alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Lakukan Rekayasa Data Koperasi untuk Cairkan Pinjaman

Kejaksaan Negeri Surakarta Bekuk Tersangka Korupsi Rp 1 M

SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta menangkap S, 70, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 1 miliar. Modusnya, memanipulasi status koperasi yang sebenarnya merugi menjadi untung guna mendapatkan pinjaman.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta Bakhtiar Ihsan mengatakan, S merupakan ketua pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Nur Ummah Surakarta dan mengajukan pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada 2010 senilai Rp 2 miliar.

Setelah diproses direksi LPDB-KUMKM, pinjaman cair senilai Rp 1 miliar pada 2011. Untuk mendapatkan pinjaman, tersangka menanipulasi data keuangan koperasinya menjadi berstatus untung. Padahal faktanya, koperasi dalam kondisi merugi.

Setelah dana pinjaman cair, penggunaannya tidak sesuai ketentuan. Syarat dari LPDB-KUMKM, dana pinjaman disalurkan kepada nasabah, tapi oleh S malah digunakan untuk kepentingan lain.

“(Data) nasabah yang diajukan (untuk mendapatkan pinjaman) sekitar 210 orang. Kami memeriksa sekitar 65 orang. Tidak bisa semua diperiksa karena ada yang meninggal dunia maupun berpindah alamat domisili,” terang Bakhtiar.

Keterangan dari para nasabah, mayoritas mereka tidak pernah mengajukan pinjaman atau mendapat pinjaman pada 2011. Jadi nama mereka diduga dicatut agar pengajuan pinjaman ke LPDB-KUMKM cair.

Selain itu, kantor sekretariat KSU Nur Ummah di Jalan MH Thamrin No. 77 Kelurahan Manahan, Kecamatan Laweyan sudah tutup pada 2015.

“Rabu (6/7), S kami panggil untuk diperiksa sebagai saksi. Langsung dilanjutkan gelar perkara. Setelah ada petunjuk dari pimpinan, S kami tetapkan sebagai tersangka. Sudah diperiksa di Klinik Dokkes Polresta Surakarta dan dinyatakan sehat. Kami titipkan di tahanan Mapolresta Surakarta selama 20 hari masa penyidikan,” papar kasi pidsus.

Selain meminta keterangan para saksi, lanjut Bakhtiar, jaksa sudah meminta keterangan ahli auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng sekaligus melakukan audit kerugian negara.

“Kerugian negara Rp 1 miliar. Sementara kami tetapkan satu tersangka. Semoga pekan depan bisa kami limpahkan ke PN Tipikor,” pungkas Bakhtiar. (atn/wa/dam)

SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta menangkap S, 70, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp 1 miliar. Modusnya, memanipulasi status koperasi yang sebenarnya merugi menjadi untung guna mendapatkan pinjaman.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta Bakhtiar Ihsan mengatakan, S merupakan ketua pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Nur Ummah Surakarta dan mengajukan pinjaman ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pada 2010 senilai Rp 2 miliar.

Setelah diproses direksi LPDB-KUMKM, pinjaman cair senilai Rp 1 miliar pada 2011. Untuk mendapatkan pinjaman, tersangka menanipulasi data keuangan koperasinya menjadi berstatus untung. Padahal faktanya, koperasi dalam kondisi merugi.

Setelah dana pinjaman cair, penggunaannya tidak sesuai ketentuan. Syarat dari LPDB-KUMKM, dana pinjaman disalurkan kepada nasabah, tapi oleh S malah digunakan untuk kepentingan lain.

“(Data) nasabah yang diajukan (untuk mendapatkan pinjaman) sekitar 210 orang. Kami memeriksa sekitar 65 orang. Tidak bisa semua diperiksa karena ada yang meninggal dunia maupun berpindah alamat domisili,” terang Bakhtiar.

Keterangan dari para nasabah, mayoritas mereka tidak pernah mengajukan pinjaman atau mendapat pinjaman pada 2011. Jadi nama mereka diduga dicatut agar pengajuan pinjaman ke LPDB-KUMKM cair.

Selain itu, kantor sekretariat KSU Nur Ummah di Jalan MH Thamrin No. 77 Kelurahan Manahan, Kecamatan Laweyan sudah tutup pada 2015.

“Rabu (6/7), S kami panggil untuk diperiksa sebagai saksi. Langsung dilanjutkan gelar perkara. Setelah ada petunjuk dari pimpinan, S kami tetapkan sebagai tersangka. Sudah diperiksa di Klinik Dokkes Polresta Surakarta dan dinyatakan sehat. Kami titipkan di tahanan Mapolresta Surakarta selama 20 hari masa penyidikan,” papar kasi pidsus.

Selain meminta keterangan para saksi, lanjut Bakhtiar, jaksa sudah meminta keterangan ahli auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng sekaligus melakukan audit kerugian negara.

“Kerugian negara Rp 1 miliar. Sementara kami tetapkan satu tersangka. Semoga pekan depan bisa kami limpahkan ke PN Tipikor,” pungkas Bakhtiar. (atn/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/