alexametrics
27.1 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Belum Punya Perda Kesetaraan Gender Hambat Solo Raih Penghargaan APE

SOLO – Pemkot Surakarta menargetkan pembuatan Peraturan Daerah tentang Kesetaraan Gender pada tahun depan.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, implementasi terkait kesetaraan gender di Kota Solo terbilang baik. Saat ini sudah berjalan sedemikian rupa sekalipun belum ditegaskan melalui peraturan yang lebih kuat. Pada 2022, pemkot akan memperkuat dengan usulan Perda Kesetaraan Gender.

“Berbagai FGD (focus group discussion) telah dilakukan. Draf rancangan perda terkait sudah ada. Sayangnya hal itu belum dianggap mendesak dan belum sempat dibahas oleh legislative,” ujarnya.

Belum adanya Perda Kesetaraan Gender ini yang mengganjal Kota Solo mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekaraya (APE) kategori utama.

“Sebenarnya posisi Solo bisa mendapatkan penghargaan kategori lebih tinggi minimal utama. Karena sudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja untuk kategori utama persyaratannya memang harus ada perda,” terang dia usai mewakili pemkot menerima penghargaan APE kategori madya secara daring, kemarin.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Surakarta Selvie Rawung mengungkapkan, penghargaan APE kategori madya telah dua kali diraih oleh Pemerintah Kota Surakarta pada 2018 dan 2020.

“Target Raperda 2022 disahkan karena Perwali-nya sudah ada sejak 2017. Jadi akan memperkuat kebijakan pemerintah dalam upaya pengarusutamaan gender di Kota Surakarta,” tutur dia. (ves/bun/dam)

SOLO – Pemkot Surakarta menargetkan pembuatan Peraturan Daerah tentang Kesetaraan Gender pada tahun depan.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, implementasi terkait kesetaraan gender di Kota Solo terbilang baik. Saat ini sudah berjalan sedemikian rupa sekalipun belum ditegaskan melalui peraturan yang lebih kuat. Pada 2022, pemkot akan memperkuat dengan usulan Perda Kesetaraan Gender.

“Berbagai FGD (focus group discussion) telah dilakukan. Draf rancangan perda terkait sudah ada. Sayangnya hal itu belum dianggap mendesak dan belum sempat dibahas oleh legislative,” ujarnya.

Belum adanya Perda Kesetaraan Gender ini yang mengganjal Kota Solo mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekaraya (APE) kategori utama.

“Sebenarnya posisi Solo bisa mendapatkan penghargaan kategori lebih tinggi minimal utama. Karena sudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja untuk kategori utama persyaratannya memang harus ada perda,” terang dia usai mewakili pemkot menerima penghargaan APE kategori madya secara daring, kemarin.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Surakarta Selvie Rawung mengungkapkan, penghargaan APE kategori madya telah dua kali diraih oleh Pemerintah Kota Surakarta pada 2018 dan 2020.

“Target Raperda 2022 disahkan karena Perwali-nya sudah ada sejak 2017. Jadi akan memperkuat kebijakan pemerintah dalam upaya pengarusutamaan gender di Kota Surakarta,” tutur dia. (ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru