alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pelaksanaan CFD, Rute Perjalanan BST di Lima Koridor Bakal Disesuaikan

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna mendukung pembukaan kembali gelaran car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi (Purwosari-Gladak) dan Jalan Jenderal Sudirman sisi timur (Tugu Pamandengan-Gladak).

Selain rekayasa lalin, rute perjalanan Batik Solo Trans (BST) di lima koridor juga akan mendapat penyesuaian seiring pelaksanaan event mingguan yang berlangsung sejak pukul 06.00-09.00.

Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno memastikan tak banyak perubahan dalam pelaksanaan CFD Minggu besok (15/5). Secara umum rute utama kegiatan masih menggunakan Jalan Slamet Riyadi. Mulai dari Simpang Purwosari hingga Gladak. Perbedaan hanya pada tambahan satu segmen dengan menggunakan sisi timur Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Gladak hingga Tugu Pamandengan (depan Balai Kota Surakarta).

Dengan teknis seperti itu, aksesbilitas di sisi barat Jalan Jenderal Sudirman tetap dibuka untuk mobilitas kendaraan khususnya dari arah utara ke selatan (Keraton-balai kota). Namun tidak menutup kemungkinan sisi barat Jalan Jenderal Sudirman itu juga dibuka untuk dua arah.

“Sisi barat Jalan Jenderal Sudirman tetap dibuka untuk melayani mobilitas warga mengingat di area itu ada perpotongan jalan dan gereja yang biasa menggelar giat peribadatan pada Minggu pagi. Pelaksanaan fleksibel saja, kalau perlu nanti arah balaikota ke keraton bisa difasilitasi,” beber Hari.

Keberadaan bundaran Gladak yang masih bisa dilalui kendaraan itu melengkapi tiga titik crossing yang disiapkan seperti di Simpang Gendengan, Simpang Ngapeman, dan Simpang Nonongan. Keberadaan akses crossing ini disediakan untuk memfasilitasi kendaraan yang hendak berpindah segmen baik dari selatan ke utara Jalan Slamet Riyadi maupun sebaliknya.

“Untuk parkirnya tetap sama, kami siapkan di mulut-mulut jalan. Kami juga siapkan hampir seratusan petugas untuk mengamankan CFD maupun rekayasa lalin di sekitarnya,” hemat dia.

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Surakarta juga menyesuaikan dan menyiapkan perubahan rute sementara di lima koridor BST yang melintas di Jalan Slamet Riyadi selama CFD berlangsung. Perubahan rute itu diterapkan pada BST koridor 1,2, 3, 5, dan 6. “Pengalihan arus BST ataupun feeder sudah siap semua, tidak ada masalah,” kata Hari.

Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator BST Sri Sadadmojo mengatakan, perubahan rute sementara itu akan mulai diterapkan sejak BST di lima koridor itu keluar dari garasi. Artinya, armada BST di koridor 1, 2, 3, 5, dan 6 itu akan mulai menggunakan rute alternatif sejak jam lima pagi sekalipun CFD baru dimulai pada jam enam pagi.

“Jadi pakai rute alternatifnya sejak pertama operasional mulai pukul 05.00, nanti kembali ke rute normal menyesuaikan kebutuhan saja. Kalau Jalan Slamet Riyadi bisa dilalui pada pukul 09.00 ya akan langsung balik ke rute semula,” kata dia.

Penyesuian rute selama CFD berlangsung itu membuat sejumlah koridor BST bisa berhenti di halte yang bukan peruntukannya. Misalnya BST koridor 1 bisa berhenti di halte koridor lain selama melintas di rute penyesuaian itu. Dengan demikian diharapkan operasional BST bisa terdongkrak dengan hadirnya masyarakat yang hendak datamg ke CFD dengan memanfaatkam transportasi publik di Solo.

“Jadi naik turunnya lebih fleksibel karena melintas di rute sementara. Ya kalau rata-rata penumpang koridor 1 setara 2.500 penumpang pada hari minggu harapannya bisa bertambah dengan dinaiki warga yang hendak ke CFD,” harap Sadad. (ves/bun/dam)

Penyesuaian Rute BST

  • Koridor 1, Koridor 2, Koridor 3, Koridor 5, dan Koridor 6
  • Perubahan rute mulai pukul 05.00-09.00

 

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna mendukung pembukaan kembali gelaran car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi (Purwosari-Gladak) dan Jalan Jenderal Sudirman sisi timur (Tugu Pamandengan-Gladak).

Selain rekayasa lalin, rute perjalanan Batik Solo Trans (BST) di lima koridor juga akan mendapat penyesuaian seiring pelaksanaan event mingguan yang berlangsung sejak pukul 06.00-09.00.

Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno memastikan tak banyak perubahan dalam pelaksanaan CFD Minggu besok (15/5). Secara umum rute utama kegiatan masih menggunakan Jalan Slamet Riyadi. Mulai dari Simpang Purwosari hingga Gladak. Perbedaan hanya pada tambahan satu segmen dengan menggunakan sisi timur Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Gladak hingga Tugu Pamandengan (depan Balai Kota Surakarta).

Dengan teknis seperti itu, aksesbilitas di sisi barat Jalan Jenderal Sudirman tetap dibuka untuk mobilitas kendaraan khususnya dari arah utara ke selatan (Keraton-balai kota). Namun tidak menutup kemungkinan sisi barat Jalan Jenderal Sudirman itu juga dibuka untuk dua arah.

“Sisi barat Jalan Jenderal Sudirman tetap dibuka untuk melayani mobilitas warga mengingat di area itu ada perpotongan jalan dan gereja yang biasa menggelar giat peribadatan pada Minggu pagi. Pelaksanaan fleksibel saja, kalau perlu nanti arah balaikota ke keraton bisa difasilitasi,” beber Hari.

Keberadaan bundaran Gladak yang masih bisa dilalui kendaraan itu melengkapi tiga titik crossing yang disiapkan seperti di Simpang Gendengan, Simpang Ngapeman, dan Simpang Nonongan. Keberadaan akses crossing ini disediakan untuk memfasilitasi kendaraan yang hendak berpindah segmen baik dari selatan ke utara Jalan Slamet Riyadi maupun sebaliknya.

“Untuk parkirnya tetap sama, kami siapkan di mulut-mulut jalan. Kami juga siapkan hampir seratusan petugas untuk mengamankan CFD maupun rekayasa lalin di sekitarnya,” hemat dia.

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub Surakarta juga menyesuaikan dan menyiapkan perubahan rute sementara di lima koridor BST yang melintas di Jalan Slamet Riyadi selama CFD berlangsung. Perubahan rute itu diterapkan pada BST koridor 1,2, 3, 5, dan 6. “Pengalihan arus BST ataupun feeder sudah siap semua, tidak ada masalah,” kata Hari.

Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator BST Sri Sadadmojo mengatakan, perubahan rute sementara itu akan mulai diterapkan sejak BST di lima koridor itu keluar dari garasi. Artinya, armada BST di koridor 1, 2, 3, 5, dan 6 itu akan mulai menggunakan rute alternatif sejak jam lima pagi sekalipun CFD baru dimulai pada jam enam pagi.

“Jadi pakai rute alternatifnya sejak pertama operasional mulai pukul 05.00, nanti kembali ke rute normal menyesuaikan kebutuhan saja. Kalau Jalan Slamet Riyadi bisa dilalui pada pukul 09.00 ya akan langsung balik ke rute semula,” kata dia.

Penyesuian rute selama CFD berlangsung itu membuat sejumlah koridor BST bisa berhenti di halte yang bukan peruntukannya. Misalnya BST koridor 1 bisa berhenti di halte koridor lain selama melintas di rute penyesuaian itu. Dengan demikian diharapkan operasional BST bisa terdongkrak dengan hadirnya masyarakat yang hendak datamg ke CFD dengan memanfaatkam transportasi publik di Solo.

“Jadi naik turunnya lebih fleksibel karena melintas di rute sementara. Ya kalau rata-rata penumpang koridor 1 setara 2.500 penumpang pada hari minggu harapannya bisa bertambah dengan dinaiki warga yang hendak ke CFD,” harap Sadad. (ves/bun/dam)

Penyesuaian Rute BST

  • Koridor 1, Koridor 2, Koridor 3, Koridor 5, dan Koridor 6
  • Perubahan rute mulai pukul 05.00-09.00

 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/