alexametrics
23.4 C
Surakarta
Friday, 8 July 2022

Problem di PPDB Online: Salah Input Data, Bisa Terpantal dari Jalur Zonasi

SOLO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online masih menyisakan masalah untuk para siswa. Salah satunya masih banyak calon siswa maupun wali murid yang salah menginput data. Imbasnya, mereka rawan terpental dari jalur zonasi.

Koordinator PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abi Satoto mengatakan, mayoritas wali murid yang datang ke posko PPDB disdik lantaran kesalahan input data. Pada proses PPDB tahun ini, data siswa tidak lagi diambilkan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Namun diambil dari data pokok pendidikan (dapodik) sekolah. Perubahan sistem PPDB tersebut, dimungkinkan menjadi faktor utama penyebab kesalahan data calon peserta didik.

“Kalau dulu memang pakai data yang langsung link dari disdukcapil, saat ini sudah tidak bisa. Data diambilkan dari dapodik lalu divalidasi oleh calon peserta didik sebelum membuat akun PPDB,” ujarnya.

Abi mengungkapkan, banyak sekolah yang salah memasukkan data siswa. Ini membuat panik  para wali murid saat akan membuat akun PPDB. Beberapa kasus yang ditemukan, calon peserta didik saat mendaftar tidak memperhatikan data alamat dan nomor NIK siswa sesuai dengan KK.

“Banyak yang salah input data, terutama penulisan alamat. Merujuk dari sistem zonasi, maka calon peserta didik tidak masuk ke sekolah yang dekat rumah,” ujar

Sementara itu, di hari kedua pendaftaran akun PPDB jalur zonasi puluhan orang tua calon peserta didik masih mendatangi posko PPDB Disdik Kota Surakarta. Mayoritas aduan berupa kesalahan dan pembenaran data. Salah satu wali murid yang datang ke posko PPDB disdik, Murni mengatakan, mengalami kesalahan data berupa alamat yang tidak sesuai data.

“Alamat saya tidak sesuai dengan KK. Seharusnya RT 03 RW 05 ditulis terbalik RT 05 RW 03. Jadi jaraknya juga sudah beda. Tadi juga sudah dibenarkan datanya oleh operator dinas,” ucapnya. (ian/bun/dam)

SOLO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online masih menyisakan masalah untuk para siswa. Salah satunya masih banyak calon siswa maupun wali murid yang salah menginput data. Imbasnya, mereka rawan terpental dari jalur zonasi.

Koordinator PPDB Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abi Satoto mengatakan, mayoritas wali murid yang datang ke posko PPDB disdik lantaran kesalahan input data. Pada proses PPDB tahun ini, data siswa tidak lagi diambilkan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Namun diambil dari data pokok pendidikan (dapodik) sekolah. Perubahan sistem PPDB tersebut, dimungkinkan menjadi faktor utama penyebab kesalahan data calon peserta didik.

“Kalau dulu memang pakai data yang langsung link dari disdukcapil, saat ini sudah tidak bisa. Data diambilkan dari dapodik lalu divalidasi oleh calon peserta didik sebelum membuat akun PPDB,” ujarnya.

Abi mengungkapkan, banyak sekolah yang salah memasukkan data siswa. Ini membuat panik  para wali murid saat akan membuat akun PPDB. Beberapa kasus yang ditemukan, calon peserta didik saat mendaftar tidak memperhatikan data alamat dan nomor NIK siswa sesuai dengan KK.

“Banyak yang salah input data, terutama penulisan alamat. Merujuk dari sistem zonasi, maka calon peserta didik tidak masuk ke sekolah yang dekat rumah,” ujar

Sementara itu, di hari kedua pendaftaran akun PPDB jalur zonasi puluhan orang tua calon peserta didik masih mendatangi posko PPDB Disdik Kota Surakarta. Mayoritas aduan berupa kesalahan dan pembenaran data. Salah satu wali murid yang datang ke posko PPDB disdik, Murni mengatakan, mengalami kesalahan data berupa alamat yang tidak sesuai data.

“Alamat saya tidak sesuai dengan KK. Seharusnya RT 03 RW 05 ditulis terbalik RT 05 RW 03. Jadi jaraknya juga sudah beda. Tadi juga sudah dibenarkan datanya oleh operator dinas,” ucapnya. (ian/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/