alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Sejumlah Event Akbar di Kota Solo Digeser ke Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta memiliki banyak potensi mendongkrak pariwisata di Kota Solo. Sebab itu, pemkot mulai ancang-ancang menjadikan pusat kebudayaan Jawa tersebut sebagai lokasi event akbar tingkat nasional maupun internasional.

Diawali Munas Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), yang diselenggarakan Kamis (23/6). Para tamu undangan disuguhi keelokan arsiterktur keraton. Lengkap dengan suguhan tari-tarian tradisional.

Dengan keunggulan itu, pemkot optimis kegiatan meetings, incentives, conference, dan exhibitions (MICE) tourism yang biasanya dihelat di hotel-hotel, bisa mulai memanfaatkan Keraton Kasunan.

“Dalam visi misi wali kota kan penekanannya budaya. Solo menuju kota modern, tapi tumpuannya tetap pada budaya,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa yang hadir dalam event tersebut.

Menurut Teguh, pemanfaatan keraton sebagai lokasi event nasional sangat cocok guna memamerkan keindahannya kepada anggota Asbanda yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara.

“Waktu saya sampaikan ke Pak Nano (Ketua Umum Asbanda Supriyatno), seandainya Asbanda mau munas di sini, saya tembungke (fasilitas) ke keraton, agar bisa masuk ke dalam keraton dan rapat di dalam keraton. Dengan begitu, para tamu bisa tahu keraton, tahu Solo seperti apa. Sentuhan itu yang ingin kami sampaikan. Ini di luar tarian, di luar UMKM. Tujuannya memaknai nguri-uri budaya,” paparnya.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono selaku Permaisuri Pakoe Boewono XIII. “Dengan keterlibatan keraton dalam penyelenggaraan berbagai event, para abdi dalem bisa makin sejahtera, kegiatan adat tetap lestari. Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya dan kekayaan bangsa Indonesia. Tentu keraton tidak bisa berdiri sendiri. Memerlukan dukungan dari semua pihak,” jelasnya.

Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah agenda kerap digelar di Keraton Kasunanan Surakarta. Di antaranya kampanye pengajuan Hari Kebaya Nasional pada pertengahan Juni lalu, Munas Asbanda, dan lokasi Gala Dinner TIIWG G20 awal Juli mendatang. (ves/wa/dam)

SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta memiliki banyak potensi mendongkrak pariwisata di Kota Solo. Sebab itu, pemkot mulai ancang-ancang menjadikan pusat kebudayaan Jawa tersebut sebagai lokasi event akbar tingkat nasional maupun internasional.

Diawali Munas Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), yang diselenggarakan Kamis (23/6). Para tamu undangan disuguhi keelokan arsiterktur keraton. Lengkap dengan suguhan tari-tarian tradisional.

Dengan keunggulan itu, pemkot optimis kegiatan meetings, incentives, conference, dan exhibitions (MICE) tourism yang biasanya dihelat di hotel-hotel, bisa mulai memanfaatkan Keraton Kasunan.

“Dalam visi misi wali kota kan penekanannya budaya. Solo menuju kota modern, tapi tumpuannya tetap pada budaya,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa yang hadir dalam event tersebut.

Menurut Teguh, pemanfaatan keraton sebagai lokasi event nasional sangat cocok guna memamerkan keindahannya kepada anggota Asbanda yang datang dari berbagai wilayah di Nusantara.

“Waktu saya sampaikan ke Pak Nano (Ketua Umum Asbanda Supriyatno), seandainya Asbanda mau munas di sini, saya tembungke (fasilitas) ke keraton, agar bisa masuk ke dalam keraton dan rapat di dalam keraton. Dengan begitu, para tamu bisa tahu keraton, tahu Solo seperti apa. Sentuhan itu yang ingin kami sampaikan. Ini di luar tarian, di luar UMKM. Tujuannya memaknai nguri-uri budaya,” paparnya.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Gusti Kanjeng Ratu Pakoeboewono selaku Permaisuri Pakoe Boewono XIII. “Dengan keterlibatan keraton dalam penyelenggaraan berbagai event, para abdi dalem bisa makin sejahtera, kegiatan adat tetap lestari. Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya dan kekayaan bangsa Indonesia. Tentu keraton tidak bisa berdiri sendiri. Memerlukan dukungan dari semua pihak,” jelasnya.

Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah agenda kerap digelar di Keraton Kasunanan Surakarta. Di antaranya kampanye pengajuan Hari Kebaya Nasional pada pertengahan Juni lalu, Munas Asbanda, dan lokasi Gala Dinner TIIWG G20 awal Juli mendatang. (ves/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/