alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Proyek Jembatan Mojo Dipercepat, Pengerjaan Jurug Bakal Diundur

SOLO – Upaya DPRD dan Pemkot Surakarta melobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar pengerjaan Jembatan Jurug diundur setelah proyek Jembatan Mojo selesai, mulai ada titik terang. Pemerintah memberi sinyal menyetujui usulan itu dengan mempertimbangkan keruwetan lalu lintas.

Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta YF Sukasno mengatakan, DPRD dan pemkot bertandang ke Kementerian PUPR Senin lalu (20/6). Rombongan ditemui Yudha Handita P, direktur pembangunan jembatan.

“Usulan kami mendapat respons positif. Ternyata beliau (Yudha Handita) lebih paham, karena basicnya orang teknis. Beliau paham di mana jarak antara Jembatan Jurug dan Mojo tidak sampai 5 kilometer. Beliau paham crowded-nya seperti apa, apalagi Joglo mau dibangun,” papar Sukasno.

Dijelaskan Sukasno, kesimpulan dari pertemuan tersebut Kementerian PUPR meminta ada sekali pertemuan dengan menghadirkan kontraktor dari Jembatan Mojo. Dalam rapat kedua ini, akan membahas hal-hal teknis. Dihitung limit waktu, termasuk teknis pembongkaran.

“Jadi kesimpulan sementara proyek Jembatan Jurug bisa dimulai agak mundur, tapi Mojo diminta diselesaikan lebih cepat. Nanti akan ada pendampingan dari kementerian. Tapi khusus Joglo tidak bisa diowah-owah, karena itu instruksi presiden” ujar dia.

Sukasno menekankan, pembangunan Jembatan Jurug harus diskenario agar tidak berdampak pada jembatan lain yang akan menjadi lajur alternatif.

“Jangan sampai kejadian jembatan ambles di Jalan Gotong Royong Jagalan terulang karena overload menerima limpahan kendaraan saat Jembatan Jonasan dibangun,” ujarnya.

Lalu kapan rapat lanjutan akan dilakukan? Sukasno mengatakan akan mendapat info lebih lanjut dari kementerian. “Bisa di Jakarta lagi, bisa via zoom kalau waktunya mepet. Nanti dari kontraktor dan OPD terkait saja yang ikut, karena pembahasannya lebih ke teknis,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki membenarkan soal hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR.

“Dari hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR juga belum ada putusan. Jalan tengahnya Jumat (24/6) besok akan ada mediasi lagi untuk.mempertemukan dua kontraktor (Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug) agar bisa menghitung masa pengerjaan yang diperlukan,” kata, Selasa (21/6).

Sembari menunggu mediasi selanjutnya, DPUPR diminta oleh Kemterian PUPR agar lebih cepat dalam penyelesaian perbaikan Jembatan Mojo. Pemkot diminta rampung lebih awal dari batas akhir pengerjaan maksimal akhir Desember tahun ini.

Perbaikan Jembatan Mojo menelan anggaran Rp 29,9 miliar dari dana bantuan gubernur, dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Kota Surakarta 2022. Saat ini proses lelang, pekan depan mulai perbaikan pondasi dan batalan jembatan bisa dikerjakan.

“Namun untuk perbaikan plat baja lantai jembatan perlu proses karena ada masa fabrikasinya. Proses ini yang sedang kami percepat,” kata dia.

Untuk persoalan plat baja lantai Jembatan Mojo, pihaknya sempat menghubungi pihak produsen,  namun masa pembuatan plat baja itu tetap membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Estimasinya September plat baja itu baru siap dipasang.

“Kami upayakan, perkiraannya pasang lantai itu baru September. Batas akhirnya kan Desember, ya semoga bisa selesai lebih awal,” papar dia.

Rampung lebih awal dalam perbaikan Jembatan Mojo itu yang ditekankan oleh Kementerian PUPR agar nanti tidak membebani pelaksanaan perbaikan Jembatan Jurug. Sebab, jembatan ini akan dibangun total ulang.

“Jadi sama seperti membangun jembatan baru. Infonya Jembatan Jurug itu masa pengerjaannya sampai akhir 2023. Makanya kami minta kementerian bisa menjadi mediator dengan kontraktor,” beber Nur Basuki. (ves/bun/dam)

SOLO – Upaya DPRD dan Pemkot Surakarta melobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar pengerjaan Jembatan Jurug diundur setelah proyek Jembatan Mojo selesai, mulai ada titik terang. Pemerintah memberi sinyal menyetujui usulan itu dengan mempertimbangkan keruwetan lalu lintas.

Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta YF Sukasno mengatakan, DPRD dan pemkot bertandang ke Kementerian PUPR Senin lalu (20/6). Rombongan ditemui Yudha Handita P, direktur pembangunan jembatan.

“Usulan kami mendapat respons positif. Ternyata beliau (Yudha Handita) lebih paham, karena basicnya orang teknis. Beliau paham di mana jarak antara Jembatan Jurug dan Mojo tidak sampai 5 kilometer. Beliau paham crowded-nya seperti apa, apalagi Joglo mau dibangun,” papar Sukasno.

Dijelaskan Sukasno, kesimpulan dari pertemuan tersebut Kementerian PUPR meminta ada sekali pertemuan dengan menghadirkan kontraktor dari Jembatan Mojo. Dalam rapat kedua ini, akan membahas hal-hal teknis. Dihitung limit waktu, termasuk teknis pembongkaran.

“Jadi kesimpulan sementara proyek Jembatan Jurug bisa dimulai agak mundur, tapi Mojo diminta diselesaikan lebih cepat. Nanti akan ada pendampingan dari kementerian. Tapi khusus Joglo tidak bisa diowah-owah, karena itu instruksi presiden” ujar dia.

Sukasno menekankan, pembangunan Jembatan Jurug harus diskenario agar tidak berdampak pada jembatan lain yang akan menjadi lajur alternatif.

“Jangan sampai kejadian jembatan ambles di Jalan Gotong Royong Jagalan terulang karena overload menerima limpahan kendaraan saat Jembatan Jonasan dibangun,” ujarnya.

Lalu kapan rapat lanjutan akan dilakukan? Sukasno mengatakan akan mendapat info lebih lanjut dari kementerian. “Bisa di Jakarta lagi, bisa via zoom kalau waktunya mepet. Nanti dari kontraktor dan OPD terkait saja yang ikut, karena pembahasannya lebih ke teknis,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki membenarkan soal hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR.

“Dari hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR juga belum ada putusan. Jalan tengahnya Jumat (24/6) besok akan ada mediasi lagi untuk.mempertemukan dua kontraktor (Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug) agar bisa menghitung masa pengerjaan yang diperlukan,” kata, Selasa (21/6).

Sembari menunggu mediasi selanjutnya, DPUPR diminta oleh Kemterian PUPR agar lebih cepat dalam penyelesaian perbaikan Jembatan Mojo. Pemkot diminta rampung lebih awal dari batas akhir pengerjaan maksimal akhir Desember tahun ini.

Perbaikan Jembatan Mojo menelan anggaran Rp 29,9 miliar dari dana bantuan gubernur, dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Kota Surakarta 2022. Saat ini proses lelang, pekan depan mulai perbaikan pondasi dan batalan jembatan bisa dikerjakan.

“Namun untuk perbaikan plat baja lantai jembatan perlu proses karena ada masa fabrikasinya. Proses ini yang sedang kami percepat,” kata dia.

Untuk persoalan plat baja lantai Jembatan Mojo, pihaknya sempat menghubungi pihak produsen,  namun masa pembuatan plat baja itu tetap membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Estimasinya September plat baja itu baru siap dipasang.

“Kami upayakan, perkiraannya pasang lantai itu baru September. Batas akhirnya kan Desember, ya semoga bisa selesai lebih awal,” papar dia.

Rampung lebih awal dalam perbaikan Jembatan Mojo itu yang ditekankan oleh Kementerian PUPR agar nanti tidak membebani pelaksanaan perbaikan Jembatan Jurug. Sebab, jembatan ini akan dibangun total ulang.

“Jadi sama seperti membangun jembatan baru. Infonya Jembatan Jurug itu masa pengerjaannya sampai akhir 2023. Makanya kami minta kementerian bisa menjadi mediator dengan kontraktor,” beber Nur Basuki. (ves/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/