24.1 C
Surakarta
Sunday, 28 May 2023

Kantor Imigrasi Amankan 23 WNA Ilegal asal Tiongkok yang Bersembunyi di Kos Wilayah Colomadu

RADARSOLO.COM – Puluhan orang diduga warga negara asing (WNA) ilegal diamankan oleh Kantor Imigrasi Klas I TPI Surakarta Selasa (23/5/2023) kemarin. Sebab, saat didatangi petugas, mereka tak mampu memperlihatkan dokumen kebangsaan mereka.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng Wishnu Daru Fajar mengatakan, 23 WNA ini diamankan dari sebuah rumah kos di kawasan Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu.

“Jadi awalnya ada laporan dari masyarakat, di mana ada aktivitas mencurigakan dari dalam rumah tersebut. Setelah didatangi terdapat 23 WNA. Rinciannya, 22 orang berasal dari Tiongkok dan satu orang dari Taiwan. Saat ditanya tentang dokumen kebangsaan, mereka tidak dapat menunjukkan sama sekali,” imbuh Wishnu dalam jumpa pers di Kantor Imigrasi Klas I TPI Surakarta.

Para WNA ini, lanjut Wishnu, memiliki rentang umur antara 20 hingga 30 tahun. Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait maksud mereka masuk ke Indonesia.

“Ada yang mengatakan sedang berlibur. Tapi itu hanya asumsi saja. Tidak bisa dijadikan acuan kami. Karena mereka ketika kami amankan tidak mampu menunjukkan dokumen apapun,” papar dia.

Mereka sudah berada di Indonesia sejak Maret lalu, dan tinggal di kos tersebut sejak sebulan lalu. Imigrasi sedang mendalami siapa yang membawa mereka masuk ke Indonesia dan lewat jalur mana.

Wishnu menuturkan, imigrasi juga akan memintai keterangan dari pemilik kos tersebut. Serta berkoordinasi dengan perwakilan kedutaan besar kedua negara asal WNA ilegal. Guna mengetahui apakah benar ini warga mereka atau bukan.

Dalam pemeriksaan awal, diduga mereka melanggar pasal 71 ayat (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 25 juta rupiah.

“Langkah deportasi pasti dilakukan, namun menunggu proses penyidikan,” tegas Wishnu.

Wishnu mengatakan, sebenarnya Indonesia terbuka bagi WNA. Selama mereka mau menaati regulasi yang berlaku. “Intinya kami menerapkan kebijakan selektif untuk keberadaan WNA ini,” ungkap Wishnu.

Untuk diketahui sepanjang 2022 Kantor Imigrasi TPI Klas I Surakarta telah melakukan tindakan administrasi keimigrasian terhadap 13 WNA. Sedangkan ditahun ini, di wilayah Jawa Tengah, sudah ada 14 WNA yang ditindak. (atn/bun/dam)






Reporter: Antonius Christian

RADARSOLO.COM – Puluhan orang diduga warga negara asing (WNA) ilegal diamankan oleh Kantor Imigrasi Klas I TPI Surakarta Selasa (23/5/2023) kemarin. Sebab, saat didatangi petugas, mereka tak mampu memperlihatkan dokumen kebangsaan mereka.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng Wishnu Daru Fajar mengatakan, 23 WNA ini diamankan dari sebuah rumah kos di kawasan Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu.

“Jadi awalnya ada laporan dari masyarakat, di mana ada aktivitas mencurigakan dari dalam rumah tersebut. Setelah didatangi terdapat 23 WNA. Rinciannya, 22 orang berasal dari Tiongkok dan satu orang dari Taiwan. Saat ditanya tentang dokumen kebangsaan, mereka tidak dapat menunjukkan sama sekali,” imbuh Wishnu dalam jumpa pers di Kantor Imigrasi Klas I TPI Surakarta.

Para WNA ini, lanjut Wishnu, memiliki rentang umur antara 20 hingga 30 tahun. Saat ini masih dilakukan pendalaman terkait maksud mereka masuk ke Indonesia.

“Ada yang mengatakan sedang berlibur. Tapi itu hanya asumsi saja. Tidak bisa dijadikan acuan kami. Karena mereka ketika kami amankan tidak mampu menunjukkan dokumen apapun,” papar dia.

Mereka sudah berada di Indonesia sejak Maret lalu, dan tinggal di kos tersebut sejak sebulan lalu. Imigrasi sedang mendalami siapa yang membawa mereka masuk ke Indonesia dan lewat jalur mana.

Wishnu menuturkan, imigrasi juga akan memintai keterangan dari pemilik kos tersebut. Serta berkoordinasi dengan perwakilan kedutaan besar kedua negara asal WNA ilegal. Guna mengetahui apakah benar ini warga mereka atau bukan.

Dalam pemeriksaan awal, diduga mereka melanggar pasal 71 ayat (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 25 juta rupiah.

“Langkah deportasi pasti dilakukan, namun menunggu proses penyidikan,” tegas Wishnu.

Wishnu mengatakan, sebenarnya Indonesia terbuka bagi WNA. Selama mereka mau menaati regulasi yang berlaku. “Intinya kami menerapkan kebijakan selektif untuk keberadaan WNA ini,” ungkap Wishnu.

Untuk diketahui sepanjang 2022 Kantor Imigrasi TPI Klas I Surakarta telah melakukan tindakan administrasi keimigrasian terhadap 13 WNA. Sedangkan ditahun ini, di wilayah Jawa Tengah, sudah ada 14 WNA yang ditindak. (atn/bun/dam)






Reporter: Antonius Christian

Populer

Berita Terbaru

spot_img