alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

5 Pemudik dari Tangerang Lolos Penyekatan, 2 Orang Positif Covid

SOLO – Peran satgas jogo tonggo tingkat RT sangat efektif dalam mendeteksi pemudik. Buktinya, lima pemudik yang lolos penyekatan Kamis sore (6/5), berhasil dibawa ke lokasi karantina di Solo Technopark (STP). Setelah diskrining dan jalani swab antigen diketahui dua di antaranya positif Covid-19.

Masuknya lima pemudik itu diketahui oleh Satgas Jogo Tonggo Serengan setelah mendapat laporan dari warga setempat. Satgas setempat lantas melapor ke Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta.

“Mereka masih satu keluarga. Jumat pagi (7/6), langsung dijemput untuk karantina di STP. Setelah jalani swab antigen, dua di antaranya positif,” jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani, Jumat (7/5).

Satu pemudik bergejala, kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Semanggi. Sementara seorang lainnya diisolasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali.  “Dua pemudik ini dirujuk ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan medis. Tiga lainnya diwajibkan menyelesaikan masa karantina di STP,” terang dia.

Pengawasan lingkungan dan potensi lolosnya pemudik dari penyekatan ini memang dipandang makin efektif dengan mengoptimalkan peran satgas jogo tonggo di kewilayahan maupun satgas penanganan Covid-19 tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian, pengawasan dan penanganan bisa lebih cepat dilakukan dan dikerjakan secara terarah karena lebih terkoornidasi.

“Jogo tonggo lebih efektif daripada penyekatan. Contohnya lima pemudik dari Tangerang yang masuk ke Solo ini,” papar Ahyani.

Selanjutnya, pihaknya meminta seluruh satgas jogo tonggo, kelurahan, dan kecamatan untuk meningkatkan pengawasan di masing-masing wilayahnya. Mengingat sudah adanya fenomena pemudik lolos dari penyekatan di ruas-ruas jalan. Ini penting dilakukan karena penambahan kasus baru makin intens dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Kamis (6/5) lalu, ada 42 penambahan kasus baru. Padahal, sebelumnya hanya menyentuh angka belasan saja. “Peningkatan ini harus diwaspadai. Karena semakin banyak orang yang abai penerapan protokol kesehatan, potensi munculnya kasus baru akan semakin tinggi,” terang dia.

Di sisi lain, Camat Serengan Agung Wijayanto membenarkan adanya lima pemudik dari Tangerang yang masuk ke wilayahnya pada Kamis sore (6/5). Berdasarkan informasi yang didapat, kelima pemudik itu tiba di Kota Solo setelah menempuh perjalanan panjang via darat menggunakan bus umum. Kelima pemudik itu lantas turun di wilayah Kerten, kemudian oper menggunakan taksi online  menuju ke rumahnya.

“Masuknya lima pemudik ini akhirnya diketahui satgas jogo tonggo setempat, kemudian dilaporkan ke kami dan langsung diarahkan menuju lokasi karantina di STP,” imbuh Agung. (ves/bun/ria)


SOLO – Peran satgas jogo tonggo tingkat RT sangat efektif dalam mendeteksi pemudik. Buktinya, lima pemudik yang lolos penyekatan Kamis sore (6/5), berhasil dibawa ke lokasi karantina di Solo Technopark (STP). Setelah diskrining dan jalani swab antigen diketahui dua di antaranya positif Covid-19.

Masuknya lima pemudik itu diketahui oleh Satgas Jogo Tonggo Serengan setelah mendapat laporan dari warga setempat. Satgas setempat lantas melapor ke Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta.

“Mereka masih satu keluarga. Jumat pagi (7/6), langsung dijemput untuk karantina di STP. Setelah jalani swab antigen, dua di antaranya positif,” jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani, Jumat (7/5).

Satu pemudik bergejala, kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Semanggi. Sementara seorang lainnya diisolasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali.  “Dua pemudik ini dirujuk ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan medis. Tiga lainnya diwajibkan menyelesaikan masa karantina di STP,” terang dia.

Pengawasan lingkungan dan potensi lolosnya pemudik dari penyekatan ini memang dipandang makin efektif dengan mengoptimalkan peran satgas jogo tonggo di kewilayahan maupun satgas penanganan Covid-19 tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan demikian, pengawasan dan penanganan bisa lebih cepat dilakukan dan dikerjakan secara terarah karena lebih terkoornidasi.

“Jogo tonggo lebih efektif daripada penyekatan. Contohnya lima pemudik dari Tangerang yang masuk ke Solo ini,” papar Ahyani.

Selanjutnya, pihaknya meminta seluruh satgas jogo tonggo, kelurahan, dan kecamatan untuk meningkatkan pengawasan di masing-masing wilayahnya. Mengingat sudah adanya fenomena pemudik lolos dari penyekatan di ruas-ruas jalan. Ini penting dilakukan karena penambahan kasus baru makin intens dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Kamis (6/5) lalu, ada 42 penambahan kasus baru. Padahal, sebelumnya hanya menyentuh angka belasan saja. “Peningkatan ini harus diwaspadai. Karena semakin banyak orang yang abai penerapan protokol kesehatan, potensi munculnya kasus baru akan semakin tinggi,” terang dia.

Di sisi lain, Camat Serengan Agung Wijayanto membenarkan adanya lima pemudik dari Tangerang yang masuk ke wilayahnya pada Kamis sore (6/5). Berdasarkan informasi yang didapat, kelima pemudik itu tiba di Kota Solo setelah menempuh perjalanan panjang via darat menggunakan bus umum. Kelima pemudik itu lantas turun di wilayah Kerten, kemudian oper menggunakan taksi online  menuju ke rumahnya.

“Masuknya lima pemudik ini akhirnya diketahui satgas jogo tonggo setempat, kemudian dilaporkan ke kami dan langsung diarahkan menuju lokasi karantina di STP,” imbuh Agung. (ves/bun/ria)

Populer

Berita Terbaru