alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

155 Warga Binaan Rutan Klas I Surakarta Dapat Remisi, Tiga Langsung Bebas

SOLO – Bahagia, kata inilah yang keluar dari mulut Windra. Ya pria ini menjadi salah satu warga binaan yang mendapat remisi Kemerdekaan Rabu (17/8). Rasa bahagia ini begitu dirasakan karena dia bisa langsung bebas.

Pria yang terpidana karena kasus penggelapan ini tak menyangka kalau akan bebas kemarin. “Saya kira cuma dipotong masa tahanan saja. Tapi tadi diberitahu petugas ternyata dengan potongan masa tahanan ini saya bisa bebas, sangat bersyukur saya mas,” katanya.

“Tapi ini sengaja tidak memberi kabar keluarga. Mau pulang naik Ojol (ojek online) saja, supaya nanti sampai rumah jadi surprise,” tuturnya

Selama menjalani masa tahanan, banyak pelajaran yang bisa dia petik. Terutama soal kekeluargaan. “Disini juga sempat juga dapat pelatihan, kemudian saya juga dipercaya menjadi tamping. Disini juga petugasnya kalau kita ada masalah, mau menjadi temen curhat, sehingg tidak stres didalam,” pungkasnya.

Tak hanya Windar yang merasakan bahagia, ratusan warga binaan juga merasakan sukacita pada HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Meski dibalik bui, mereka bisa menyemarakkan hari kemerdekaan. Setelah mereka mengikuti upacara bendera, mereka mengikuti beragam perlombaan yang diadakan Rutan Klas I Surakarta.

“Jadi kami, keluarga besar Rutan Klas I Surakarta, baik itu warga binaan maupun petugas saling berbaur untuk mengadakan lomba serta upacara bendera. harapannya untuk menyatukan chemistry ,bahwa kami ini adalah keluarga besar baik petugas ataupun warga binaan rutan,” jelas Kepala Rutan, Urip Dharma Yoga

Soal remisi, lanjut Urip, ada 155 warga binaan yang mendapat potongan masa tahanan. Mulai dari 1 bulan sampai 5 bulan. Tiga diantaranya langsung bisa bebas dan berkumpul dengan keluarga dirumah mereka masing-masing.

“Apa yang mereka dapat disini bisa menjadi pembelajaran mereka kedepan. Saya pesan kepada yang sudah bebas untuk kedepan bisa menjadi individu yang lebih baik lagi. Tidak melakukan kesalahan yang sama. Untuk kedepan mereka masih mendapat pengawasan dari Bapas Surakarta,” papar Urip. (atn/dam)

SOLO – Bahagia, kata inilah yang keluar dari mulut Windra. Ya pria ini menjadi salah satu warga binaan yang mendapat remisi Kemerdekaan Rabu (17/8). Rasa bahagia ini begitu dirasakan karena dia bisa langsung bebas.

Pria yang terpidana karena kasus penggelapan ini tak menyangka kalau akan bebas kemarin. “Saya kira cuma dipotong masa tahanan saja. Tapi tadi diberitahu petugas ternyata dengan potongan masa tahanan ini saya bisa bebas, sangat bersyukur saya mas,” katanya.

“Tapi ini sengaja tidak memberi kabar keluarga. Mau pulang naik Ojol (ojek online) saja, supaya nanti sampai rumah jadi surprise,” tuturnya

Selama menjalani masa tahanan, banyak pelajaran yang bisa dia petik. Terutama soal kekeluargaan. “Disini juga sempat juga dapat pelatihan, kemudian saya juga dipercaya menjadi tamping. Disini juga petugasnya kalau kita ada masalah, mau menjadi temen curhat, sehingg tidak stres didalam,” pungkasnya.

Tak hanya Windar yang merasakan bahagia, ratusan warga binaan juga merasakan sukacita pada HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Meski dibalik bui, mereka bisa menyemarakkan hari kemerdekaan. Setelah mereka mengikuti upacara bendera, mereka mengikuti beragam perlombaan yang diadakan Rutan Klas I Surakarta.

“Jadi kami, keluarga besar Rutan Klas I Surakarta, baik itu warga binaan maupun petugas saling berbaur untuk mengadakan lomba serta upacara bendera. harapannya untuk menyatukan chemistry ,bahwa kami ini adalah keluarga besar baik petugas ataupun warga binaan rutan,” jelas Kepala Rutan, Urip Dharma Yoga

Soal remisi, lanjut Urip, ada 155 warga binaan yang mendapat potongan masa tahanan. Mulai dari 1 bulan sampai 5 bulan. Tiga diantaranya langsung bisa bebas dan berkumpul dengan keluarga dirumah mereka masing-masing.

“Apa yang mereka dapat disini bisa menjadi pembelajaran mereka kedepan. Saya pesan kepada yang sudah bebas untuk kedepan bisa menjadi individu yang lebih baik lagi. Tidak melakukan kesalahan yang sama. Untuk kedepan mereka masih mendapat pengawasan dari Bapas Surakarta,” papar Urip. (atn/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/