alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Saat Jembatan Jurug-Mojo Digarap Bareng, Keampuhan Rekayasa Lalin Diuji

SOLO – Pelaksanaan revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo akan diputuskan besok (24/6). Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta kembali menyarankan proyek tidak dikerjakan secara bersamaan karena menyulitkan rekayasa lalu lintas.

Hal tersebut telah disampaikan pada pertemuan bersama Kemen PUPR, DPUPR Surakarta dan komisi III DPRD Surakarta belum lama ini. “Dari kami sarannya tetap sama. Lebih baik dikerjakan tidak bersamaan. Namun jika ada pekerjaan yang bersamaan, kami harapkan tidak terlalu lama,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo, Rabu (22/6).

Tantangan saat revitalisasi dikerjakan bersamaan? Ari memaparkan, lokasi Jembatan Jurug dan Mojo berdekatan dan berfungsi sebagai jalur penyangga satu dengan lainnya Ketika Jembatan Mojo diperbaiki, pengalihan kendaraan memanfaatkan Jembatan Jurug, bagitu juga sebaliknya.

“Jika dua jembatan digarap bersamaan, pengalihan arus terlalu jauh. Bisa ke Jembatan Bacem dan Ring Road Mojosongo atau tol,” ungkap dia.

Ketika dalam kondisi terpaksa revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo digarap bersamaan, dishub berharap proyek dapat dirampungkan lebih cepat agar dampak kemacetan yang dialami masyarakat tidak terlalu lama.

Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno menuturkan, informasi awal, kementerian terkait menyetujui penyesuaian waktu revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo. Namun kepastiannya baru diputuskan besok.

“Setelah ada putusan, baru bisa memutuskan manajemen rekayasa lalu lintasnya. Yang juga perlu dipertimbangkan, masih ada proyek lain. Antara lain (rel layang) simpang Joglo dan revitalisasi Viaduk Gilingan,” ucapnya.

Kepala DPUPR Kota Surakarta Nur Basuki mengatakan, siap memadatkan waktu revitalisasi Jembatan Mojo. “Pekan depan mulai pengerjaannya. Kami upayakan rampung lebih awal. Kesiapan pemasangan pelat baja lantai jembatan tergantung pihak pabriknya,” terangnya belum lama ini. (ves/wa/dam)

SOLO – Pelaksanaan revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo akan diputuskan besok (24/6). Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta kembali menyarankan proyek tidak dikerjakan secara bersamaan karena menyulitkan rekayasa lalu lintas.

Hal tersebut telah disampaikan pada pertemuan bersama Kemen PUPR, DPUPR Surakarta dan komisi III DPRD Surakarta belum lama ini. “Dari kami sarannya tetap sama. Lebih baik dikerjakan tidak bersamaan. Namun jika ada pekerjaan yang bersamaan, kami harapkan tidak terlalu lama,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surakarta Ari Wibowo, Rabu (22/6).

Tantangan saat revitalisasi dikerjakan bersamaan? Ari memaparkan, lokasi Jembatan Jurug dan Mojo berdekatan dan berfungsi sebagai jalur penyangga satu dengan lainnya Ketika Jembatan Mojo diperbaiki, pengalihan kendaraan memanfaatkan Jembatan Jurug, bagitu juga sebaliknya.

“Jika dua jembatan digarap bersamaan, pengalihan arus terlalu jauh. Bisa ke Jembatan Bacem dan Ring Road Mojosongo atau tol,” ungkap dia.

Ketika dalam kondisi terpaksa revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo digarap bersamaan, dishub berharap proyek dapat dirampungkan lebih cepat agar dampak kemacetan yang dialami masyarakat tidak terlalu lama.

Kepala Dishub Surakarta Hari Prihatno menuturkan, informasi awal, kementerian terkait menyetujui penyesuaian waktu revitalisasi Jembatan Jurug dan Mojo. Namun kepastiannya baru diputuskan besok.

“Setelah ada putusan, baru bisa memutuskan manajemen rekayasa lalu lintasnya. Yang juga perlu dipertimbangkan, masih ada proyek lain. Antara lain (rel layang) simpang Joglo dan revitalisasi Viaduk Gilingan,” ucapnya.

Kepala DPUPR Kota Surakarta Nur Basuki mengatakan, siap memadatkan waktu revitalisasi Jembatan Mojo. “Pekan depan mulai pengerjaannya. Kami upayakan rampung lebih awal. Kesiapan pemasangan pelat baja lantai jembatan tergantung pihak pabriknya,” terangnya belum lama ini. (ves/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/