alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Kirab SBC Bikin Takjub Peserta TIIWG G20, Bahlil: Solo Tuan Rumah Terbaik

SOLO – Kerinduan akan tontonan berupa kirab budaya yang terpaksa vakum selama dua tahun pandemi, membuat ribuan warga Kota Solo dan sekitarnya memadati Jalan Slamet Riyadi, Kamis (7/7) sore. Mereka rela berdesakan demi menyaksikan kirab budaya event TIIWG G20 yang digelar bersamaan dengan Solo Batik Carnival (SBC) 2022.

Sebelum kirab digelar, terlebih dulu para tamu undangan dan warga dihibur dengan aksi peragaan busana dari sejumlah model dengan beragam kostum yang unik. Arak-arakan kirab budaya G20 dan Solo Batik Carnival baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB., dengan start dari depan Stadion Sriwedari.

Aksi marching band dari ASN Pemkot Solo membuka arak-arakan kirab budaya. Di belakangnya ada sejumlah pejabat negara seperti Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang didampingi Forkompimda Kota Solo dengan menunggang kuda. Disusul puluhan delegasi dari 14 negara peserta TIIWG G20 yang naik delman, serta para peserta kirab lainnya.

Delegasi dari sejumlah negara peserta TIIWG G20 ikut dalam kirab budaya dan SBC, dengan menunggang delman, Kamis (7/7). (M.IHSAN/RADAR SOLO)

Rombongan berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman dan tiba di halaman Balai Kota Solo pada pukul 17.20 WIB. Rombongan langsung disambut meriah oleh pentas musik dari Kemlaka. Selain itu, juga ada pameran UMKM yang digelar pelataran balai kota.

“Senang sekali ada kirab lagi, sudah lama tidak ada. Seingat saya baru dua kali ini ada kirab lagi (pascapandemi,Red). Pertama, saat Hari Jadi Kota Solo beberapa waktu lalu dan ini yang kedua,” kata seorang pehobi fotografi, Alif Muhammad di sela-sela mengabadikan momen pada sore itu.

Sejauh mata memandang, warga tampak asyik mengabadikan momen kirab budaya dan SBC sore tadi. “Kirabnya meriah, yang nonton juga banyak. Tidak rugi saya ajak anak dan ponakan-ponakan untuk lihat acara ini,” kata Licua Wijaya yang datang menyaksikan bersama keluarga besarnya.

Kirab Budaya G20 yang digelar bersamaan dengan Solo Batik Carnival (SBC) ini sengaja mengangkat potensi lokal untuk dipamerkan di mata dunia. Panitia pun menyiapkan berbagai hiburan dan pameran UMKM. Tujuannya agar dunia bisa makin kenal beragam potensi yang dimiliki Indonesia, khususnya Kota Solo yang unggul dalam budaya dan industri kreatifny.

“Saya baru sekali ke Solo dan mendapat pengalaman luar biasa dalam kegiatan ini. Saya akan sangat senang untuk bisa kembali ke Solo dengan membawa seluruh keluarga besar saya,” kata Neil Beck, delegasi TIIWG G20 asal Amerika Serikat.

Peserta Solo Batik Carnival saat tampil di hadapan tamu dan delegasi negara-negara peserta TIIWG G20, Kamis (7/7). (M.IHSAN/RADAR SOLO)

Pemerintah Indonesia berharap event G20 yang sudah dua kali digelar ini bisa membawa dampak yang baik bagi Indonesia. Hebatnya, Kota Solo disebut sebagai salah satu tuan rumah terbaik dalam rangkaian G20 yang dihelat di Indonesia.

“Hari ini adalah hari terakhir rangkaian G20 dalam pembahasan klaster investasi, perdagangan dan perindustrian di Kota Solo. Selain membahas isu global, kita juga selalu menjungjung tinggi tradisi lokal yang ada di Indonesia untuk disosialisasikan di mata dunia. Solo menjadi salah satu tuan rumah terbaik dalam penyelenggaraan G20,” tutur Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (ves/ria)






Reporter: Silvester Kurniawan

SOLO – Kerinduan akan tontonan berupa kirab budaya yang terpaksa vakum selama dua tahun pandemi, membuat ribuan warga Kota Solo dan sekitarnya memadati Jalan Slamet Riyadi, Kamis (7/7) sore. Mereka rela berdesakan demi menyaksikan kirab budaya event TIIWG G20 yang digelar bersamaan dengan Solo Batik Carnival (SBC) 2022.

Sebelum kirab digelar, terlebih dulu para tamu undangan dan warga dihibur dengan aksi peragaan busana dari sejumlah model dengan beragam kostum yang unik. Arak-arakan kirab budaya G20 dan Solo Batik Carnival baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB., dengan start dari depan Stadion Sriwedari.

Aksi marching band dari ASN Pemkot Solo membuka arak-arakan kirab budaya. Di belakangnya ada sejumlah pejabat negara seperti Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang didampingi Forkompimda Kota Solo dengan menunggang kuda. Disusul puluhan delegasi dari 14 negara peserta TIIWG G20 yang naik delman, serta para peserta kirab lainnya.

Delegasi dari sejumlah negara peserta TIIWG G20 ikut dalam kirab budaya dan SBC, dengan menunggang delman, Kamis (7/7). (M.IHSAN/RADAR SOLO)

Rombongan berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jenderal Sudirman dan tiba di halaman Balai Kota Solo pada pukul 17.20 WIB. Rombongan langsung disambut meriah oleh pentas musik dari Kemlaka. Selain itu, juga ada pameran UMKM yang digelar pelataran balai kota.

“Senang sekali ada kirab lagi, sudah lama tidak ada. Seingat saya baru dua kali ini ada kirab lagi (pascapandemi,Red). Pertama, saat Hari Jadi Kota Solo beberapa waktu lalu dan ini yang kedua,” kata seorang pehobi fotografi, Alif Muhammad di sela-sela mengabadikan momen pada sore itu.

Sejauh mata memandang, warga tampak asyik mengabadikan momen kirab budaya dan SBC sore tadi. “Kirabnya meriah, yang nonton juga banyak. Tidak rugi saya ajak anak dan ponakan-ponakan untuk lihat acara ini,” kata Licua Wijaya yang datang menyaksikan bersama keluarga besarnya.

Kirab Budaya G20 yang digelar bersamaan dengan Solo Batik Carnival (SBC) ini sengaja mengangkat potensi lokal untuk dipamerkan di mata dunia. Panitia pun menyiapkan berbagai hiburan dan pameran UMKM. Tujuannya agar dunia bisa makin kenal beragam potensi yang dimiliki Indonesia, khususnya Kota Solo yang unggul dalam budaya dan industri kreatifny.

“Saya baru sekali ke Solo dan mendapat pengalaman luar biasa dalam kegiatan ini. Saya akan sangat senang untuk bisa kembali ke Solo dengan membawa seluruh keluarga besar saya,” kata Neil Beck, delegasi TIIWG G20 asal Amerika Serikat.

Peserta Solo Batik Carnival saat tampil di hadapan tamu dan delegasi negara-negara peserta TIIWG G20, Kamis (7/7). (M.IHSAN/RADAR SOLO)

Pemerintah Indonesia berharap event G20 yang sudah dua kali digelar ini bisa membawa dampak yang baik bagi Indonesia. Hebatnya, Kota Solo disebut sebagai salah satu tuan rumah terbaik dalam rangkaian G20 yang dihelat di Indonesia.

“Hari ini adalah hari terakhir rangkaian G20 dalam pembahasan klaster investasi, perdagangan dan perindustrian di Kota Solo. Selain membahas isu global, kita juga selalu menjungjung tinggi tradisi lokal yang ada di Indonesia untuk disosialisasikan di mata dunia. Solo menjadi salah satu tuan rumah terbaik dalam penyelenggaraan G20,” tutur Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (ves/ria)






Reporter: Silvester Kurniawan

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/