alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

MPC Pemuda Pancasila Kota Surakarta Desak Junimart Meminta Maaf

SOLO Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surakarta mendesak Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta maaf atas statemen-nya yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membubarkan Pemuda Pancasila.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surakarta Faisal Rifqi mengatakan, pernyataan Junimart yang menyatakan Pemuda Pancasila sama dengan FPI mencederai hati para anggota.

“Kami itu nasionalis dan merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial. Itu ucapan yang tidak ada landasanya. Tentu kami marah. Untuk itu, kami meminta Pak Junimart Girsang meminta maaf secara terbuka baik langsung maupun dengan media massa,” bebernya.

Serujuk dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila Kota Surakarta memberikan waktu 2×24 jam terhitung sejak Senin (22/11), sehingga paling telat Rabu (24/11) harus sudah ada permintaan maaf.

Apabila tak digubris, imbuh Faisal, akan ada gerakan masal yang skalanya nasional. “Kami belum tahu apakah nanti terpusat apa di masing-masing daerah. Yang jelas seluruh angggota yang tersebar di tanah air, termasuk Solo siap bergerak. Tidak ada toleransi lagi,” tandas dia.

Ditambahkan Faisal, jika ternyata ada kesalahan, itu hanya dilakukan oleh oknum anggota, sehingga tidak patut organisasinya yang dibubarkan. “Sama seperti ada anggota parpol (partai politik) yang korupsi, tentu yang dihukum oknum anggotanya, bukan parpolnya yang dibubarkan,” tuturnya. (atn/wa/dam)

SOLO Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surakarta mendesak Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang meminta maaf atas statemen-nya yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membubarkan Pemuda Pancasila.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surakarta Faisal Rifqi mengatakan, pernyataan Junimart yang menyatakan Pemuda Pancasila sama dengan FPI mencederai hati para anggota.

“Kami itu nasionalis dan merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial. Itu ucapan yang tidak ada landasanya. Tentu kami marah. Untuk itu, kami meminta Pak Junimart Girsang meminta maaf secara terbuka baik langsung maupun dengan media massa,” bebernya.

Serujuk dengan Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, MPC Pemuda Pancasila Kota Surakarta memberikan waktu 2×24 jam terhitung sejak Senin (22/11), sehingga paling telat Rabu (24/11) harus sudah ada permintaan maaf.

Apabila tak digubris, imbuh Faisal, akan ada gerakan masal yang skalanya nasional. “Kami belum tahu apakah nanti terpusat apa di masing-masing daerah. Yang jelas seluruh angggota yang tersebar di tanah air, termasuk Solo siap bergerak. Tidak ada toleransi lagi,” tandas dia.

Ditambahkan Faisal, jika ternyata ada kesalahan, itu hanya dilakukan oleh oknum anggota, sehingga tidak patut organisasinya yang dibubarkan. “Sama seperti ada anggota parpol (partai politik) yang korupsi, tentu yang dihukum oknum anggotanya, bukan parpolnya yang dibubarkan,” tuturnya. (atn/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru