25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Munas Hipmi Kembali Ricuh: di Depan Menteri Bahlil, Peserta Adu Mulut Nekat Naik Panggung

RADARSOLO.ID – Munas Hipmi XVII di Kota Solo tak habis-habisnya bikin geger. Usai aksi baku hantam dan adu jotos para peserta munas di hari pertama, kericuhan kembali berlanjut di hari kedua dan ketiga munas, Selasa-Rabu (22-23/11). Bahkan, peserta munas berani adu mulut dan berbuat anarkis hingga naik ke atas panggung di hadapan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Di hari terakhir Munas Hipmi XVII, ditetapkan Akbar Buchari sebagai ketua umum periode 2022-2025, Rabu malam. Namun, selama penyelenggaraan munas, peserta terus-terusan bersitegang hingga naik ke atas panggung pimpinan.

Bahkan para peserta munas berani adu mulut dan bertingkah anarkis di depan Menteri Bahlil Lahadalia. Misalnya hanya gara-gara persoalan pemilihan pemimpin sidang. Para peserta munas dari berbagai daerah mengusulkan nama-nama yang diinginkan sebagai pimpinan sidang.

“Kami dari Kalbar mengusulkan pimpinan sidang dari Jatim!” teriak peserta munas dalam siaran YouTube HIPMI TV.

Koaran itu disambut teriakan dari peserta munas lainnya yang menginginkan tuan rumah Jawa Tengah sebagai pimpinan sidang. “Beri kesempatan kepada tuan rumah lah,” sahut peserta munas lainnya.

Keributan pun akhirnya pecah. Hingga sejumlah peserta naik ke atas panggung. Menteri Bahlil langsung turun tangan, menenangkan peserta munas yang bersitegang.

“Kita pengusaha, urusan kita banyak,” ujar peserta munas.

Keluhan itu segera disahut Menteri Bahlil. “Saya menteri investasi urusan saya negara, tidak cuma urusi Munas HIPMI,” tegasnya.

Di hari ketiga, ketegangan kembali terjadi lantaran agenda sidang molor sangat lama. Sejatinya sidang dimulai pukul 09.00. Namun, pimpinan sidang tidak segera mencabut skorsing lantaran peserta sidang belum memenuhi kuorum. Alhasil sidang baru dimulai usai jam makan siang.

“Pimpinan sidang ini sengaja memperpanjang skorsing. Jangan demi kepentingan tertentu kemudian tidak mencabut skorsing. Urusan kami juga banyak di daerah,” keluh peserta munas.

Situasi tidak kondusif itu berlangsung terus menerus sampai salah seorang peserta munas diusir dari area munas. (aya/ria)






Reporter: Septina Fadia

RADARSOLO.ID – Munas Hipmi XVII di Kota Solo tak habis-habisnya bikin geger. Usai aksi baku hantam dan adu jotos para peserta munas di hari pertama, kericuhan kembali berlanjut di hari kedua dan ketiga munas, Selasa-Rabu (22-23/11). Bahkan, peserta munas berani adu mulut dan berbuat anarkis hingga naik ke atas panggung di hadapan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Di hari terakhir Munas Hipmi XVII, ditetapkan Akbar Buchari sebagai ketua umum periode 2022-2025, Rabu malam. Namun, selama penyelenggaraan munas, peserta terus-terusan bersitegang hingga naik ke atas panggung pimpinan.

Bahkan para peserta munas berani adu mulut dan bertingkah anarkis di depan Menteri Bahlil Lahadalia. Misalnya hanya gara-gara persoalan pemilihan pemimpin sidang. Para peserta munas dari berbagai daerah mengusulkan nama-nama yang diinginkan sebagai pimpinan sidang.

“Kami dari Kalbar mengusulkan pimpinan sidang dari Jatim!” teriak peserta munas dalam siaran YouTube HIPMI TV.

Koaran itu disambut teriakan dari peserta munas lainnya yang menginginkan tuan rumah Jawa Tengah sebagai pimpinan sidang. “Beri kesempatan kepada tuan rumah lah,” sahut peserta munas lainnya.

Keributan pun akhirnya pecah. Hingga sejumlah peserta naik ke atas panggung. Menteri Bahlil langsung turun tangan, menenangkan peserta munas yang bersitegang.

“Kita pengusaha, urusan kita banyak,” ujar peserta munas.

Keluhan itu segera disahut Menteri Bahlil. “Saya menteri investasi urusan saya negara, tidak cuma urusi Munas HIPMI,” tegasnya.

Di hari ketiga, ketegangan kembali terjadi lantaran agenda sidang molor sangat lama. Sejatinya sidang dimulai pukul 09.00. Namun, pimpinan sidang tidak segera mencabut skorsing lantaran peserta sidang belum memenuhi kuorum. Alhasil sidang baru dimulai usai jam makan siang.

“Pimpinan sidang ini sengaja memperpanjang skorsing. Jangan demi kepentingan tertentu kemudian tidak mencabut skorsing. Urusan kami juga banyak di daerah,” keluh peserta munas.

Situasi tidak kondusif itu berlangsung terus menerus sampai salah seorang peserta munas diusir dari area munas. (aya/ria)






Reporter: Septina Fadia

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/