alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

4.000 Kamar Bakal Penuh Atlet APG, Pengelola Hotel Diminta Lakukan Persiapan

SOLO – Sepanjang event ASEAN Para Games (APG) 2022 di Kota Bengawan, diprediksi lebih dari 3.500 kamar hotel di Solo dan sekitarnya bakal terisi dengan length of stay sekitar dua pekan. Artinya, sebesar 60 persen jumlah kamar hotel berbintang di Kota Solo penuh.

“Hotel berbintang di Solo dan sekitarnya itu totalnya sekitar 6-7 ribu kamar. Sesuai perhitungan kami, selama event APG ini akan terisi 60 persen. Paling banyak 4 ribu kamar. Untuk akomodasi atlet termasuk pendamping, official, dan panitia,” beber Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Sreshtho, kemarin (23/6).

Tingkat okupansi tersebut diklaim sangat memberikan efek positif. Sebab length of stay para atlet tidak hanya sehari-dua hari. Tapi hampir dua pekan.

“Kami mewanti-wanti para hotel untuk melakukan persiapan sangat khusus. Terlepas dari perhatian khusus bagi tamunya, dalam hal ini atlet disabilitas. Juga termasuk tamu-tamu mancanegara. Membutuhkan treatment khusus juga. Karena hotel-hotel ini membawa nama Indonesia dan Solo. Persiapannya pasti sangat detail,” urainya.

Beberapa hotel yang ditunjuk sebagai hotel akomodasi event APG 2022, lanjut Sistho, mungkin membutuhkan perubahan secara eksterior. Baik di kamar, aksesibilitas, hingga persiapan makanan khusus atlet. Sebab masing-masing hotel akan menerima tamu atlet tiap cabang olahraga (cabor), sehingga dimungkinkan kebutuhan meni makannya berbeda.

“Hotel-hotel yang dihuni ini khusus per cabor. Sebenarnya lebih memudahkan. Daripada kami meng-cover berbagai cabor dengan beda treatment. Yang harus di-highlight memang seputar menu makan, aksesibilitas, dan keamanan. Kebetulan kami terbiasa melayani para atlet, jadi tidak terlalu kaget,” jelasnya.

Hotel-hotel yang akan dipakai akomodasi atlet melewati berbagai prosedur inspeksi pihak NPC Indonesia. Di antaranya dilihat dari aksesibilitasnya, jumlah pintu, kondisi lift, cukup kursi roda atau tidak. Koridor cukup kursi roda, pintu kamar dan kamar mandi bisa masuk kursi roda atau tidak.

“Pihak panitia membagi hotel-hotel itu. Berikutnya, kontingen luar negara akan inspeksi lagi. Belum bicara soal menu, dan permintaan lainnya,” pungkas Sistho. (aya/wa/dam)

SOLO – Sepanjang event ASEAN Para Games (APG) 2022 di Kota Bengawan, diprediksi lebih dari 3.500 kamar hotel di Solo dan sekitarnya bakal terisi dengan length of stay sekitar dua pekan. Artinya, sebesar 60 persen jumlah kamar hotel berbintang di Kota Solo penuh.

“Hotel berbintang di Solo dan sekitarnya itu totalnya sekitar 6-7 ribu kamar. Sesuai perhitungan kami, selama event APG ini akan terisi 60 persen. Paling banyak 4 ribu kamar. Untuk akomodasi atlet termasuk pendamping, official, dan panitia,” beber Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Sreshtho, kemarin (23/6).

Tingkat okupansi tersebut diklaim sangat memberikan efek positif. Sebab length of stay para atlet tidak hanya sehari-dua hari. Tapi hampir dua pekan.

“Kami mewanti-wanti para hotel untuk melakukan persiapan sangat khusus. Terlepas dari perhatian khusus bagi tamunya, dalam hal ini atlet disabilitas. Juga termasuk tamu-tamu mancanegara. Membutuhkan treatment khusus juga. Karena hotel-hotel ini membawa nama Indonesia dan Solo. Persiapannya pasti sangat detail,” urainya.

Beberapa hotel yang ditunjuk sebagai hotel akomodasi event APG 2022, lanjut Sistho, mungkin membutuhkan perubahan secara eksterior. Baik di kamar, aksesibilitas, hingga persiapan makanan khusus atlet. Sebab masing-masing hotel akan menerima tamu atlet tiap cabang olahraga (cabor), sehingga dimungkinkan kebutuhan meni makannya berbeda.

“Hotel-hotel yang dihuni ini khusus per cabor. Sebenarnya lebih memudahkan. Daripada kami meng-cover berbagai cabor dengan beda treatment. Yang harus di-highlight memang seputar menu makan, aksesibilitas, dan keamanan. Kebetulan kami terbiasa melayani para atlet, jadi tidak terlalu kaget,” jelasnya.

Hotel-hotel yang akan dipakai akomodasi atlet melewati berbagai prosedur inspeksi pihak NPC Indonesia. Di antaranya dilihat dari aksesibilitasnya, jumlah pintu, kondisi lift, cukup kursi roda atau tidak. Koridor cukup kursi roda, pintu kamar dan kamar mandi bisa masuk kursi roda atau tidak.

“Pihak panitia membagi hotel-hotel itu. Berikutnya, kontingen luar negara akan inspeksi lagi. Belum bicara soal menu, dan permintaan lainnya,” pungkas Sistho. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/