alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Oknum Anggota Ormas yang Berebut Parkir dan Membawa Sajam Jadi Tersangka

SOLO – TP, oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang diduga berusaha merebut lahan parkir suporter dan melakukan perlawanan terhadap polisi di sekitar Stadion Manahan, resmi menjadi tersangka.

Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Djohan Andika menjelaskan, penetapan tersangka setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara.

Di lokasi kejadian, selain TP, ada tiga orang kawannya. Namun saat dilakukan penertiban oleh anggota, hanya TP yang melakukan perlawanan.

“Dari keterangan saksi di lapangan, memang hanya dia (TP) yang melawan petugas menggunakan sajam (senjata tajam). Tiga temannya masih sebagai saksi,” terang Djohan.

Sajam yang digunakan TP adalah sejenis sangkur atau golok. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TP dijerat pasal berlapis, yakni pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Undang-Undang Darurat terkait penyalahgunaan sajam.

Diketahui, kasus ini bermula saat TP ingin mengambil alih lahan parkir suporter di Stadion Manahan Solo. Ketika hendak ditertibkan, dia melawan.

“Ada oknum dari ormas tertentu yang memaksa mengambil alih lokasi parkir. Pada saat diamankan petugas, terjadi perlawanan. Langsung mengeluarkan sajam. Kami langsung periksa dan proses hukum. Sudah dibawa ke Mapolresta Solo dan diproses lebih lanjut,” beber Kapolresta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Diterangkan kapolresta, pemisahan parkir suporter sebagai antisipasi terjadinya gesekan antarsuporter dalam laga Piala Presiden 2022 antara Persis Solo vs PSIS Semarang.

“Panitia pelaksana (panpel) sepakat membagi tempat parkir masing-masing suporter agar tidak ada pertemuan. Di luar stadion, semua potensi yang mengganggu kamtibmas selama gelaran Piala Presiden sudah kami antisipasi. Sekali lagi, kami tidak segan-segan menindak tegas siapa saja yang berusaha mengganggu kamtibmas,” urai Ade. (atn/wa/dam)

SOLO – TP, oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang diduga berusaha merebut lahan parkir suporter dan melakukan perlawanan terhadap polisi di sekitar Stadion Manahan, resmi menjadi tersangka.

Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Djohan Andika menjelaskan, penetapan tersangka setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara.

Di lokasi kejadian, selain TP, ada tiga orang kawannya. Namun saat dilakukan penertiban oleh anggota, hanya TP yang melakukan perlawanan.

“Dari keterangan saksi di lapangan, memang hanya dia (TP) yang melawan petugas menggunakan sajam (senjata tajam). Tiga temannya masih sebagai saksi,” terang Djohan.

Sajam yang digunakan TP adalah sejenis sangkur atau golok. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TP dijerat pasal berlapis, yakni pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Undang-Undang Darurat terkait penyalahgunaan sajam.

Diketahui, kasus ini bermula saat TP ingin mengambil alih lahan parkir suporter di Stadion Manahan Solo. Ketika hendak ditertibkan, dia melawan.

“Ada oknum dari ormas tertentu yang memaksa mengambil alih lokasi parkir. Pada saat diamankan petugas, terjadi perlawanan. Langsung mengeluarkan sajam. Kami langsung periksa dan proses hukum. Sudah dibawa ke Mapolresta Solo dan diproses lebih lanjut,” beber Kapolresta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Diterangkan kapolresta, pemisahan parkir suporter sebagai antisipasi terjadinya gesekan antarsuporter dalam laga Piala Presiden 2022 antara Persis Solo vs PSIS Semarang.

“Panitia pelaksana (panpel) sepakat membagi tempat parkir masing-masing suporter agar tidak ada pertemuan. Di luar stadion, semua potensi yang mengganggu kamtibmas selama gelaran Piala Presiden sudah kami antisipasi. Sekali lagi, kami tidak segan-segan menindak tegas siapa saja yang berusaha mengganggu kamtibmas,” urai Ade. (atn/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/