000 perangkat pertandingan, dan 530 panitia,” pungkasnya. (aya/wa/dam)

SOLO – Sepekan event ASEAN Para Games (APG) 2022 berlangsung, antusiasme warga Kota Bengawan diklaim sangat tinggi. Sejak kirab torch relay yang diselenggarakan di Car Free Day (CFD) pekan lalu sampai hari ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta mengaku terus menerima pertanyaan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan di semua venue.

Animo masyarakat yang membeludak ini membuktikan Solo menjadi kota yang aman dan nyaman untuk perhelatan internasional.

“Kami berencana meng-create suatu paket wisata sport tourism setelah event APG. Kami akan kerja sama dengan stakeholder pariwisata lainnya. Apalagi sekarang kami sedang galakkan wellness tourism. Salah satu di dalamnya ada sport tourism,” ungkap Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Gembong Hadi Wibowo dalam press conference di media center APG 2022, Kamis (4/8).

Gembong menyebut ada beberapa venue yang potensial dijadikan nostalgic sport tourism. Di samping venue alam yang bisa dikunjungi untuk berolahraga rekreasi. Keduanya bakal dikelola menggandeng kabupaten sekitar Kota Solo. Mengingat Kota Solo tidak bisa berjalan sendiri lantaran minim venue alam.

“Jadi nanti kami bisa buat paket wisata yang bisa menyajikan dari sisi sport tourism nostalgic dan wellness tourism sekaligus. Maka perlu bekerja sama dengan stakeholder pariwisata lainnya,” sambungnya.

Gembong mengaku, dalam APG 2022 masih menerapkan sistem bubble, sehingga para atlet dan kontingen tidak leluasa berkunjung ke places of interest di Kota Solo. Namun sejak tiba di Bandara Adi Soemarmo, para atlet dan kontingen telah disuguhkan beragam potensi seni budaya. Di antaranya tari-tarian, gamelan, dan musik Jawa. Kendati mereka tidak bisa mengunjungi destinasi wisata, namun ketika para atlet dan kontingen stay di hotel, sudah terhitung sebagai wisatawan Kota Solo.

“Penghitungan kunjungan wisatawan kan kalau di Solo tidak hanya di destinasi. Tapi juga di hotel. Namun kali ini memang belum ada laporan secara resmi. Yang pasti menunjukkan peningkatan dibandingkan Mei-Juni lalu sebanyak 1.070 wisatawan mancanegara. Nanti pada Juli-Agustus saya rasa meningkat pesat,” beber Gembong.

Humas BPC PHRI Surakarta Sistho A. Sreshtho menambahkan, okupansi rata-rata perhotelan di Kota Solo selama APG berlangsung mencapai 85 persen. Angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan okupansi rata-rata perhotelan sebelum pandemi. Hanya sekitar 70 persen pada 2019. Ini otomatis meningkatkan revenue hotel, baik dari sisi room dan food and beverage.

“Okupansi Juli kemarin melebih rata-rata sebelum pandemi. Rata-rata naik ke angka 85 persen. Bahkan ada hotel yang mencapai 95 persen. Catatan kami, yang menginap di hotel selama APG ada 1.400 atlet, 630 ofsisial, 1.000 perangkat pertandingan, dan 530 panitia,” pungkasnya. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/