alexametrics
25.5 C
Surakarta
Monday, 25 October 2021

Perluas Uji Coba di Perguruan Tinggi

Lihat Guru & Siswa Tak Pakai Masker, Gubernur Minta Laporan Harian PTM

SOLO – Sekolah-sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas maupun uji coba diminta memberikan laporan harian kepada Gubernur. Laporan tersebut sebagai akumulasi dalam pelaksanaan evaluasi mingguan.

“Tadi ada usulan pakar dari Undip agar diadakan evaluasi mingguan. Maka, menurut saya laporan harian harus dibuat. Akumulasi harian itu nantinya untuk evaluasi mingguan,” ujar Ganjar usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantor gubernur gedung A lantai 2 Semarang kemarin.

Evaluasi itu, nantinya dijadikan pijakan dalam pengambilan kebijakan ke depan terkait PTM. Sebab, dalam beberapa kunjungannya di daerah, masih menemukan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di sekolah.

“Buktinya saya waktu mampir di Klaten dan Boyolali, masih ada guru yang menyambut saya tidak pakai masker, siswa masuk tidak pakai masker walau cuma satu, duduk berdampingan. Ini kecil dan belum dilaksanakan, apalagi yang besar atau berat,” lanjut Ganjar.

Menurutnya, perlu dilakukan edukasi terus-menerus dan kesiapan-kesiapan yang matang. Baik sarana dan prasarana, guru, serta siswanya harus benar-benar siap.

“Seperti di Kota Tegal, misalnya, hampir 100 persen. Mereka ingin buka semuanya. Tapi nanti dulu, harus dihitung kesiapan-kesiapannya. Jangan sampai kesiapan itu hanya klaim bahwa saya sudah siap. Tidak cukup itu. Harus diuji sarana dan prasarana, guru dan siswanya,” jelasnya.

Disinggung perguruan tinggi, Ganjar langsung memperbolehkan untuk melakukan uji coba. Namun, dengan catatan harus berkoordinasi dengan Gubernur.

“Perguruan tinggi sudah ada di UNS model hybrid. Saya izinkan, silakan uji coba. Tinggal koorinasi kalau di perguruan tinggi itu sedang ada uji coba. Menurut saya tidak apa-apa, dimulai saja,” tandasnya. (bun/dam)

SOLO – Sekolah-sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas maupun uji coba diminta memberikan laporan harian kepada Gubernur. Laporan tersebut sebagai akumulasi dalam pelaksanaan evaluasi mingguan.

“Tadi ada usulan pakar dari Undip agar diadakan evaluasi mingguan. Maka, menurut saya laporan harian harus dibuat. Akumulasi harian itu nantinya untuk evaluasi mingguan,” ujar Ganjar usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantor gubernur gedung A lantai 2 Semarang kemarin.

Evaluasi itu, nantinya dijadikan pijakan dalam pengambilan kebijakan ke depan terkait PTM. Sebab, dalam beberapa kunjungannya di daerah, masih menemukan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) di sekolah.

“Buktinya saya waktu mampir di Klaten dan Boyolali, masih ada guru yang menyambut saya tidak pakai masker, siswa masuk tidak pakai masker walau cuma satu, duduk berdampingan. Ini kecil dan belum dilaksanakan, apalagi yang besar atau berat,” lanjut Ganjar.

Menurutnya, perlu dilakukan edukasi terus-menerus dan kesiapan-kesiapan yang matang. Baik sarana dan prasarana, guru, serta siswanya harus benar-benar siap.

“Seperti di Kota Tegal, misalnya, hampir 100 persen. Mereka ingin buka semuanya. Tapi nanti dulu, harus dihitung kesiapan-kesiapannya. Jangan sampai kesiapan itu hanya klaim bahwa saya sudah siap. Tidak cukup itu. Harus diuji sarana dan prasarana, guru dan siswanya,” jelasnya.

Disinggung perguruan tinggi, Ganjar langsung memperbolehkan untuk melakukan uji coba. Namun, dengan catatan harus berkoordinasi dengan Gubernur.

“Perguruan tinggi sudah ada di UNS model hybrid. Saya izinkan, silakan uji coba. Tinggal koorinasi kalau di perguruan tinggi itu sedang ada uji coba. Menurut saya tidak apa-apa, dimulai saja,” tandasnya. (bun/dam)

Populer

Berita Terbaru