alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

70 Persen Pedagang Sudah Tempati Pasar Legi

SOLO Sejumlah kios, los, dan lapak darurat di sekitar Pasar Legi, Kamis (13/1). Di waktu bersamaan, sebagian pedagang oprokan mulai menempati lantai II bangunan pasar permanen. Dengan masuknya mereka, diperkirakan 70 persen dari keseluruhan pedagang sudah menempati Pasar Legi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pembongkaran kios, los, dan lapak darurat menyasar Jalan Sabang, Jalan Lumban Tobing, Jalan M Saleh Wedisastro, dan Jalan DI Pandjaitan.

“Pembongkarannya dilakukan pedagang dan dibantu petugas. Yang utama lapak darurat dulu, kalau los dan kiosnya masih menunggu proses penghapusan aset,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Heru Sunardi.

Disdag berupaya secepatnya membersihkan jalan di sekitar Pasar Legi dari kios, lapak, los, maupun pedagang oprokan. Mengingat pemindahan pedagang sudah dilakukan sejak beberapa pekan sebelumnya. “Kalau masih nekat berjualan di luar pasar, ya akan ditertibkan. Jika (kios dan los) tidak ditempati selama dua bulan, bisa dicabut SHP (surat hak penempatan)-nya,” tegasnya.

Sementara itu, Alimah, pedagang makanan mengaku sudah tiga hari berjualan di lantai II Pasar Legi. “Lokasi dagang di Jalan DI Pandjaitan sudah saya dibersihkan. Mulai jualan normal di sini. Harapannya ya semua pedagang segera masuk, kalau kompak nanti kan pasti lebih ramai,” jelas perempuan 46 tahun itu.

Senada diungkapkan Sariani, pedagang minuman. “Sudah lumayan ramai. Mungkin satu atau minggu lagi baru bisa normal kalau semua sudah buka bersama,” ujar dia.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menuturkan, pemindahan pedagang dari pasar darurat ke pasar permanen dibatasi hingga Rabu (13/1). Selanjutnya seluruh aktivitas jual beli harus dilakukan di dalam Pasar Legi.

“Pembersihannya (pasar darurat) masih kami cicil. Tidak ada penolakan, semua kooperatif, semua kompak,” terang dia.

Lalu kapan peresmian pasar yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 114,7 miliar dari pemerintah pusat itu? Gibran menyebut Kamis (20/1). “Yang penting semua pedagang masuk dulu, nanti kami bersihkan. 20 Januari mau peresmian,” ucapnya. (mg3/ves/wa)

SOLO Sejumlah kios, los, dan lapak darurat di sekitar Pasar Legi, Kamis (13/1). Di waktu bersamaan, sebagian pedagang oprokan mulai menempati lantai II bangunan pasar permanen. Dengan masuknya mereka, diperkirakan 70 persen dari keseluruhan pedagang sudah menempati Pasar Legi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pembongkaran kios, los, dan lapak darurat menyasar Jalan Sabang, Jalan Lumban Tobing, Jalan M Saleh Wedisastro, dan Jalan DI Pandjaitan.

“Pembongkarannya dilakukan pedagang dan dibantu petugas. Yang utama lapak darurat dulu, kalau los dan kiosnya masih menunggu proses penghapusan aset,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Heru Sunardi.

Disdag berupaya secepatnya membersihkan jalan di sekitar Pasar Legi dari kios, lapak, los, maupun pedagang oprokan. Mengingat pemindahan pedagang sudah dilakukan sejak beberapa pekan sebelumnya. “Kalau masih nekat berjualan di luar pasar, ya akan ditertibkan. Jika (kios dan los) tidak ditempati selama dua bulan, bisa dicabut SHP (surat hak penempatan)-nya,” tegasnya.

Sementara itu, Alimah, pedagang makanan mengaku sudah tiga hari berjualan di lantai II Pasar Legi. “Lokasi dagang di Jalan DI Pandjaitan sudah saya dibersihkan. Mulai jualan normal di sini. Harapannya ya semua pedagang segera masuk, kalau kompak nanti kan pasti lebih ramai,” jelas perempuan 46 tahun itu.

Senada diungkapkan Sariani, pedagang minuman. “Sudah lumayan ramai. Mungkin satu atau minggu lagi baru bisa normal kalau semua sudah buka bersama,” ujar dia.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming menuturkan, pemindahan pedagang dari pasar darurat ke pasar permanen dibatasi hingga Rabu (13/1). Selanjutnya seluruh aktivitas jual beli harus dilakukan di dalam Pasar Legi.

“Pembersihannya (pasar darurat) masih kami cicil. Tidak ada penolakan, semua kooperatif, semua kompak,” terang dia.

Lalu kapan peresmian pasar yang pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 114,7 miliar dari pemerintah pusat itu? Gibran menyebut Kamis (20/1). “Yang penting semua pedagang masuk dulu, nanti kami bersihkan. 20 Januari mau peresmian,” ucapnya. (mg3/ves/wa)

Populer

Berita Terbaru