alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Surakarta Izinkan PKL Citywalk, Khusus KTP Solo

SOLO – Pemkot Surakarta terus mematangkan rencana pembukaan car free day (CFD) pada Minggu (15/5). Setelah menimbang berbagai hal, akhirnya pedagang diizinkan menggelar lapaknya di area citywalk dari Gendengan-Ngapeman. Namun uji coba pertama hanya untk pedagang ber-KTP Solo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi mengatakan, uji coba pembukaan kali pertama pasca vakum dua tahun itu akan melibatkan pedagang kaki lima (PKL), namun khusus pedagang ber-KTP Solo. Kebijakan ini tentu akan memunculkan pertanyaan. Sebab, total pedagang yang terlibat dalam event CFD mencapai 2000 orang dari berbagai daerah.

“Kami uji cobakan sementara ini untuk pedagang ber-KTP Solo dulu. Jika ke depan masih memungkinkan akan mengakomodasi semua pedagang yang terdata di paguyuban masing-masing segmen. Kamis malam (12/5) akan kami sampaikan ke paguyuban,” ujar dia.

Selain kebijakan pedagang ber-KTP Solo, disdag juga mengubah titik-titik yang boleh digunakan untuk berdagang. Pada uji coba pertama nanti hanya segmen Gendengan-Ngapeman yang boleh dipakai berjualan. Untuk titik lainnya sampai saat ini masih terus dimatangkan.

“Yang boleh citywalk Gendengan-Ngapeman tanpa Loji Gandrung (steril PKL). Lainnya di titik- titik seperti halaman kantor sejumlah dinas, area parkir Galabo, area parkir Benteng Vastenburg dan sebagainya. Ini kami matangkan dulu,” ujar dia.

Tapi yang jelas, kata Heru, CFD diperpanjang sampai Jalan Jenderal Sudirman (Gladak-Balaikota) sisi timur. Nanti akan terus dievaluasi. Sebab ini baru sebatas uji coba. Dari hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan pertimbangan kebijakan selanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno membenarkan adanya arahan untuk menambah segmen CFD pada Minggu (15/5) nanti. Gelaran CFD yang sebelumnya dimulai dari Simpang Purwosari hingga Bundaran Gladak bakal diperpanjang hingga Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) sisi timur (segmen Gladak-Balaikota).

“Pengaturan lalinya sama, hanya ada tambahan sisi timur Jensud saja. Nanti dilihat kalau benar-benar termanfaatkan ya bisa dibakukan, kalau sepi peminat ya bisa dikembalikan seperti semula. Kan ada evaluasi lagi setelahnya,” tutup Hari. (ves/bun/dam)

SOLO – Pemkot Surakarta terus mematangkan rencana pembukaan car free day (CFD) pada Minggu (15/5). Setelah menimbang berbagai hal, akhirnya pedagang diizinkan menggelar lapaknya di area citywalk dari Gendengan-Ngapeman. Namun uji coba pertama hanya untk pedagang ber-KTP Solo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi mengatakan, uji coba pembukaan kali pertama pasca vakum dua tahun itu akan melibatkan pedagang kaki lima (PKL), namun khusus pedagang ber-KTP Solo. Kebijakan ini tentu akan memunculkan pertanyaan. Sebab, total pedagang yang terlibat dalam event CFD mencapai 2000 orang dari berbagai daerah.

“Kami uji cobakan sementara ini untuk pedagang ber-KTP Solo dulu. Jika ke depan masih memungkinkan akan mengakomodasi semua pedagang yang terdata di paguyuban masing-masing segmen. Kamis malam (12/5) akan kami sampaikan ke paguyuban,” ujar dia.

Selain kebijakan pedagang ber-KTP Solo, disdag juga mengubah titik-titik yang boleh digunakan untuk berdagang. Pada uji coba pertama nanti hanya segmen Gendengan-Ngapeman yang boleh dipakai berjualan. Untuk titik lainnya sampai saat ini masih terus dimatangkan.

“Yang boleh citywalk Gendengan-Ngapeman tanpa Loji Gandrung (steril PKL). Lainnya di titik- titik seperti halaman kantor sejumlah dinas, area parkir Galabo, area parkir Benteng Vastenburg dan sebagainya. Ini kami matangkan dulu,” ujar dia.

Tapi yang jelas, kata Heru, CFD diperpanjang sampai Jalan Jenderal Sudirman (Gladak-Balaikota) sisi timur. Nanti akan terus dievaluasi. Sebab ini baru sebatas uji coba. Dari hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan pertimbangan kebijakan selanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno membenarkan adanya arahan untuk menambah segmen CFD pada Minggu (15/5) nanti. Gelaran CFD yang sebelumnya dimulai dari Simpang Purwosari hingga Bundaran Gladak bakal diperpanjang hingga Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) sisi timur (segmen Gladak-Balaikota).

“Pengaturan lalinya sama, hanya ada tambahan sisi timur Jensud saja. Nanti dilihat kalau benar-benar termanfaatkan ya bisa dibakukan, kalau sepi peminat ya bisa dikembalikan seperti semula. Kan ada evaluasi lagi setelahnya,” tutup Hari. (ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/