alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Perayaan Natal Bakal Dalam Kondisi PPKM Level 3, Polresta Data Gereja di Solo

SOLO – Tepat bulan depan, umat Nasrani menjalankan ibadah Natal. Persiapan dini dilakukan jajaran Polresta Surakarta. Mengingat dalam perayaan Natal tersebut masuk dalam kondisi PPKM level 3 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan pihaknya tengah melakukan pendataan gereja-gereja yang akan melakukan ibadah Natal.

“Ini menjadi dasar kita untuk melakukan plotting anggota yang akan melakukan penjagaan serta berapa jumlah perkuatan yang akan diterjunkan,” kata Ade.

“Tugas kita ada dua, pertama menjamin keamaman dan kenyaman para saudara-saudara kita umat Nasrani yang akan menjalankan ibadah Natal. Kemudian karena masih dalam kondisi pandemi, pengawasan terhadap protokol kesehatan (prokes) juga akan dilakukan,” tambah Kapolresta.

Ade menjelaskan, setelah data didapat maka seluruh pengurus Gereja akan dikumpulkan guna memberikan saran serta masukan. “Nanti itu point-pointnya lebih pada jumlah umat dengan kapasitas Gereja, ya saya minta kalau jumlahnya (umat) banyak, alangkah lebih baik (ibadah) dilaksanakan dalam kurun waktu beberapa hari, untuk memecah umat agar tidak melebih kapasitas,” kata Ade.

Karena masih dalam kondisi pandemi,lanjut Ade, maka kemungkinan yang diperbolehkan adalah ibadah natal. “Sehingga setelah ibadah selesai masyarakat harus segera pulang supaya tidak menimbulkan kerumunan,” jelas Ade.

Terkait keputusan Pemerintah Pusat tentang kebijakan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diseluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, Kapolresta masih menunggu breakdown dalam bentuk Surat Keputusan (SE) Walikota.

“Meski pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan, namun tetap kita menunggu turunan aturannya. Itu yang nanti menjadi pedoman kita dalam teknis yang dilakukan dalam pengamanan Nataru di Kota Solo,” jelas Kapolresta.

Ade memperkirakan aturan saat Nataru bulan depan tak akan jauh dari kebijakan PPKM Level 3 yang pernah diterapkan di Pemkot Surakarta beberapa bulan lalu.

“Memang sat ini Solo sudah level 2, namun kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan pusat. Saya harap masyarakat bisa mengerti, karena ini untuk mencegah kembali terjadinya lonjakan kasus. Berkaca dari pengalaman libur Nataru tahun lalu dan Idul Fitri kemarin, terjadi lonjakan kasus setelah libur panjang. Nah ini yang sama-sama kita antisipasi. Jangan sampai terulang.,” tutur Ade.

Apakah akan melakukan penyekatan ruas kendaraan bahkan penutupan akses keluar masuk Solo saat pemberlakukan PPKM level 3 saat libur Nataru? Ade masih belum bisa menjelaskan. “Kita tunggu saja SE nya ya, itu yang nanti jadi pedoman. Koordinasi efektif terus kita lakukan dengan Pemkot,” pungkas Ade. (atn/dam)

SOLO – Tepat bulan depan, umat Nasrani menjalankan ibadah Natal. Persiapan dini dilakukan jajaran Polresta Surakarta. Mengingat dalam perayaan Natal tersebut masuk dalam kondisi PPKM level 3 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan pihaknya tengah melakukan pendataan gereja-gereja yang akan melakukan ibadah Natal.

“Ini menjadi dasar kita untuk melakukan plotting anggota yang akan melakukan penjagaan serta berapa jumlah perkuatan yang akan diterjunkan,” kata Ade.

“Tugas kita ada dua, pertama menjamin keamaman dan kenyaman para saudara-saudara kita umat Nasrani yang akan menjalankan ibadah Natal. Kemudian karena masih dalam kondisi pandemi, pengawasan terhadap protokol kesehatan (prokes) juga akan dilakukan,” tambah Kapolresta.

Ade menjelaskan, setelah data didapat maka seluruh pengurus Gereja akan dikumpulkan guna memberikan saran serta masukan. “Nanti itu point-pointnya lebih pada jumlah umat dengan kapasitas Gereja, ya saya minta kalau jumlahnya (umat) banyak, alangkah lebih baik (ibadah) dilaksanakan dalam kurun waktu beberapa hari, untuk memecah umat agar tidak melebih kapasitas,” kata Ade.

Karena masih dalam kondisi pandemi,lanjut Ade, maka kemungkinan yang diperbolehkan adalah ibadah natal. “Sehingga setelah ibadah selesai masyarakat harus segera pulang supaya tidak menimbulkan kerumunan,” jelas Ade.

Terkait keputusan Pemerintah Pusat tentang kebijakan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diseluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, Kapolresta masih menunggu breakdown dalam bentuk Surat Keputusan (SE) Walikota.

“Meski pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan, namun tetap kita menunggu turunan aturannya. Itu yang nanti menjadi pedoman kita dalam teknis yang dilakukan dalam pengamanan Nataru di Kota Solo,” jelas Kapolresta.

Ade memperkirakan aturan saat Nataru bulan depan tak akan jauh dari kebijakan PPKM Level 3 yang pernah diterapkan di Pemkot Surakarta beberapa bulan lalu.

“Memang sat ini Solo sudah level 2, namun kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan pusat. Saya harap masyarakat bisa mengerti, karena ini untuk mencegah kembali terjadinya lonjakan kasus. Berkaca dari pengalaman libur Nataru tahun lalu dan Idul Fitri kemarin, terjadi lonjakan kasus setelah libur panjang. Nah ini yang sama-sama kita antisipasi. Jangan sampai terulang.,” tutur Ade.

Apakah akan melakukan penyekatan ruas kendaraan bahkan penutupan akses keluar masuk Solo saat pemberlakukan PPKM level 3 saat libur Nataru? Ade masih belum bisa menjelaskan. “Kita tunggu saja SE nya ya, itu yang nanti jadi pedoman. Koordinasi efektif terus kita lakukan dengan Pemkot,” pungkas Ade. (atn/dam)

Populer

Berita Terbaru