alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Perpanjang Pengosongan Selter Manahan, Beri Pedagang Waktu Pindah

SOLO – Pemkot memberikan pelonggaran batas waktu pengosongan Selter Manahan, yakni yang awalnya 10 Mei menjadi 18 Mei. Para pedang memiliki waktu lebih banyak untuk persiapan pindah.

Koko Kuncoro, salah seorang pedagang Selter Manahan mengatakan, paguyuban pedagang Gotong Royong dan Guyub Rukun yang sebelumnya berjualan di dua lokasi berbeda bakal disatukan.

Mayoritas pedagang sudah bersiap pindah ke lokasi baru karena sebagian sudah ada yang sewa tempat di sekitar Manahan. “Rencananya saya juga baru mau cari-cari lokasi baru yang pas. Kan batas akhirnya (pengosongan selter) kan 18 Mei besok. Jadi masih ada waktu,” terang Koko yang berjualan baju olahraga dan jersey sepak bola.

Soal desain selter baru, Koko menilai lebih representatif. Namun, informasi yang dia terima, lokasi baru tersebut dikhususkan untuk kuliner. Sebab itu, Koko bersiap banting stir jenis dagangan.

Surati, pedagang ayam geprek Selter Manahan lainnya mengaku juga mulai ancang-ancang pindahan karena sudah menyewa tempat baru. “Saya sewa di sekitar Manahan. Tiga titik biayanya Rp 8,5 juta untuk setahun sewa. Ini baru pembenahan agar lebih cocok untuk warung makan,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi menuturkan, seiring perpanjangan deadline pengosongan selter, pihaknya berharap pada hari H, lokasi setempat benar-benar steril dari aktivitas perdagangan. (ves/wa/dam)

SOLO – Pemkot memberikan pelonggaran batas waktu pengosongan Selter Manahan, yakni yang awalnya 10 Mei menjadi 18 Mei. Para pedang memiliki waktu lebih banyak untuk persiapan pindah.

Koko Kuncoro, salah seorang pedagang Selter Manahan mengatakan, paguyuban pedagang Gotong Royong dan Guyub Rukun yang sebelumnya berjualan di dua lokasi berbeda bakal disatukan.

Mayoritas pedagang sudah bersiap pindah ke lokasi baru karena sebagian sudah ada yang sewa tempat di sekitar Manahan. “Rencananya saya juga baru mau cari-cari lokasi baru yang pas. Kan batas akhirnya (pengosongan selter) kan 18 Mei besok. Jadi masih ada waktu,” terang Koko yang berjualan baju olahraga dan jersey sepak bola.

Soal desain selter baru, Koko menilai lebih representatif. Namun, informasi yang dia terima, lokasi baru tersebut dikhususkan untuk kuliner. Sebab itu, Koko bersiap banting stir jenis dagangan.

Surati, pedagang ayam geprek Selter Manahan lainnya mengaku juga mulai ancang-ancang pindahan karena sudah menyewa tempat baru. “Saya sewa di sekitar Manahan. Tiga titik biayanya Rp 8,5 juta untuk setahun sewa. Ini baru pembenahan agar lebih cocok untuk warung makan,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi menuturkan, seiring perpanjangan deadline pengosongan selter, pihaknya berharap pada hari H, lokasi setempat benar-benar steril dari aktivitas perdagangan. (ves/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/