alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Hari Ini Mulai Pergeraan Lalin, Pos Pengamanan Diaktifkan

Siapkan 7 Titik Kontrol Masuk Kota, Arus Nataru Diprediksi Naik 20 Persen

SOLO – Arus kendaraan masuk Kota Bengawan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) diprediksi menyentuh angka 4,5 juta. Jumlah itu lebih tinggi dari libur Nataru tiga tahun terakhir.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo menjelaskan, dari data dishub, pada arus mudik  Nataru 2019, arus kendaraan yang ke luar masuk Kota Solo sebanyak 4,4 juta. Sedangkan pada Nataru 2020 tercatat 3,7 juta atau turun 16 persen.

“Tahun ini kami prediksi naik 20 persen, atau sekitar 4,5 juta. Dibanding 2019 naik 2 persen,” tutur Ari.

Dijelaskan Ari, arus kendaraan mulai masuk Solo sekitar dua pekan ini. Diperkirakan mereka mulai masuk untuk menghindari kepadatan pada saat puncak arus mudik yang akan mulai naik Jumat (24/12) malam. “Jadi mereka datang lebih awal,” katanya.

Untuk mengontrol jumlah kendaraan masuk Solo, dishub menambah titik traffic counting. Dari lima titik menjadi tujuh titik. Titik baru berada di batas kota Jongke dan Tugu Makuta, sedangkan lima titik lama di Jurug, Dawung, Ringroad Mojosongo, Kleco dan Klodran.

“Kami tambah dua titik karena akhir-akhir ini menjadi pintu masuk favorit bagi pengendara luar kota. Kemudian ketika ada peningkatan arus, bisa langsung diambil langkah untuk mengurai arus lalin, apakah itu menerjunkan tim, atau intervensi traffic light,” urai Ari.

Ari mengatakan, sejauh ini dishub baru melakukan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan Gereja Santa Perawan Maria Regina hingga simpang empat Panggung. Di mana sepanjang jalan itu dipasang barikade.

“Untuk mencegah kendaraan yang crossing, nanti apabila ada orang dari arah seberang, berhenti saja, nanti kami bantu seberangkan,” kata Ari.

Disinggung soal titik macet, dari pantauan dua pekan terakhir, titik macet masih berada di sekitar ruas jalan terdampak pengalihan arus dari perbaikan Jalan DI Pandjaitan. Seperti di kawasan Ngemplak, Panggung, Ringin Semar, simpang lima Banjarsari, simpang tiga Gilingan, hingga kawasan Palang Balapan.

“Kemudian kawasan Purwosari dan Palang Joglo. Kami prediksi kemacetan besok terjadi di kawasan pasar, pusat oleh-oleh, serta lokasi wisata,” kata Ari.

Dijumpai di lokasi yang sama, Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytiawarman Gatuama Putra sependapat, sejak beberapa akhir pekan lalu  memang ada ada peningkatan arus kendaraan. Tapi belum sampai macet. Kategori macet apabila kendaraan terjebak minimal 30 menit.

“Kemarin saya memantau di kawasan Purwosari, mulai dari simpang empat Purwosari hingga tanjakan overpass ada kemacetan sepanjang 100 meter. Namun tak berlangsung lama,” imbuh dia.

Namun, satlantas tetap mengantisipasi terjadi kemacetan saat libur Nataru. Dua tim pengurai yang kendalinya langsung kasatlantas dan wakasatlantas selalu stand by. “Di timur dan utara. Ada macet, langsung saya terjunkan,” kata dia.

Dari hasil vicon dengan Koorlantas Mabes Polri, kasatlantas mengatakan, pergerakan arus mudik akan terjadi pada hari ini (24/12), sedangkan arus balik terjadi pada 2 Januari 2022.

“Namun berkaca dari libur-libur sebelumnya, Solo ini hanya dilintasi, hanya transit, bukan kota tujuan,” katanya.

Untuk memgawasi arus lalu lintas, satlantas akan mengoptimalkan fungsi empat pos pengamanan, pos terpadu, dan pos pelayanan di Pasar Klewer. Pos baru ini memang baru berfungsi optimal hari ini. Namun atas instruksi kapolda, sepekan ini telah digelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

“Temuan di lapangan masih ada pengendara tidak pakai masker. Kemudian pengguna sepeda motor dengan knlapot brong dan balap liar juga naik. Dua pekan ini kami tilang 47 kendaraan. Nekat motor kami kandangkan,” tegas dia.

Langkah tegas ini dilakukan aparat kepolisian untuk mencegah adanya aksi konvoi terutama jelang malam pergantian tahun. “Kalau sudah pakai knalpot brong, sudah pasti itu akan melaksanakan balap liar, minimal kebut-kebutan di jalan. Maka harus ditertibkan,” ujar dia. (atn/bun)

SOLO – Arus kendaraan masuk Kota Bengawan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) diprediksi menyentuh angka 4,5 juta. Jumlah itu lebih tinggi dari libur Nataru tiga tahun terakhir.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo menjelaskan, dari data dishub, pada arus mudik  Nataru 2019, arus kendaraan yang ke luar masuk Kota Solo sebanyak 4,4 juta. Sedangkan pada Nataru 2020 tercatat 3,7 juta atau turun 16 persen.

“Tahun ini kami prediksi naik 20 persen, atau sekitar 4,5 juta. Dibanding 2019 naik 2 persen,” tutur Ari.

Dijelaskan Ari, arus kendaraan mulai masuk Solo sekitar dua pekan ini. Diperkirakan mereka mulai masuk untuk menghindari kepadatan pada saat puncak arus mudik yang akan mulai naik Jumat (24/12) malam. “Jadi mereka datang lebih awal,” katanya.

Untuk mengontrol jumlah kendaraan masuk Solo, dishub menambah titik traffic counting. Dari lima titik menjadi tujuh titik. Titik baru berada di batas kota Jongke dan Tugu Makuta, sedangkan lima titik lama di Jurug, Dawung, Ringroad Mojosongo, Kleco dan Klodran.

“Kami tambah dua titik karena akhir-akhir ini menjadi pintu masuk favorit bagi pengendara luar kota. Kemudian ketika ada peningkatan arus, bisa langsung diambil langkah untuk mengurai arus lalin, apakah itu menerjunkan tim, atau intervensi traffic light,” urai Ari.

Ari mengatakan, sejauh ini dishub baru melakukan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan Gereja Santa Perawan Maria Regina hingga simpang empat Panggung. Di mana sepanjang jalan itu dipasang barikade.

“Untuk mencegah kendaraan yang crossing, nanti apabila ada orang dari arah seberang, berhenti saja, nanti kami bantu seberangkan,” kata Ari.

Disinggung soal titik macet, dari pantauan dua pekan terakhir, titik macet masih berada di sekitar ruas jalan terdampak pengalihan arus dari perbaikan Jalan DI Pandjaitan. Seperti di kawasan Ngemplak, Panggung, Ringin Semar, simpang lima Banjarsari, simpang tiga Gilingan, hingga kawasan Palang Balapan.

“Kemudian kawasan Purwosari dan Palang Joglo. Kami prediksi kemacetan besok terjadi di kawasan pasar, pusat oleh-oleh, serta lokasi wisata,” kata Ari.

Dijumpai di lokasi yang sama, Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Adhytiawarman Gatuama Putra sependapat, sejak beberapa akhir pekan lalu  memang ada ada peningkatan arus kendaraan. Tapi belum sampai macet. Kategori macet apabila kendaraan terjebak minimal 30 menit.

“Kemarin saya memantau di kawasan Purwosari, mulai dari simpang empat Purwosari hingga tanjakan overpass ada kemacetan sepanjang 100 meter. Namun tak berlangsung lama,” imbuh dia.

Namun, satlantas tetap mengantisipasi terjadi kemacetan saat libur Nataru. Dua tim pengurai yang kendalinya langsung kasatlantas dan wakasatlantas selalu stand by. “Di timur dan utara. Ada macet, langsung saya terjunkan,” kata dia.

Dari hasil vicon dengan Koorlantas Mabes Polri, kasatlantas mengatakan, pergerakan arus mudik akan terjadi pada hari ini (24/12), sedangkan arus balik terjadi pada 2 Januari 2022.

“Namun berkaca dari libur-libur sebelumnya, Solo ini hanya dilintasi, hanya transit, bukan kota tujuan,” katanya.

Untuk memgawasi arus lalu lintas, satlantas akan mengoptimalkan fungsi empat pos pengamanan, pos terpadu, dan pos pelayanan di Pasar Klewer. Pos baru ini memang baru berfungsi optimal hari ini. Namun atas instruksi kapolda, sepekan ini telah digelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

“Temuan di lapangan masih ada pengendara tidak pakai masker. Kemudian pengguna sepeda motor dengan knlapot brong dan balap liar juga naik. Dua pekan ini kami tilang 47 kendaraan. Nekat motor kami kandangkan,” tegas dia.

Langkah tegas ini dilakukan aparat kepolisian untuk mencegah adanya aksi konvoi terutama jelang malam pergantian tahun. “Kalau sudah pakai knalpot brong, sudah pasti itu akan melaksanakan balap liar, minimal kebut-kebutan di jalan. Maka harus ditertibkan,” ujar dia. (atn/bun)

Populer

Berita Terbaru