alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Ketua DPC PDIP Solo Anggap Wajar Spanduk Puan-Gibran: Masalahnya di Mana?

SOLO – Ketua DPC PDIP Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta masyarakat tak berlebihan menanggapi berterbarnya spanduk bergambar Puan Maharani dan Gibran Rakabuming Raka di sejumlah titik di Kota Solo. Menurut dia, tidak ada masalah dengan beredarnya spanduk tersebut.

Pria yang akrab dipanggil Rudy ini menilai adanya dua tokoh pada spanduk itu merupakan hal yang wajar. “Mbak Puan ketua DPR, Mas Gibran wali kota, sama-sama kader PDIP, masalah’e ning endi (masalahnya di mana)?” ujar Rudy.
Rudy menilai, Puan dan Gibran sebagai representasi legislatif dan eksekutif memang harus saling berkomunikasi. Ketika komunikasi yang terjalin diwujudkan dalam sebuah spanduk Puan-Gibran, menurut Rudy, hal itu tak ada masalah.
“Kecuali spanduknya bukan dengan Mbak Puan, itu pasti ada sesuatu,” tuturnya.
Dia menyatakan tidak akan mengambil langkah apa pun terkait keberadaan spanduk-spanduk tersebut. Apalagi Rudy mengaku selama ini tidak pernah menegur atau pun memberi sanksi kepada Gibran sebagai kader PDIP.
“Sepanjang itu positif dan tidak menyalahi aturan apa pun, ndak pernah saya anu. Menegur saja ndak pernah kok, apalagi memberi sanksi, enggak. Itu adalah yang dinamakan dinamika demokrasi, dinamika politik,” papar dia.
Bahkan Rudy mengatakan, spanduk Puan-Gibran boleh dipasang di mana-mana di Kota Solo. Sementara mengenai belum adanya yang mengaku bertanggung jawab memasang spanduk itu, Rudy mempersilakan wartawan bertanya ke pemasangnya.
“Kalau njenengan tanya ada kaitan dengan PDIP, enggak, enggak. Kalau dari partai pasti ada logo DPC,” tegasnya. (atn/ria)





Reporter: Antonius Christian

SOLO – Ketua DPC PDIP Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo meminta masyarakat tak berlebihan menanggapi berterbarnya spanduk bergambar Puan Maharani dan Gibran Rakabuming Raka di sejumlah titik di Kota Solo. Menurut dia, tidak ada masalah dengan beredarnya spanduk tersebut.

Pria yang akrab dipanggil Rudy ini menilai adanya dua tokoh pada spanduk itu merupakan hal yang wajar. “Mbak Puan ketua DPR, Mas Gibran wali kota, sama-sama kader PDIP, masalah’e ning endi (masalahnya di mana)?” ujar Rudy.
Rudy menilai, Puan dan Gibran sebagai representasi legislatif dan eksekutif memang harus saling berkomunikasi. Ketika komunikasi yang terjalin diwujudkan dalam sebuah spanduk Puan-Gibran, menurut Rudy, hal itu tak ada masalah.
“Kecuali spanduknya bukan dengan Mbak Puan, itu pasti ada sesuatu,” tuturnya.
Dia menyatakan tidak akan mengambil langkah apa pun terkait keberadaan spanduk-spanduk tersebut. Apalagi Rudy mengaku selama ini tidak pernah menegur atau pun memberi sanksi kepada Gibran sebagai kader PDIP.
“Sepanjang itu positif dan tidak menyalahi aturan apa pun, ndak pernah saya anu. Menegur saja ndak pernah kok, apalagi memberi sanksi, enggak. Itu adalah yang dinamakan dinamika demokrasi, dinamika politik,” papar dia.
Bahkan Rudy mengatakan, spanduk Puan-Gibran boleh dipasang di mana-mana di Kota Solo. Sementara mengenai belum adanya yang mengaku bertanggung jawab memasang spanduk itu, Rudy mempersilakan wartawan bertanya ke pemasangnya.
“Kalau njenengan tanya ada kaitan dengan PDIP, enggak, enggak. Kalau dari partai pasti ada logo DPC,” tegasnya. (atn/ria)





Reporter: Antonius Christian

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/