alexametrics
33.8 C
Surakarta
Monday, 27 September 2021

Hasil Sampel Diduga Kuat dari Home Industry Alkohol

Tim Polda Jateng Selidiki Pencemaran di Sungai Bengawan Solo

SOLO – Polda Jateng akhirnya turun tangan menyelidiki pencemaran di Sungai Bengawan Solo. Hasilnya, pencemaran tersebut berasal dari limbah industri ciu di Mojolaban dan Polokarto.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, tim direktorat kriminal khusus (ditreskrimsus) polda sudah turun ke lokasi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kasus pencemaran lingkungan di Bengawan Solo.

“Tim kami telah mengecek tempat pengusaha alkohol di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo. Termasuk, tempat industri tekstil,” kata Iqbal.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Iqbal, pencemaran diakibatkan pembuangan limbah dari home industry alkohol dan etanol. Selain itu, tim ditreskrimsus juga mengecek perusahaan di sekitar aliran Bengawan Solo di antaranya pabrik tekstil dan plastik.

Tim polda juga mengimbau kepada masing-masing ketua paguyuban industri alkohol agar tidak membuang limbah ciunik (badeg) secara sembarangan dan memaksimalkan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) yang telah dibuat. Jika mereka masih nekat membuang limbah ke sungai, maka polda tak segan akan menindak dan memberikan sanksi tegas. Bahkan sampai ke proses hukum.

“Tim telah mengambil sampel air yang diduga tercemar di beberapa titik pembuangan limbah oleh petugas yang memiliki sertifikat terkait metode pengambilan sampel. Kami juga melakukan imbauan, jika masih ngeyel kami tindak tegas,” tandas Iqbal.

Terpisah, Kasi Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng Ari Warsito juga mengungkapkan hal serupa. Dia juga menduga kalau penyebab tercemarnya Sungai Bengawan Solo hingga mengganggu proses produksi air PDAM Kota Surakarta disebabkan karena limbah industri ciu di Sukoharjo.

“Cuma kami belum pernah melihatnya secara langsung. Kami baru menduga (limbah, Red) dibuang pada sore hari, saat magrib,” ungkap Arif.

Arif mengatakan, salah satu solusi guna mencegah pencemaran adalah dengan pembuatan IPAL komunal. “Ini sudah kami usulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. DED (detail engineering design) juga sudah jadi. Tapi karena pandemi Corona, anggaranya dialihkan untuk penangulangan Covid 19 dulu,” ungkap Arif.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelumnya juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi pencemar Bengawan Solo. Sebab, tindakan ini bukan kali pertama dan selalu terulang setiap musim kemarau panjang. Sementara Pemkot akan memaksimalkan IPAL komunal dan melakukan jemput bola limbah di sentra-sentra industri UKM. (atn/bun/dam)


SOLO – Polda Jateng akhirnya turun tangan menyelidiki pencemaran di Sungai Bengawan Solo. Hasilnya, pencemaran tersebut berasal dari limbah industri ciu di Mojolaban dan Polokarto.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, tim direktorat kriminal khusus (ditreskrimsus) polda sudah turun ke lokasi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kasus pencemaran lingkungan di Bengawan Solo.

“Tim kami telah mengecek tempat pengusaha alkohol di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo. Termasuk, tempat industri tekstil,” kata Iqbal.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Iqbal, pencemaran diakibatkan pembuangan limbah dari home industry alkohol dan etanol. Selain itu, tim ditreskrimsus juga mengecek perusahaan di sekitar aliran Bengawan Solo di antaranya pabrik tekstil dan plastik.

Tim polda juga mengimbau kepada masing-masing ketua paguyuban industri alkohol agar tidak membuang limbah ciunik (badeg) secara sembarangan dan memaksimalkan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) yang telah dibuat. Jika mereka masih nekat membuang limbah ke sungai, maka polda tak segan akan menindak dan memberikan sanksi tegas. Bahkan sampai ke proses hukum.

“Tim telah mengambil sampel air yang diduga tercemar di beberapa titik pembuangan limbah oleh petugas yang memiliki sertifikat terkait metode pengambilan sampel. Kami juga melakukan imbauan, jika masih ngeyel kami tindak tegas,” tandas Iqbal.

Terpisah, Kasi Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng Ari Warsito juga mengungkapkan hal serupa. Dia juga menduga kalau penyebab tercemarnya Sungai Bengawan Solo hingga mengganggu proses produksi air PDAM Kota Surakarta disebabkan karena limbah industri ciu di Sukoharjo.

“Cuma kami belum pernah melihatnya secara langsung. Kami baru menduga (limbah, Red) dibuang pada sore hari, saat magrib,” ungkap Arif.

Arif mengatakan, salah satu solusi guna mencegah pencemaran adalah dengan pembuatan IPAL komunal. “Ini sudah kami usulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. DED (detail engineering design) juga sudah jadi. Tapi karena pandemi Corona, anggaranya dialihkan untuk penangulangan Covid 19 dulu,” ungkap Arif.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelumnya juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi pencemar Bengawan Solo. Sebab, tindakan ini bukan kali pertama dan selalu terulang setiap musim kemarau panjang. Sementara Pemkot akan memaksimalkan IPAL komunal dan melakukan jemput bola limbah di sentra-sentra industri UKM. (atn/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru