alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Solo Batik Carnival, Besok Simpang Sriwedari-Bundaran Gladag Ditutup 3 Jam

SOLO – Ruas Jalan Slamet Riyadi mulai dari Simpang Sriwedari hingga Bundaran Gladag akan ditutup selama tiga jam mulai pukul 15.00-18.00 WIB pada Kamis (6/7). Penutupan ini dilakukan karena ruas jalan tersebut dipakai sebagai lokasi penyelenggaraan Kirab Solo Batik Carnival.

Sekadar informasi, setelah absen beberapa tahun karena Covid-19, event tahunan Solo Batik Carnival akhirnya kembali digelar tahun ini. Yang spesial pelaksanaan kirab budaya itu akan dimeriahkan oleh sejumlah tamu mancanegara delegasi peserta Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G20 yang bersamaan dihelat di Kota Bengawan.

Untuk menyukseskan acara tersebut, Dinas Perhubungan Kota Surakarta melakukan rekasaya lalu lintas. “Jalan Slamet Riyadi dari Simpang Sriwedari sampai Budaran Gladag kita tutup mulai pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo, Rabu (6/7).

Pada waktu yang sama, Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Gladag hingga Balaikota Surakarta juga ditutup karena juga dipakai sebagai rute Solo Batik Carnival. Para pengguna jalan diminta mencari rute alternatif agar tidak terjebak macet saat kirab digelar.

“Lokasi lain yang ditutup adalah ruas Jalan Bhayangkara mulai dari Simpang Museum Keris sampai Simpang Sriwedari, penutupan mulai dari pukul 00.00-18.00 WIB untuk lokasi fashion show. Kami harap masyarakat bisa mencari rute lain untuk menghindari kemacetan,” papar dia.

Bagi warga yang hendak menyaksikan Solo Batik Carnival diarahkan untuk masuk ke sejumlah lahan parkir tepi jalan (on street) yang ada di sejumlah ruas seperti di Jalan Dr. Soepomo, Jalan Honggowongso, Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan KH ahmad Dahlan, Jalan Imam Mobjol, Jalan Museum, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Yos Sudarso.

“Warga yang hendak menonton silakan parkir kendaraannya di beberapa penggal jalan yang dilintasi sesuai lokasi parkir. Untuk menghindari kemacetan kami siapkan 30 personil untuk pengaturan lalu lintas dan intervensi APILL melaluo CC Room Dishub Surakarta,” tutup Ari Wibowo. (ves/dam)

SOLO – Ruas Jalan Slamet Riyadi mulai dari Simpang Sriwedari hingga Bundaran Gladag akan ditutup selama tiga jam mulai pukul 15.00-18.00 WIB pada Kamis (6/7). Penutupan ini dilakukan karena ruas jalan tersebut dipakai sebagai lokasi penyelenggaraan Kirab Solo Batik Carnival.

Sekadar informasi, setelah absen beberapa tahun karena Covid-19, event tahunan Solo Batik Carnival akhirnya kembali digelar tahun ini. Yang spesial pelaksanaan kirab budaya itu akan dimeriahkan oleh sejumlah tamu mancanegara delegasi peserta Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G20 yang bersamaan dihelat di Kota Bengawan.

Untuk menyukseskan acara tersebut, Dinas Perhubungan Kota Surakarta melakukan rekasaya lalu lintas. “Jalan Slamet Riyadi dari Simpang Sriwedari sampai Budaran Gladag kita tutup mulai pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo, Rabu (6/7).

Pada waktu yang sama, Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Gladag hingga Balaikota Surakarta juga ditutup karena juga dipakai sebagai rute Solo Batik Carnival. Para pengguna jalan diminta mencari rute alternatif agar tidak terjebak macet saat kirab digelar.

“Lokasi lain yang ditutup adalah ruas Jalan Bhayangkara mulai dari Simpang Museum Keris sampai Simpang Sriwedari, penutupan mulai dari pukul 00.00-18.00 WIB untuk lokasi fashion show. Kami harap masyarakat bisa mencari rute lain untuk menghindari kemacetan,” papar dia.

Bagi warga yang hendak menyaksikan Solo Batik Carnival diarahkan untuk masuk ke sejumlah lahan parkir tepi jalan (on street) yang ada di sejumlah ruas seperti di Jalan Dr. Soepomo, Jalan Honggowongso, Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan KH ahmad Dahlan, Jalan Imam Mobjol, Jalan Museum, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Yos Sudarso.

“Warga yang hendak menonton silakan parkir kendaraannya di beberapa penggal jalan yang dilintasi sesuai lokasi parkir. Untuk menghindari kemacetan kami siapkan 30 personil untuk pengaturan lalu lintas dan intervensi APILL melaluo CC Room Dishub Surakarta,” tutup Ari Wibowo. (ves/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/