alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Disdik Kota Solo: Peserta PTM Satu Siswa, Tetap Harus Dilayani

SOLO – Sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pasar Kliwon hingga kemarin masih sangat minim yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) ddibandingkan kecamatan lain. Dinas pendidikan (disdik) meminta sekolah tetap melayani pembelajaran di sekolah meski hanya satu siswa.

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan, kendala di Kecamatan Pasar Kliwon masih terkendala sarana dan prasarana (sarpras). Beberapa sekolah juga masih menyiapkan sarpras untuk kegiatan PTM di sekolah.

“Mungkin masih banyak orang tua yang ragu-ragu memberi izin. Karena siswa SD banyak yang belum vaksin. Agar orang tua merasa lebih aman dan tenang mengizinkan anaknya ikut PTM, kami akan segera menambah vaksinasi bagi siswa SD,” ujarnya (11/10).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyatno menambahkan, jika dalam satu sekolah ada orang tua atau siswa yang ingin melaksanakan PTM, maka sekolah wajib melayani. Bagaimanapun caranya sekolah harus dapat memberikan pelayanan maksimal bagi peserta didik.

“Misal ada dua dari 10 siswa di kelas itu mendapatkan izin orang tua PTM maka sekolah wajib melayani. Jangan beralasan hanya sedikit,” ujarnya.

Di sisi lain, pemkot berencana menambah kuota peserta PTM terbatas. Ini dilakukan mengingat pelaksanaan PTM terbatas sejauh ini dianggap baik.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu, penerapan protokol kesehatan berjalan baik saat PTM. Mulai dari kegiatan olah raga, menyanyi dan beberapa aktivitas lainnya di sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi hal ini. Saat ini murid-murid sudah mulai terbiasa belajar di kelas dengan tertib protokol kesehatan. Murid, guru, dan semua pihak luar biasa sekali,” terang dia, Rabu (13/10).

Jika penerapan protokol kesehatan bisa terus konsisten saat PTM terbatas, wali kota optimistis ke depan bisa menambah kuota untuk peserta PTM terbatas. Sekalipun masih ada wali murid yang belum bersedia melaksanakan PTM.

“Ya pasti masih ada yang penginnya PJJ. Nggak apa-apa bertahap saja karena semua tergantung izin orang tua. Secara umum saat ini pelaksanaan PTM siap diperpanjang. Semiga tidak ada klaster baru yang berasal dari sekolah,” terang dia. (ian/ves/bun/dam)

SOLO – Sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pasar Kliwon hingga kemarin masih sangat minim yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) ddibandingkan kecamatan lain. Dinas pendidikan (disdik) meminta sekolah tetap melayani pembelajaran di sekolah meski hanya satu siswa.

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan, kendala di Kecamatan Pasar Kliwon masih terkendala sarana dan prasarana (sarpras). Beberapa sekolah juga masih menyiapkan sarpras untuk kegiatan PTM di sekolah.

“Mungkin masih banyak orang tua yang ragu-ragu memberi izin. Karena siswa SD banyak yang belum vaksin. Agar orang tua merasa lebih aman dan tenang mengizinkan anaknya ikut PTM, kami akan segera menambah vaksinasi bagi siswa SD,” ujarnya (11/10).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyatno menambahkan, jika dalam satu sekolah ada orang tua atau siswa yang ingin melaksanakan PTM, maka sekolah wajib melayani. Bagaimanapun caranya sekolah harus dapat memberikan pelayanan maksimal bagi peserta didik.

“Misal ada dua dari 10 siswa di kelas itu mendapatkan izin orang tua PTM maka sekolah wajib melayani. Jangan beralasan hanya sedikit,” ujarnya.

Di sisi lain, pemkot berencana menambah kuota peserta PTM terbatas. Ini dilakukan mengingat pelaksanaan PTM terbatas sejauh ini dianggap baik.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming mengatakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukannya beberapa waktu lalu, penerapan protokol kesehatan berjalan baik saat PTM. Mulai dari kegiatan olah raga, menyanyi dan beberapa aktivitas lainnya di sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi hal ini. Saat ini murid-murid sudah mulai terbiasa belajar di kelas dengan tertib protokol kesehatan. Murid, guru, dan semua pihak luar biasa sekali,” terang dia, Rabu (13/10).

Jika penerapan protokol kesehatan bisa terus konsisten saat PTM terbatas, wali kota optimistis ke depan bisa menambah kuota untuk peserta PTM terbatas. Sekalipun masih ada wali murid yang belum bersedia melaksanakan PTM.

“Ya pasti masih ada yang penginnya PJJ. Nggak apa-apa bertahap saja karena semua tergantung izin orang tua. Secara umum saat ini pelaksanaan PTM siap diperpanjang. Semiga tidak ada klaster baru yang berasal dari sekolah,” terang dia. (ian/ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru