alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Lansia di Solo Happy Jalani Vaksinasi Booster Perdana: Yang Ini Badan Jadi Lega

SOLO – Pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Solo hari ini (14/1), berjalan lancar. Para lansia tak mengalami kejadian pasca imunisasi. Mereka mulai terbiasa disuntik vaksin setelah menjalani dua kali vaksinasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pelaksanaan vaksinasi booster dimulai pukul 07.30. Tampak sejumlah lansia membawa surat undangan vaksinasi dari kelurahan masing-masing. Mereka mulai mengantre untuk skrining kondisi awal sebelum dipanggil petugas medis untuk disuntuk menggunakan AstraZeneca.

“Datang pukul 07.00 lalu menunggu antrean, diperiksa kemudian disuntik. Perasaannya happy-happy saja, tidak sakit. Beda sama vaksin yang pertama dan kedua kemarin. Mungkin karena sudah terbiasa ya,” kata Nik Sarmini, 70, salah seorang peserta vaksinasi booster ditemui di lokasi vaksinasi kemarin.

Pensiunan terapis di YPAC Surakarta itu sadar bahwa dia merupakan kelompok usia rentan terpapar Covid-19. Sebab itu, sejak info vaksinasi disebar dari kelurahan dia langsung segera mendaftar agar dapat ikut program vaksinasi booster itu.

“Lansia kan memang rentanj, jadi harus semangat. Makanan saat ada kabar saya langsung daftar,” jelas warga RT 02 RW 1 Banjarsari itu.

Nik merasa kondisinya sehat bugar pasca divaksinasi. Ini terlihat dari keaktifannya kala ikut bernyanyi di halaman sekitar lokasi vaksinasi. Nenek yang kini berprofesi sebagai tukang pijat bayi itu langsung ikut menyanyanyi kala mendengar lagu favoritnya dinyanyikan.

“Tadi saya ikut nyanyi-nyanyi saja, lalu diberi mik. Jadi ya pede (percaya diri) saja,” kata dia.

Nenek tua itu menyanyi dengan lantang sebuah lagu yang populer di era 1956 itu. Sebuah single berjudul Mutiara Yang Hilang yang dipopulerkan oleh Ernie Johan itu membuat senyum nenek satu ini makin merekah, meski sebelumnya harus disuntik program imunisasi Covid-19 itu.

“Tadi ikut nyanyi, kebetulan lagu Mutiara Yang Hilang ini favorit saya. Habis suntik langsung pegang mik,” kelakar Nik Sarmini.

Vaksinasi booster ini seakan tak menimbulkan kekhawatiran di benak para lansia. Mereka kini sudah terbiasa dengan program vaksinasi itu. Sebab itu, para kakek dan nenek itu makin antusias untuk mengikuti vaksinasi pagi itu.

“Tadi datang dan tidak lama langsung divaksin. Saya datang ini karena menerima undangan dari kelurahan yang disampaikan ketua RW saya,” imbuh Marinim, 69, peserta vaksinasi lain.

Kakek yang sehari-hari jualan es kapal di di sekitar Simpang Joglo itu merasa bersyukur bisa mengikuti vaksinasi itu lantaran pekerjaannya juga berisiko karena bertemu dengan banyak orang. Menyadari hal itu, Marimin dengan senang hati datang untuk mengikuti program vaksinasi itu. Hebatnya, tubuh sang kakek ini justru terasa makin bugar pasca vaksinasi kali ketiga itu.

“Vaksinasi pertama dan kedua saya lakukan di Puskesmas Gambirsari. Vaksinasi yang dulu memang terasa agak sakit, tapi kalau yang ini badan saya malah terasa agak lega. Rasanya malah tambak enak, semoga saja bisa makin kebal dari penyakit Covid-19,” kata warga RT 04 RW 02 Kadipiro, Banjarsari itu.

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat terlihat jelas dari banyaknya lansia yang datang memenuhi undangan vaksinasi itu. Meski tidak semua bisa menerima vaksinasi pagi itu, para lansia ini tetap sabar untuk menunggu undangan selanjutnya.

“Kebetulan ini tadi belum bisa divaksin karena ternyata jeda waktu dari dosis kedua ke dosis ketiga ini belum sampai 6 bulan. Nanti nunggu panggilan lagi,” kata Sumarsi, 85, warga RT 01 RW 10 Joglo, Banjarsari.

Di waktu bersamaan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meninjau vaksinasi booster perdana di RSUD itu. “Lancar-lancar, semua antusias. Semoga semua bisa tambah sehat dengan vaksinasi ini,” terang dia.

Disinggung soal rencana vaksinasi booster, wali kota mengatakan, sementara ini sasaran vaksinasi booster dilakukan kepada 400 lansia, mengingat ketersedian vaksin terbatas. Meski demikian. pemkot terus mengupayakan untuk mengajukan penambahan vaksin itu.

“Semua kota masih terbatas. Tapi sudah kami ajukan tambahan, bertahap,” tutur Gibran. (ves/bun/ria)

 






Reporter: Silvester Kurniawan

SOLO – Pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Solo hari ini (14/1), berjalan lancar. Para lansia tak mengalami kejadian pasca imunisasi. Mereka mulai terbiasa disuntik vaksin setelah menjalani dua kali vaksinasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pelaksanaan vaksinasi booster dimulai pukul 07.30. Tampak sejumlah lansia membawa surat undangan vaksinasi dari kelurahan masing-masing. Mereka mulai mengantre untuk skrining kondisi awal sebelum dipanggil petugas medis untuk disuntuk menggunakan AstraZeneca.

“Datang pukul 07.00 lalu menunggu antrean, diperiksa kemudian disuntik. Perasaannya happy-happy saja, tidak sakit. Beda sama vaksin yang pertama dan kedua kemarin. Mungkin karena sudah terbiasa ya,” kata Nik Sarmini, 70, salah seorang peserta vaksinasi booster ditemui di lokasi vaksinasi kemarin.

Pensiunan terapis di YPAC Surakarta itu sadar bahwa dia merupakan kelompok usia rentan terpapar Covid-19. Sebab itu, sejak info vaksinasi disebar dari kelurahan dia langsung segera mendaftar agar dapat ikut program vaksinasi booster itu.

“Lansia kan memang rentanj, jadi harus semangat. Makanan saat ada kabar saya langsung daftar,” jelas warga RT 02 RW 1 Banjarsari itu.

Nik merasa kondisinya sehat bugar pasca divaksinasi. Ini terlihat dari keaktifannya kala ikut bernyanyi di halaman sekitar lokasi vaksinasi. Nenek yang kini berprofesi sebagai tukang pijat bayi itu langsung ikut menyanyanyi kala mendengar lagu favoritnya dinyanyikan.

“Tadi saya ikut nyanyi-nyanyi saja, lalu diberi mik. Jadi ya pede (percaya diri) saja,” kata dia.

Nenek tua itu menyanyi dengan lantang sebuah lagu yang populer di era 1956 itu. Sebuah single berjudul Mutiara Yang Hilang yang dipopulerkan oleh Ernie Johan itu membuat senyum nenek satu ini makin merekah, meski sebelumnya harus disuntik program imunisasi Covid-19 itu.

“Tadi ikut nyanyi, kebetulan lagu Mutiara Yang Hilang ini favorit saya. Habis suntik langsung pegang mik,” kelakar Nik Sarmini.

Vaksinasi booster ini seakan tak menimbulkan kekhawatiran di benak para lansia. Mereka kini sudah terbiasa dengan program vaksinasi itu. Sebab itu, para kakek dan nenek itu makin antusias untuk mengikuti vaksinasi pagi itu.

“Tadi datang dan tidak lama langsung divaksin. Saya datang ini karena menerima undangan dari kelurahan yang disampaikan ketua RW saya,” imbuh Marinim, 69, peserta vaksinasi lain.

Kakek yang sehari-hari jualan es kapal di di sekitar Simpang Joglo itu merasa bersyukur bisa mengikuti vaksinasi itu lantaran pekerjaannya juga berisiko karena bertemu dengan banyak orang. Menyadari hal itu, Marimin dengan senang hati datang untuk mengikuti program vaksinasi itu. Hebatnya, tubuh sang kakek ini justru terasa makin bugar pasca vaksinasi kali ketiga itu.

“Vaksinasi pertama dan kedua saya lakukan di Puskesmas Gambirsari. Vaksinasi yang dulu memang terasa agak sakit, tapi kalau yang ini badan saya malah terasa agak lega. Rasanya malah tambak enak, semoga saja bisa makin kebal dari penyakit Covid-19,” kata warga RT 04 RW 02 Kadipiro, Banjarsari itu.

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat terlihat jelas dari banyaknya lansia yang datang memenuhi undangan vaksinasi itu. Meski tidak semua bisa menerima vaksinasi pagi itu, para lansia ini tetap sabar untuk menunggu undangan selanjutnya.

“Kebetulan ini tadi belum bisa divaksin karena ternyata jeda waktu dari dosis kedua ke dosis ketiga ini belum sampai 6 bulan. Nanti nunggu panggilan lagi,” kata Sumarsi, 85, warga RT 01 RW 10 Joglo, Banjarsari.

Di waktu bersamaan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meninjau vaksinasi booster perdana di RSUD itu. “Lancar-lancar, semua antusias. Semoga semua bisa tambah sehat dengan vaksinasi ini,” terang dia.

Disinggung soal rencana vaksinasi booster, wali kota mengatakan, sementara ini sasaran vaksinasi booster dilakukan kepada 400 lansia, mengingat ketersedian vaksin terbatas. Meski demikian. pemkot terus mengupayakan untuk mengajukan penambahan vaksin itu.

“Semua kota masih terbatas. Tapi sudah kami ajukan tambahan, bertahap,” tutur Gibran. (ves/bun/ria)

 






Reporter: Silvester Kurniawan

Populer

Berita Terbaru