alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Hari Pertama Buka, TSTJ Dikunjungi 23 Wisatawan

SOLO Cukup lama tutup karena pandemi, kemarin (14/9), Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kembali beroperasi. Pada hari pertama buka tersebut, hanya tercatat 23 wisatawan.

“Sabtu (11/9) sore kami dapat barcode-nya (untuk akses aplikasi PeduliLindungi). Minggu (12/9) dan Senin (13/9), simulasi lagi dengan penggunaan aplikasi. Hari ini (kemarin) kami buka wisatanya,” jelas Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso.

Operasional TSTJ dimulai pukul 08.00-15.00. Wisatawan harus mengakses aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan kartu vaksin. “Yang boleh masuk di atas usia 12 tahun. Ibu hamil dan lansia (lanjut usia) belum boleh. Selama di dalam objek wisata, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hari ini sudah ada 23 pengunjung. Yang ditolak belum ada karena baru soft launching,” terang Bimo.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 TSTJ Siti Nuraini menambahkan, ada empat titik scan barcode masuk dan empat titik scan barcode keluar aplikasi PeduliLindungi. Hasil scanning warna hijau dan kuning yang diizinkan masuk. Untuk merah atau hitam, dilarang masuk TSTJ.

Sekadar informasi, operasional TSTJ diatur dalam Surat Edaran (SE) PPKM Level 3 yang berlaku 14-20 September mendatang. Pada poin L dijelaskan, TSTJ dan Taman Balekambang diizinkan menerima kunjungan wisata dengan persyaratan tertentu, mulai dari penggunaan aplikasi PeduliLindungi hingga pembatasan usia dan ibu hamil.

“Sesuai SE wali kota dan rekomendasi dari kementerian, TSTJ dan Taman Balekambang sudah dapat izin menerima wisatawan,” terang Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa. (ves/wa/dam)


SOLO Cukup lama tutup karena pandemi, kemarin (14/9), Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kembali beroperasi. Pada hari pertama buka tersebut, hanya tercatat 23 wisatawan.

“Sabtu (11/9) sore kami dapat barcode-nya (untuk akses aplikasi PeduliLindungi). Minggu (12/9) dan Senin (13/9), simulasi lagi dengan penggunaan aplikasi. Hari ini (kemarin) kami buka wisatanya,” jelas Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso.

Operasional TSTJ dimulai pukul 08.00-15.00. Wisatawan harus mengakses aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan kartu vaksin. “Yang boleh masuk di atas usia 12 tahun. Ibu hamil dan lansia (lanjut usia) belum boleh. Selama di dalam objek wisata, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hari ini sudah ada 23 pengunjung. Yang ditolak belum ada karena baru soft launching,” terang Bimo.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 TSTJ Siti Nuraini menambahkan, ada empat titik scan barcode masuk dan empat titik scan barcode keluar aplikasi PeduliLindungi. Hasil scanning warna hijau dan kuning yang diizinkan masuk. Untuk merah atau hitam, dilarang masuk TSTJ.

Sekadar informasi, operasional TSTJ diatur dalam Surat Edaran (SE) PPKM Level 3 yang berlaku 14-20 September mendatang. Pada poin L dijelaskan, TSTJ dan Taman Balekambang diizinkan menerima kunjungan wisata dengan persyaratan tertentu, mulai dari penggunaan aplikasi PeduliLindungi hingga pembatasan usia dan ibu hamil.

“Sesuai SE wali kota dan rekomendasi dari kementerian, TSTJ dan Taman Balekambang sudah dapat izin menerima wisatawan,” terang Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa. (ves/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru