alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Limbah Dibuang di Bengawan Solo Malam Hari, Diangkut Truk Tangki

Polda Ungkap Pengusaha Otaki Pembuangan Limbah ke Bengawan Solo

SOLO – Hasil penyelidikan Tim Ditreskrimsus Polda Jateng terhadap pencemaran di aliran Sungai Bengawan Solo mulai ada titik terang. Seorang pengusaha home industry alkohol di Sukoharjo dicurigai sebagai aktor penyebab tercemarnya sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, temuan ini merupakan hasil penyelidikan antara Polres Sukoharjo dan mendapat backup dari tim Ditreskrimsus Polda Jateng selama beberapa hari lalu.

Tim sudah terjun sejak minggu lalu dan memantau secara langsung serta mencari keterangan dari sejumlah saksi. Hasilnya polisi sudah mengarah siapa pelaku pencemaran di Bengawan Solo.

“Dari hasil penyelidikan sementara, kami mencurigai seorang pengusaha home industry alkohol dengan inisial M berjenis kelamin perempuan. Dua alat bukti sudah kami dapat, saat ini masih menunggu hasil lab keluar,” tambah M Iqbal.

Iqbal membeberkan modus yang dilakukan pelaku membuang limbah pengolahan alkohol atau badeg. Limbah dibawa menggunakan truk tangki dan mobil bak terbuka. “Dia membuang limbah ketika malam hari,” kata Iqbal.

Limbah itu ada yang dibuang ke sawah, perternakan, dan Kali Samin. Nah, limbah dari Kali Samin inilah yang kemudian mengalir sampai masuk ke aliran Sungai Bengawan Solo.

Dari hasil penyelidikan, M juga sudah pernah mendapat sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah dengan kasus yang sama. Namun hal ini tidak diindahkan. M masih nekat melakukan pelanggaran. “Apa alasannya, serta jeratan pasal selanjutnya masih dilakukan pendalaman,” katanya.

Selain pengusaha pengolahan alkohol, pihaknya juga melakukan pendalaman terhadap satu home industry tekstil di Polokarto dan satu perusahaan plastik di kawasan Grogol  “Untuk dua ini masih kami lidik. Namun juga pernah mendapat sanksi administratif dari DLHK,” ujar Iqbal.

Seperti diketahui, kasus pecemaran limbah ini mulai kembali mencuat dua pekan lalu. Tak hanya mencemari aliran sungai, namun juga menggangu operasional pengolahan PDAM Kota Solo di IPA semanggi. Mengingat bahan baku air yang diolah PDAM diambil dari aliran Bengawan Solo. (atn/bun/dam)


SOLO – Hasil penyelidikan Tim Ditreskrimsus Polda Jateng terhadap pencemaran di aliran Sungai Bengawan Solo mulai ada titik terang. Seorang pengusaha home industry alkohol di Sukoharjo dicurigai sebagai aktor penyebab tercemarnya sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, temuan ini merupakan hasil penyelidikan antara Polres Sukoharjo dan mendapat backup dari tim Ditreskrimsus Polda Jateng selama beberapa hari lalu.

Tim sudah terjun sejak minggu lalu dan memantau secara langsung serta mencari keterangan dari sejumlah saksi. Hasilnya polisi sudah mengarah siapa pelaku pencemaran di Bengawan Solo.

“Dari hasil penyelidikan sementara, kami mencurigai seorang pengusaha home industry alkohol dengan inisial M berjenis kelamin perempuan. Dua alat bukti sudah kami dapat, saat ini masih menunggu hasil lab keluar,” tambah M Iqbal.

Iqbal membeberkan modus yang dilakukan pelaku membuang limbah pengolahan alkohol atau badeg. Limbah dibawa menggunakan truk tangki dan mobil bak terbuka. “Dia membuang limbah ketika malam hari,” kata Iqbal.

Limbah itu ada yang dibuang ke sawah, perternakan, dan Kali Samin. Nah, limbah dari Kali Samin inilah yang kemudian mengalir sampai masuk ke aliran Sungai Bengawan Solo.

Dari hasil penyelidikan, M juga sudah pernah mendapat sanksi administratif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah dengan kasus yang sama. Namun hal ini tidak diindahkan. M masih nekat melakukan pelanggaran. “Apa alasannya, serta jeratan pasal selanjutnya masih dilakukan pendalaman,” katanya.

Selain pengusaha pengolahan alkohol, pihaknya juga melakukan pendalaman terhadap satu home industry tekstil di Polokarto dan satu perusahaan plastik di kawasan Grogol  “Untuk dua ini masih kami lidik. Namun juga pernah mendapat sanksi administratif dari DLHK,” ujar Iqbal.

Seperti diketahui, kasus pecemaran limbah ini mulai kembali mencuat dua pekan lalu. Tak hanya mencemari aliran sungai, namun juga menggangu operasional pengolahan PDAM Kota Solo di IPA semanggi. Mengingat bahan baku air yang diolah PDAM diambil dari aliran Bengawan Solo. (atn/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru