alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Jawab Isu Kerenggangan di Internal Partai, Ini Kata Ketua DPC PDIP Solo

SOLO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo F.X. Hadi Rudyatmo menepis isu adanya kerenggangan di internal partai.

Isu kerenggangan tersebut mencuat setelah tidak diundangnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP, dalam agenda halal bihalal partai yang digelar di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (7/5) lalu.

“Menurut informasi kan tidak diundang, kan sudah jelas kok bunyinya (dalam undangan), halal bihalal, ketua sekretaris DPC, ketua DPRD, bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, kota, kabupaten. Ya sudah memang tidak diundang,” kata Rudy, Sabtu (14/5).

Rudy menyebut, tidak menjadi masalah Ganjar tidak diundang dalam halal bihalal tersebut. Di satu sisi, Rudy pun ternyata tak bisa hadir karena bebarengan dengan acara internal.

“Tetapi sebetulnya, tidak menjadi personal bagi saya atau siapa pun,” ungkapnya.

“Saya pun juga tidak bisa hadir karena saya juga pas waktu itu silaturahmi dengan teman-teman, pengurus anak ranting yang ada di kecamatan mau ke rumah saya. Sehingga, saya mohon izin bukan karena Pak Ganjar tidak hadir, namun karena memang izin tidak hadir,” imbuh Rudy.

Ditegaskan Rudy, tak ada kerenggangan antarkader partai, baik itu di tingkat pusat, daerah, cabang, bahkan sampai ranting.

“Ndak, ndak itu, tidak ada kerenggangan dan sebagainya itu tidak,” papar Rudy.

Dia menambahkan, hingga kini PDIP belum menentukan kader yang akan diusung dalam Pemilu 2024.  Menurut dia, kader tetap akan menunggu dan tunduk dengan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

“Ya tinggal nanti bu ketua umum nanti cara memutuskan hal-hal seperti itu,” ucap dia.

Disinggung soal elektabilitas Ganjar yang terus naik dalam berbagai survei, Rudy menyatakan, hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi partai. Namun demikian, sekali lagi dia menegaskan, kader akan tetap menunggu keputusan partai.

“Elektabilitasnya, Pak Ganjar tinggi, PDIP tinggi, itu keuntungan. Jangan sampai gara-gara perbedaan-perbedaan pendapat ini jadi batu sandungan. Karena perbedaan pendapat bisa diselesaikan di dalam rumah partai dan rumah rakyat,” imbuh dia. (atn/ria)






Reporter: Antonius Christian

SOLO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo F.X. Hadi Rudyatmo menepis isu adanya kerenggangan di internal partai.

Isu kerenggangan tersebut mencuat setelah tidak diundangnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP, dalam agenda halal bihalal partai yang digelar di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (7/5) lalu.

“Menurut informasi kan tidak diundang, kan sudah jelas kok bunyinya (dalam undangan), halal bihalal, ketua sekretaris DPC, ketua DPRD, bupati, wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, kota, kabupaten. Ya sudah memang tidak diundang,” kata Rudy, Sabtu (14/5).

Rudy menyebut, tidak menjadi masalah Ganjar tidak diundang dalam halal bihalal tersebut. Di satu sisi, Rudy pun ternyata tak bisa hadir karena bebarengan dengan acara internal.

“Tetapi sebetulnya, tidak menjadi personal bagi saya atau siapa pun,” ungkapnya.

“Saya pun juga tidak bisa hadir karena saya juga pas waktu itu silaturahmi dengan teman-teman, pengurus anak ranting yang ada di kecamatan mau ke rumah saya. Sehingga, saya mohon izin bukan karena Pak Ganjar tidak hadir, namun karena memang izin tidak hadir,” imbuh Rudy.

Ditegaskan Rudy, tak ada kerenggangan antarkader partai, baik itu di tingkat pusat, daerah, cabang, bahkan sampai ranting.

“Ndak, ndak itu, tidak ada kerenggangan dan sebagainya itu tidak,” papar Rudy.

Dia menambahkan, hingga kini PDIP belum menentukan kader yang akan diusung dalam Pemilu 2024.  Menurut dia, kader tetap akan menunggu dan tunduk dengan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

“Ya tinggal nanti bu ketua umum nanti cara memutuskan hal-hal seperti itu,” ucap dia.

Disinggung soal elektabilitas Ganjar yang terus naik dalam berbagai survei, Rudy menyatakan, hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi partai. Namun demikian, sekali lagi dia menegaskan, kader akan tetap menunggu keputusan partai.

“Elektabilitasnya, Pak Ganjar tinggi, PDIP tinggi, itu keuntungan. Jangan sampai gara-gara perbedaan-perbedaan pendapat ini jadi batu sandungan. Karena perbedaan pendapat bisa diselesaikan di dalam rumah partai dan rumah rakyat,” imbuh dia. (atn/ria)






Reporter: Antonius Christian

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/