alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Kejagung Sita Tiga Aset HGB Milik Tersangka Korupsi Asuransi Taspen di Solo

SOLO – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyita tiga aset bersertifikat hak guna bangunan (HGB) di Kota Solo. Penyitaan dilaksanakan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (12/5) .

Dalam papan Kejaksaan Agung (Kejagung) berwarna merah yang terpasang di depan kawasan aset, tertulis SP. Penyitaan Dirdik Jampidsus Kejagung No Print-101/F.2/Fd2/05/ TGL 3 Mei terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen.

Ketiga aset tersebut atas nama pemegang hak PT Swarna Surakarta Hadiningrat, dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen dengan tersangka Maryoso Sumaryono.

“Betul, tadi petugas dari kejaksaan dan terkait dengan itu (penyitaan, Red). Lapor kelurahan untuk melihat, menyita secara langsung dan diberi plakat disita oleh negara,” kata Lurah Gajahan Suyono.

“Kami sebatas diminta untuk menjaga aset. Kita akan kerahkan linmas untuk menjaga agar tidak ada gangguan kamtibmas. Dipasrahi untuk disegel dan digembok,” lanjutnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi, pintu gerbang bangunan aset yang sudah berkarat itu tampak sepi dan digembok. Lokasi juga ditutup menggunakan seng. Dari sela-sela pintu gerbang, terlihat dalam kawasan aset tersebut ada perkarangan dan rumah yang tak terawat

“Tanah tidak terawat, di dalam ada rumah. Rumah yang tidak bertuan, ada tiga objek sekitar 10 ribu meter, luar biasa itu,” ujar Suyono.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi di Kota Solo, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung I Ketut Sumedana membenarkan adanya penyitaan beberapa aset tersebut.
“Sudah beberapa kali penyitaan aset di Solo, dengan beberapa kasus. Untuk hari ini belum ada laporan lanjutnya. Yang jelas ada beberapa kasus, ada tiga perkara di sini,” jelas I Ketut Sumedana dalam sambungan telepon, Kamis.

Dari informasi yang dihimpun, Maryoso adalah mantan direktur utama sekaligus ketua Komite Investasi PT Asuransi Jiwa Taspen. Penahanan telah dilaksanakan di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Dalam perkara ini keduanya disebut telah melakukan tindak pidana korupsi dari uang senilai Rp 150 miliar milik PT Asuransi Jiwa Taspen.

Tersangka lainnya juga telah ditetapkan.Yakni Hasti Sriwahyuni, merupakan benefical owner group PT Sekar Wijaya, termasuk PT Prioritas Raditya Multifinance (PRM). Terkait tindak pidana korupsi, Maryoso dan Hasti disangkakan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Selain tindak pidana korupsi, Hasti juga ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), disangkakan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (atn/ria)






Reporter: Antonius Christian

SOLO – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyita tiga aset bersertifikat hak guna bangunan (HGB) di Kota Solo. Penyitaan dilaksanakan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (12/5) .

Dalam papan Kejaksaan Agung (Kejagung) berwarna merah yang terpasang di depan kawasan aset, tertulis SP. Penyitaan Dirdik Jampidsus Kejagung No Print-101/F.2/Fd2/05/ TGL 3 Mei terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen.

Ketiga aset tersebut atas nama pemegang hak PT Swarna Surakarta Hadiningrat, dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen dengan tersangka Maryoso Sumaryono.

“Betul, tadi petugas dari kejaksaan dan terkait dengan itu (penyitaan, Red). Lapor kelurahan untuk melihat, menyita secara langsung dan diberi plakat disita oleh negara,” kata Lurah Gajahan Suyono.

“Kami sebatas diminta untuk menjaga aset. Kita akan kerahkan linmas untuk menjaga agar tidak ada gangguan kamtibmas. Dipasrahi untuk disegel dan digembok,” lanjutnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi, pintu gerbang bangunan aset yang sudah berkarat itu tampak sepi dan digembok. Lokasi juga ditutup menggunakan seng. Dari sela-sela pintu gerbang, terlihat dalam kawasan aset tersebut ada perkarangan dan rumah yang tak terawat

“Tanah tidak terawat, di dalam ada rumah. Rumah yang tidak bertuan, ada tiga objek sekitar 10 ribu meter, luar biasa itu,” ujar Suyono.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi di Kota Solo, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung I Ketut Sumedana membenarkan adanya penyitaan beberapa aset tersebut.
“Sudah beberapa kali penyitaan aset di Solo, dengan beberapa kasus. Untuk hari ini belum ada laporan lanjutnya. Yang jelas ada beberapa kasus, ada tiga perkara di sini,” jelas I Ketut Sumedana dalam sambungan telepon, Kamis.

Dari informasi yang dihimpun, Maryoso adalah mantan direktur utama sekaligus ketua Komite Investasi PT Asuransi Jiwa Taspen. Penahanan telah dilaksanakan di Rutan Salemba Cabang Kejagung. Dalam perkara ini keduanya disebut telah melakukan tindak pidana korupsi dari uang senilai Rp 150 miliar milik PT Asuransi Jiwa Taspen.

Tersangka lainnya juga telah ditetapkan.Yakni Hasti Sriwahyuni, merupakan benefical owner group PT Sekar Wijaya, termasuk PT Prioritas Raditya Multifinance (PRM). Terkait tindak pidana korupsi, Maryoso dan Hasti disangkakan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Selain tindak pidana korupsi, Hasti juga ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), disangkakan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (atn/ria)






Reporter: Antonius Christian

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/