alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Kopi Bangkitkan Ekonomi, Harus Bisa Kuasai Pasar Lokal dan Internasional

SOLO – Maraknya coffeeshop di Kota Bengawan diklaim Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai bukti kebangkitan ekonomi tanah air di masa pandemi Covid-19.

Selain sebagai salah satu produk ekonomi kreatif yang akan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi, kopi juga mampu menjadi peluang terbukanya lapangan kerja.

“Misalnya satu coffeeshop ada 40 tenaga kerja yang dibutuhkan, kalau ada sepuluh coffeeshop, berarti sudah 400 tenaga kerja yang terserap. Ini bagus sebagai kebangkitan ekonomi kita,” ungkap Sandiaga saat berkunjung ke Stasiun Kopi Solo Balapan, Jumat (11/3) malam.

Sandi mengatakan, potensi ekspor kopi Indonesia sangat terbuka. Pasar luar negeri cukup menjanjikan. Tahun lalu, ekspor produk ekonomi kreatif tanah air tembus di angka $21 miliar. Jumlah ini mencetak rekor.

Ke depan, komoditas kopi diharapkan juga bisa diandalkan sebagai salah satu komoditas ekspor, sehingga dapat mendatangkan devisa, serta peluang usaha dan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

“Potensi ekspor kopi kita bisa ditingkatkan. Karena sebagian dari beberapa originasi kopi Indonesia belum terkelola dengan optimal. Tiap wilayah di Indonesia punya keunggulan kopi yang sangat luar biasa. Mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan daerah lain,” sambungnya.

Sementara itu, bicara soal pasar dalam negeri, menparekraf mengapresiasi banyak coffeeshop yang mengadopsi pola tatanan ekonomi baru, yakni berbasis kolaborasi. Ambil contoh, Stasiun Kopi Solo Balapan. Aset bangunannya milik Kereta Api Indonesia (KAI), didukung oleh Pemkot Surakarta menjadi sebuah bisnis sekaligus destinasi wisata kuliner yang mengangkat produk kopi Nusantara.

“Kopi Indonesia dikenal di seluruh dunia. Sudah saatnya kita juga memberikan apresiasi terhadap kopi lokal terbaik. Dengan memberikan keberpihakan melalui gerakan bangga produk Indonesia dan beli produk kreatif lokal,” ajak Sandiaga.

Owner Stasiun Kopi Solo Balapan Santoso menambahkan, kedai kopi kini tidak hanya sebagai tujuan kuliner. Tapi juga menjadi destinasi wisata yang sanggup menarik wisatawan lokal berkunjung ke Kota Bengawan.

“Karena di setiap daerah punya keistimewaan kopi masing-masing. Solo juga punya kopi khas yang bisa menjadi daya tarik kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (aya/wa/dam)

SOLO – Maraknya coffeeshop di Kota Bengawan diklaim Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai bukti kebangkitan ekonomi tanah air di masa pandemi Covid-19.

Selain sebagai salah satu produk ekonomi kreatif yang akan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi, kopi juga mampu menjadi peluang terbukanya lapangan kerja.

“Misalnya satu coffeeshop ada 40 tenaga kerja yang dibutuhkan, kalau ada sepuluh coffeeshop, berarti sudah 400 tenaga kerja yang terserap. Ini bagus sebagai kebangkitan ekonomi kita,” ungkap Sandiaga saat berkunjung ke Stasiun Kopi Solo Balapan, Jumat (11/3) malam.

Sandi mengatakan, potensi ekspor kopi Indonesia sangat terbuka. Pasar luar negeri cukup menjanjikan. Tahun lalu, ekspor produk ekonomi kreatif tanah air tembus di angka $21 miliar. Jumlah ini mencetak rekor.

Ke depan, komoditas kopi diharapkan juga bisa diandalkan sebagai salah satu komoditas ekspor, sehingga dapat mendatangkan devisa, serta peluang usaha dan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

“Potensi ekspor kopi kita bisa ditingkatkan. Karena sebagian dari beberapa originasi kopi Indonesia belum terkelola dengan optimal. Tiap wilayah di Indonesia punya keunggulan kopi yang sangat luar biasa. Mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan daerah lain,” sambungnya.

Sementara itu, bicara soal pasar dalam negeri, menparekraf mengapresiasi banyak coffeeshop yang mengadopsi pola tatanan ekonomi baru, yakni berbasis kolaborasi. Ambil contoh, Stasiun Kopi Solo Balapan. Aset bangunannya milik Kereta Api Indonesia (KAI), didukung oleh Pemkot Surakarta menjadi sebuah bisnis sekaligus destinasi wisata kuliner yang mengangkat produk kopi Nusantara.

“Kopi Indonesia dikenal di seluruh dunia. Sudah saatnya kita juga memberikan apresiasi terhadap kopi lokal terbaik. Dengan memberikan keberpihakan melalui gerakan bangga produk Indonesia dan beli produk kreatif lokal,” ajak Sandiaga.

Owner Stasiun Kopi Solo Balapan Santoso menambahkan, kedai kopi kini tidak hanya sebagai tujuan kuliner. Tapi juga menjadi destinasi wisata yang sanggup menarik wisatawan lokal berkunjung ke Kota Bengawan.

“Karena di setiap daerah punya keistimewaan kopi masing-masing. Solo juga punya kopi khas yang bisa menjadi daya tarik kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/