alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Proyek Sentra Industri Kecil Menengah Mebel Telan Rp 50 Miliar

SOLO – Revitalisasi Pasar Mebel Gilingan menjadi sentra industri kecil menengah (IKM) mebel memasuki babak baru. Pemerintah Kota Surakarta membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk merealisasikan pembangunan Gedung ini.

“Revitalisasi direncanakan digarap awal 2022. Konsepnya penataan berupa Centra IKM Mebel. Untuk alokasi anggaran yang dibutuhkan, perkiraan awal kami sekitar Rp 50 miliar,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnakerperin) Kota Surakarta Agus Sutrisno kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (13/10).

Dalam perencanaan awal, centra IKM mebel itu akan dilengkapi dengan bangunan tiga lantai. Lantai paling dasar merupakan lokasi display produk IKM yang dihasilkan oleh para pengerajin mebel. Lantai di atasnya nanti bisa digunakan untuk berbagai keperluan lainnya. Sementara lantai paling atas digunakan untuk kantor pengelola dan kantor Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

“Lantai satu itu nanti konsepnya seperti showroom bersama. Nanti dipisahkan produk-produk mana saja yang siap ekspor dan mana yang hanya untuk memenuhi pasar lokal. Di bagian belakang gedungnya ada ruangan untuk workshop dan pelatihan permebelan,” jelas dia.

Penataan pasar mebel di Jalan Kolonel Sutarto, Gilingan, Banjarsari seluas 6.280 meter persegi itu kini masuk tahap pematangan detail engineering design (DED). Karena itu, Agus belum bisa memaparkan lebih detail.

“Konsep tadi baru gambaran awal karena masih proses pematangan DED. Jadi belum bisa kami paparkan model bangunannya. Begitu juga dengan anggaran pastinya menunggu DED, yang jelas nilai pagunya Rp 50 miliar,” ujarnya.

Anggaran itu untuk fisik dan sarana prasarana pendukung. Diambil dari dana alokasi khusus Kementerian Perindustrian untuk sektor industri kecil dan menengah.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa membenarkan, penataan pasar mebel tersebut direncanakan awal tahun depan. Tujuannya untuk melahirkan centra IKM baru untuk industri mebel di Solo dengan fasilitas yang lebih mewadahi dan lingkungan lebih layak dibanding saat ini.

“Pembangunan centra IKM di lahan eks pasar mebel itu untuk menonjolkan kekhasan daerah sebagai penghasil mebel di Kota Solo. Kalau ada centra IKM tentu kualitas produksi pemasaran dan lainnya diharapkan lebih baik ke depan,” ujarnya.

Untuk proses pembanguna pemkot hanya mengajukan proposal untuk revitalisasi. Semua anggaran dari pemerintah pusat, sementara pemkot hanya menyiapkan pendukungnya. (ves/bun/dam)

SOLO – Revitalisasi Pasar Mebel Gilingan menjadi sentra industri kecil menengah (IKM) mebel memasuki babak baru. Pemerintah Kota Surakarta membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk merealisasikan pembangunan Gedung ini.

“Revitalisasi direncanakan digarap awal 2022. Konsepnya penataan berupa Centra IKM Mebel. Untuk alokasi anggaran yang dibutuhkan, perkiraan awal kami sekitar Rp 50 miliar,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnakerperin) Kota Surakarta Agus Sutrisno kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (13/10).

Dalam perencanaan awal, centra IKM mebel itu akan dilengkapi dengan bangunan tiga lantai. Lantai paling dasar merupakan lokasi display produk IKM yang dihasilkan oleh para pengerajin mebel. Lantai di atasnya nanti bisa digunakan untuk berbagai keperluan lainnya. Sementara lantai paling atas digunakan untuk kantor pengelola dan kantor Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI).

“Lantai satu itu nanti konsepnya seperti showroom bersama. Nanti dipisahkan produk-produk mana saja yang siap ekspor dan mana yang hanya untuk memenuhi pasar lokal. Di bagian belakang gedungnya ada ruangan untuk workshop dan pelatihan permebelan,” jelas dia.

Penataan pasar mebel di Jalan Kolonel Sutarto, Gilingan, Banjarsari seluas 6.280 meter persegi itu kini masuk tahap pematangan detail engineering design (DED). Karena itu, Agus belum bisa memaparkan lebih detail.

“Konsep tadi baru gambaran awal karena masih proses pematangan DED. Jadi belum bisa kami paparkan model bangunannya. Begitu juga dengan anggaran pastinya menunggu DED, yang jelas nilai pagunya Rp 50 miliar,” ujarnya.

Anggaran itu untuk fisik dan sarana prasarana pendukung. Diambil dari dana alokasi khusus Kementerian Perindustrian untuk sektor industri kecil dan menengah.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa membenarkan, penataan pasar mebel tersebut direncanakan awal tahun depan. Tujuannya untuk melahirkan centra IKM baru untuk industri mebel di Solo dengan fasilitas yang lebih mewadahi dan lingkungan lebih layak dibanding saat ini.

“Pembangunan centra IKM di lahan eks pasar mebel itu untuk menonjolkan kekhasan daerah sebagai penghasil mebel di Kota Solo. Kalau ada centra IKM tentu kualitas produksi pemasaran dan lainnya diharapkan lebih baik ke depan,” ujarnya.

Untuk proses pembanguna pemkot hanya mengajukan proposal untuk revitalisasi. Semua anggaran dari pemerintah pusat, sementara pemkot hanya menyiapkan pendukungnya. (ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru