alexametrics
21 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Sebanyak 66 Botol Miras Tanpa Izin Disita

Ngeyel Layani Dine In, Tim Sabhara Tegur Kafe di Manahan

SOLO – Bukan hanya melanggar aturan larangan dine in atau makan di tempat, sebuah kafe di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Manahan kedapatan melanggar jam operasional selama PPKM darurat sekaligus menjual minuman keras tanpa izin.

Pelanggaran tersebut terendus setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat. Tim gabungan yang dipimpin Kasat Sabhara Polresta Surakarta Kompol Sutoyo segera mendatangi lokasi.

“Setelah kami datangi, benar masih buka di atas jam 20.00. Selain itu, di lokasi masih ada pengunjung yang makan di tempat. Padahal sudah jelas aturannya selama PPKM darurat dilarang makan di tempat,” tegas Sutoyo, Rabu (21/7).

Anggota Satpol PP kemudian mendata pengunjung yang makan di tempat dan memberikan surat peringatan keras kepada pengelola kafe.

Hasil penyisiran di kafe setempat, petugas menemukan minuman keras beragam merek yang disimpan di gudang. “Saat kami tanya apakah memiliki izin menjual miras, pengelola kafe mengatakan tidak punya. Akhirnya kami sita semua. Ada sekitar 66 botol,” ungkap kasat sabhara.

Dica Buyung, manajer kafe mengakui tempat usahanya melanggaran aturan PPKM darurat. “Sebenarnya sejak PPKM darurat, kami sudah menaati peraturan dengan tidak melayani makan di tempat dan jam operasional maksimal pukul 20.00,” ujarnya.

Saat didatangi petugas, imbuh Dica, tempat usaha sudah tutup. Tetapi berhubung masih ada beberapa relasi kerja dan pengunjung, masih ada aktivitas sembari proses cleaning.

“Kami sudah mengimbau dan memberikan informasi kepada pelanggan bahwa untuk sementara kafe tidak melayani makan di tempat. Tetapi masih banyak pelanggan yang tetap makan dan minum di tempat, padahal penyajian makan dan minuman sudah dibungkus,” beber Dica.

Atas kejadian tersebut, Dica mengakui adanya pelanggaran PPKM darurat dan segera melakukan evaluasi. “Kami meminta maaf apabila menimbulkan keresahan. Kami akan selalu mematuhi peraturan pemerintah,” terangnya. (atn/wa)


SOLO – Bukan hanya melanggar aturan larangan dine in atau makan di tempat, sebuah kafe di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Manahan kedapatan melanggar jam operasional selama PPKM darurat sekaligus menjual minuman keras tanpa izin.

Pelanggaran tersebut terendus setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat. Tim gabungan yang dipimpin Kasat Sabhara Polresta Surakarta Kompol Sutoyo segera mendatangi lokasi.

“Setelah kami datangi, benar masih buka di atas jam 20.00. Selain itu, di lokasi masih ada pengunjung yang makan di tempat. Padahal sudah jelas aturannya selama PPKM darurat dilarang makan di tempat,” tegas Sutoyo, Rabu (21/7).

Anggota Satpol PP kemudian mendata pengunjung yang makan di tempat dan memberikan surat peringatan keras kepada pengelola kafe.

Hasil penyisiran di kafe setempat, petugas menemukan minuman keras beragam merek yang disimpan di gudang. “Saat kami tanya apakah memiliki izin menjual miras, pengelola kafe mengatakan tidak punya. Akhirnya kami sita semua. Ada sekitar 66 botol,” ungkap kasat sabhara.

Dica Buyung, manajer kafe mengakui tempat usahanya melanggaran aturan PPKM darurat. “Sebenarnya sejak PPKM darurat, kami sudah menaati peraturan dengan tidak melayani makan di tempat dan jam operasional maksimal pukul 20.00,” ujarnya.

Saat didatangi petugas, imbuh Dica, tempat usaha sudah tutup. Tetapi berhubung masih ada beberapa relasi kerja dan pengunjung, masih ada aktivitas sembari proses cleaning.

“Kami sudah mengimbau dan memberikan informasi kepada pelanggan bahwa untuk sementara kafe tidak melayani makan di tempat. Tetapi masih banyak pelanggan yang tetap makan dan minum di tempat, padahal penyajian makan dan minuman sudah dibungkus,” beber Dica.

Atas kejadian tersebut, Dica mengakui adanya pelanggaran PPKM darurat dan segera melakukan evaluasi. “Kami meminta maaf apabila menimbulkan keresahan. Kami akan selalu mematuhi peraturan pemerintah,” terangnya. (atn/wa)

Populer

Berita Terbaru