alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Surveilans Jilid Kedua Dimulai, Sekolah Dasar Disasar Lebih Awal

SOLO – Surveilans jilid kedua digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta di 29 sekolah sasaran setara SD, SMP, SMA/SMK. Dalam dua hari ini, sejumlah siswa di 16 SD telah menjalani swab acak dengan metode PCR tersebut.

Sekadar informasi, giat surveilans yang sejalan dengan Program Kementerian Kesehatan ini kembali dilakukan Pemkot Surakarta. Seperti sebelumnya, giat kali ini menyasar 29 sekolah dengan estimasi lebih dari 1000 sampel jika ada temuan kasus positif.

Surveilans tahap kedua ini dilakukan hingga 26 November. Setiap temuan kasus positif Covid-19 di lokasi surveilans akan ditindaklanjuti agar penularan virus Corona bisa dikendalikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih, di sela pengambilan sampel uji swab PCR secara acak di SD Negeri Kestalan, Selasa (23/11) kemarin.

Berdasarkan data sasaran giat survailans, 29 sekolah itu terdiri dari 16 SD, 7 SMP, dan 4 SMA/SMK sederajat. Mengacu data sasaran itu, jenjang SD sederajat telah rampung dan kemudian akan menyasar SMP dan SMA/SMK sederajat pada hari-hari selanjutnya. “Kalau sampai ada yang dinyatakan positif Covid-19, langsung kami eksekusi. Langsung kami treatment dan tracing,” tegas dia.

Seperti giat sebelumnya, test dan tracing serupa akan dilakukan saat ada temjan siswa terkonfirmasi positif pada giat kedua ini. Metode yang digunakan adalah dua kali swab PCR untuk temuan negatif dan bisa sampai tiga kali swab PCR untuk temuan positifnya.

“Kalau hasil tracing pertama ternyata negatif semua, swab pun akan kami ulang beberapa hari kemudian sesuai teori. Kemudian untuk satu hasil positif, kontaknya bisa di-swab sampai tiga kali,” kata wanita yang akran disapa Ning itu.

Pihaknya berharap agar pengelola sekolah, wali murid, maupun para siswa tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan surveilans dan uji swab tersebut. Sebab ini dilakukan guna deteksi dini dan langkah pengendalian jika ada temuan kasus baru dalam kegiatan PTM Terbatas tersebut.

“Giat pertama lalu temuannya ada 107 siswa terpapar dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Untung ketahuan jadi bisa dilakukan pencegahannya karena kalau tidak ketahuan bisa saja mereka jadi carrier bagi keluarga yang kesehatannya lebih rentan. Seharusnya masyarakat bersyukur karena dapat kesempatan untuk surveilans ini,” terang dia.

Salah satu sekokah yang melaksanakan surveilans pada Selasa (23/11) ini adalah SD Negeri Kestalan. 30 siswa kelas 4-6  dan 3 guru di sekolah itu menjalani swab PCR secara acak.

“Jumlah keseluruhan siswa SD Negeri Kestalan ini 292 siswa. Yang ikut swab PCR hari ini 30 siswa dari kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. Untuk gurunya diutamakan guru kelas karena mereka lebih banyak berinteraksi dengan siswa,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 SD N Kestalan, Sri Hartuti.

Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap hasil surveilans menunjukkan hal yang baik. Artinya hasilnya negatif semua saat hasil PCR itu diumumkan.

“Harapannya ya negatif semua. Kalaupun ada lokasi isoter khusus anak sudah kita siapkan. Kalau nanti ada anak yang positif tinggal kirim sama, tenang aja nanti orang tuanya tetap mendampingi di satu area,” ucap Gibran. (ves/dam)

SOLO – Surveilans jilid kedua digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta di 29 sekolah sasaran setara SD, SMP, SMA/SMK. Dalam dua hari ini, sejumlah siswa di 16 SD telah menjalani swab acak dengan metode PCR tersebut.

Sekadar informasi, giat surveilans yang sejalan dengan Program Kementerian Kesehatan ini kembali dilakukan Pemkot Surakarta. Seperti sebelumnya, giat kali ini menyasar 29 sekolah dengan estimasi lebih dari 1000 sampel jika ada temuan kasus positif.

Surveilans tahap kedua ini dilakukan hingga 26 November. Setiap temuan kasus positif Covid-19 di lokasi surveilans akan ditindaklanjuti agar penularan virus Corona bisa dikendalikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih, di sela pengambilan sampel uji swab PCR secara acak di SD Negeri Kestalan, Selasa (23/11) kemarin.

Berdasarkan data sasaran giat survailans, 29 sekolah itu terdiri dari 16 SD, 7 SMP, dan 4 SMA/SMK sederajat. Mengacu data sasaran itu, jenjang SD sederajat telah rampung dan kemudian akan menyasar SMP dan SMA/SMK sederajat pada hari-hari selanjutnya. “Kalau sampai ada yang dinyatakan positif Covid-19, langsung kami eksekusi. Langsung kami treatment dan tracing,” tegas dia.

Seperti giat sebelumnya, test dan tracing serupa akan dilakukan saat ada temjan siswa terkonfirmasi positif pada giat kedua ini. Metode yang digunakan adalah dua kali swab PCR untuk temuan negatif dan bisa sampai tiga kali swab PCR untuk temuan positifnya.

“Kalau hasil tracing pertama ternyata negatif semua, swab pun akan kami ulang beberapa hari kemudian sesuai teori. Kemudian untuk satu hasil positif, kontaknya bisa di-swab sampai tiga kali,” kata wanita yang akran disapa Ning itu.

Pihaknya berharap agar pengelola sekolah, wali murid, maupun para siswa tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan surveilans dan uji swab tersebut. Sebab ini dilakukan guna deteksi dini dan langkah pengendalian jika ada temuan kasus baru dalam kegiatan PTM Terbatas tersebut.

“Giat pertama lalu temuannya ada 107 siswa terpapar dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Untung ketahuan jadi bisa dilakukan pencegahannya karena kalau tidak ketahuan bisa saja mereka jadi carrier bagi keluarga yang kesehatannya lebih rentan. Seharusnya masyarakat bersyukur karena dapat kesempatan untuk surveilans ini,” terang dia.

Salah satu sekokah yang melaksanakan surveilans pada Selasa (23/11) ini adalah SD Negeri Kestalan. 30 siswa kelas 4-6  dan 3 guru di sekolah itu menjalani swab PCR secara acak.

“Jumlah keseluruhan siswa SD Negeri Kestalan ini 292 siswa. Yang ikut swab PCR hari ini 30 siswa dari kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. Untuk gurunya diutamakan guru kelas karena mereka lebih banyak berinteraksi dengan siswa,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 SD N Kestalan, Sri Hartuti.

Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap hasil surveilans menunjukkan hal yang baik. Artinya hasilnya negatif semua saat hasil PCR itu diumumkan.

“Harapannya ya negatif semua. Kalaupun ada lokasi isoter khusus anak sudah kita siapkan. Kalau nanti ada anak yang positif tinggal kirim sama, tenang aja nanti orang tuanya tetap mendampingi di satu area,” ucap Gibran. (ves/dam)

Populer

Berita Terbaru