alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Solo Technopark Diperbaiki, PKL di Jalan Ki Hajar Dewantara Khawatir Tergusur

SOLO – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di ruas jalan Ki Hajar Dewantara merasa ketar-ketir. Sebab mereka khawatir posisi mereka akan terusir setelah pembangunan Buolevard Solo Technopark (STP) Kota Surakarta selesai.

Kekhawatiran ini diutarakan para PKL kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Y.F. Sukasno. Menurutnya, Dewan jelas sangat mendukung dengan pembangunan tersebut, mengingat beberapa gedung baru di komplek STP Surakarta juga semakin indah. Terlebih dengan dibangunnya Boulevad pintu masuk STP.

“Harapan Fraksi PDI Perjuangan, penataan ini semakin memperindah dan meningkatkan kinerja STP Surakarta. Tapi jangan sampai pembangunan itu menggusur teman-teman PKL, yang selama ini sudah buka sore dan malam hari di seputaran STP Kota Surakarta,” jelas Sukasno, Kamis (12/5).

Sukasno mengatakan, pihaknya mendapat curhatan dari paguyuban PKL di jalan Ki Hajar Dewantara yang merasa khawatir dengan dibangunnya Boulevad STP, para pedagang akan terusir. “Mereka takut disuruh pergi semua,” katanya.

“Dari obrolan itu kami Fraksi PDI Perjuangan akan mengkomunikasikan dengan pihak Solo Technopark. Supaya sedulur PKL disitu tetap bisa berjualan seperti biasanya. Karena PKL disitu jualan makanan dan dibutuhkan oleh teman-teman Mahasiswa. Dan selama ini sebelum dan selesai jualan lokasi juga tetap bersih dan rapi,” pungkasnya. (atn/dam)

SOLO – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasanya berjualan di ruas jalan Ki Hajar Dewantara merasa ketar-ketir. Sebab mereka khawatir posisi mereka akan terusir setelah pembangunan Buolevard Solo Technopark (STP) Kota Surakarta selesai.

Kekhawatiran ini diutarakan para PKL kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Y.F. Sukasno. Menurutnya, Dewan jelas sangat mendukung dengan pembangunan tersebut, mengingat beberapa gedung baru di komplek STP Surakarta juga semakin indah. Terlebih dengan dibangunnya Boulevad pintu masuk STP.

“Harapan Fraksi PDI Perjuangan, penataan ini semakin memperindah dan meningkatkan kinerja STP Surakarta. Tapi jangan sampai pembangunan itu menggusur teman-teman PKL, yang selama ini sudah buka sore dan malam hari di seputaran STP Kota Surakarta,” jelas Sukasno, Kamis (12/5).

Sukasno mengatakan, pihaknya mendapat curhatan dari paguyuban PKL di jalan Ki Hajar Dewantara yang merasa khawatir dengan dibangunnya Boulevad STP, para pedagang akan terusir. “Mereka takut disuruh pergi semua,” katanya.

“Dari obrolan itu kami Fraksi PDI Perjuangan akan mengkomunikasikan dengan pihak Solo Technopark. Supaya sedulur PKL disitu tetap bisa berjualan seperti biasanya. Karena PKL disitu jualan makanan dan dibutuhkan oleh teman-teman Mahasiswa. Dan selama ini sebelum dan selesai jualan lokasi juga tetap bersih dan rapi,” pungkasnya. (atn/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/