25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Bola Liar Tudingan Pemilihan Rektor UNS Curang, MWA Akan Tempuh Jalur Hukum

RADARSOLO.ID-Narasi yang menyebutkan pemilihan rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) masa bakti 2022-2023 ada kecurangan, intimidasi dan berujung pada penolakan rektor terpilih Prof Sajidan, meluas di media sosial. Menyikapi hal tersebut, Majelis Wali Amanat (MWA) UNS bersikap tegas menempuh jalur hukum.

Informasi yang beredar di media sosial, anggota MWA yang memiliki hak suara mendapatkan tekanan dari calon rektor terpilih Prof Sajidan. Selain itu, pemilihan dilakukan secara tidak sah dan suara yang didapatkan merupakan manipulasi dari rektor terpilih.

Sekretaris MWA UNS Prof Hasan Fauzi, menduga, tudingan tersebut didalangi pihak ketiga yang tidak memahami proses dan prosedur pemilihan rektor sesuai PP Nomor 56 Tahun 2022 dan peraturan perundangan lainnya.

Tapi dipastikan fenomena tersebut tidak memiliki implikasi hukum terhadap legalisasi rektor terpilih.

“MWA UNS akan mempertimbangkan jalur hukum yang diperlukan untuk menyikapi fakta-fakta tersebut. Informasi yang tersebar di media sosial saat ini pada dasarnya merusak nama baik UNS,” tegasnya, Rabu (23/11/2022).

Pihak UNS tegas menampik tudingan adanya tekanan dari pihak tertentu kepada anggota MWA yang memiliki suara. Menanggapi hal tersebut, MWA menyatakan, informasi tersebut salah dan tidak memiliki bukti yang kuat.

“Itu tidak benar. Tidak ada tekanan dari siapa pun. Memang sebelumnya kami kumpulkan semua calon rektor dan wakil rektor di Pengging untuk mengadakan doa bersama agar pelaksanaan pemilihan rektor berjalan lancar,” beber Hasan.

Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan MWA, tulisan dan video yang beredar di media sosial sudah mengarah pada ujaran kebencian atau hate speech, sehingga merusak nama baik UNS.

“Kami menjamin anggota MWA memiliki integritas dan sikap independen dalam memberikan suara pada penetapan rektor terpilih. Pemilihan juga dilakukan secara terbuka sesuai dengan aturan,” pungkasnya. (ian/wa)






Reporter: Septian Refvinda Argiandini

RADARSOLO.ID-Narasi yang menyebutkan pemilihan rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) masa bakti 2022-2023 ada kecurangan, intimidasi dan berujung pada penolakan rektor terpilih Prof Sajidan, meluas di media sosial. Menyikapi hal tersebut, Majelis Wali Amanat (MWA) UNS bersikap tegas menempuh jalur hukum.

Informasi yang beredar di media sosial, anggota MWA yang memiliki hak suara mendapatkan tekanan dari calon rektor terpilih Prof Sajidan. Selain itu, pemilihan dilakukan secara tidak sah dan suara yang didapatkan merupakan manipulasi dari rektor terpilih.

Sekretaris MWA UNS Prof Hasan Fauzi, menduga, tudingan tersebut didalangi pihak ketiga yang tidak memahami proses dan prosedur pemilihan rektor sesuai PP Nomor 56 Tahun 2022 dan peraturan perundangan lainnya.

Tapi dipastikan fenomena tersebut tidak memiliki implikasi hukum terhadap legalisasi rektor terpilih.

“MWA UNS akan mempertimbangkan jalur hukum yang diperlukan untuk menyikapi fakta-fakta tersebut. Informasi yang tersebar di media sosial saat ini pada dasarnya merusak nama baik UNS,” tegasnya, Rabu (23/11/2022).

Pihak UNS tegas menampik tudingan adanya tekanan dari pihak tertentu kepada anggota MWA yang memiliki suara. Menanggapi hal tersebut, MWA menyatakan, informasi tersebut salah dan tidak memiliki bukti yang kuat.

“Itu tidak benar. Tidak ada tekanan dari siapa pun. Memang sebelumnya kami kumpulkan semua calon rektor dan wakil rektor di Pengging untuk mengadakan doa bersama agar pelaksanaan pemilihan rektor berjalan lancar,” beber Hasan.

Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan MWA, tulisan dan video yang beredar di media sosial sudah mengarah pada ujaran kebencian atau hate speech, sehingga merusak nama baik UNS.

“Kami menjamin anggota MWA memiliki integritas dan sikap independen dalam memberikan suara pada penetapan rektor terpilih. Pemilihan juga dilakukan secara terbuka sesuai dengan aturan,” pungkasnya. (ian/wa)






Reporter: Septian Refvinda Argiandini

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/