alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan

Antisipasi Peserta Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi Membeludak

SOLO Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, digelar secara tertutup dan hanya diikuti keluarga besar, Kamis (25/11). Namun para jamaah dari sejumlah daerah tetap terlihat menghadiri kegiatan tahunan tersebut. Mereka mengaku tak mengetahui haul digelar secara tertutup dan dapat diikuti secara daring.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, para jamaah terpantau masuk Kota Solo sejak Rabu malam (24/11) dan jumlahnya bertambah banyak, Kamis (25/11). Mereka datang dari Jabar, DKI Jakarta, hingga Jatim.

“Dari Bandung berangkat kemarin malam. Saya tidak tahu kalau haul hanya untuk keluarga dan disiarkan melalui YouTube,” terang Fajar, 38, warga Bandung.

Serupa diungkapkan Azrul, 32, asal Jakarta. Dia datang ke Solo bersama keluarga besarnya. Namun tak bisa masuk ke lokasi acara karena haul dibatasi hanya untuk keluarga. “Kami tidak tahu kalau digelar secara tertutup. Tapi karena telanjur datang dari jauh, diberi kesempatan untuk ikut kegiatan walau sebentar,” jelasnya.

Ya, kondisi pandemi mengharuskan panitia haul membatasi kehadiran jamaah. Maksimal 250 orang. Takmir Masjid Riyadh terpaksa menutup akses ke masjid guna mencegah kerumunan.

“Dengan ini kami menyampaikan bahwa kegiatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang jatuh pada 25-26 November dikhususkan untuk internal keluarga dengan pertimbangan pandemi saat ini,” terang Muhammad Bin Hasan (putra Habib Hasan) melalui video resminya yang diunggah Humas Polresta Surakarta.

Satpol PP Surakarta mengarahkan personelnya untuk memecah kerumunan di sekitar Masjid Riyadh dan mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai kesepakatan, kegiatan haul hanya diikuti keluarga dengan kapasitas maksimal 250 orang. Tapi ternyata yang datang masih ribuan orang dengan alasan tidak tahu haul tertutup dan dapat diikuti secara daring,” terang Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan.

Tapi karena jamaah telanjur datang, petugas satpol PP memaksimalkan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Satpol PP Surakarta juga berkoordinasi dengan dinas perhubungan, Polresta Surakarta, serta kabupaten lainnya di eks Karesidenan Surakarta untuk melakukan penyekatan mencegah kedatangan jamaah dalam jumlah lebih banyak pada puncak haul yang digelar hari ini, Jumat (26/11).

Selain itu, untuk jamaah yang tidak mengenakan masker, mendapat masker gratis dari Polresta Surakarta dibarengi sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Kami buat rekayasa lalu lintas mengurai kepadatan. Alhamdulillah bisa kembali normal,” terang Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (ves/wa/dam)

SOLO Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, digelar secara tertutup dan hanya diikuti keluarga besar, Kamis (25/11). Namun para jamaah dari sejumlah daerah tetap terlihat menghadiri kegiatan tahunan tersebut. Mereka mengaku tak mengetahui haul digelar secara tertutup dan dapat diikuti secara daring.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, para jamaah terpantau masuk Kota Solo sejak Rabu malam (24/11) dan jumlahnya bertambah banyak, Kamis (25/11). Mereka datang dari Jabar, DKI Jakarta, hingga Jatim.

“Dari Bandung berangkat kemarin malam. Saya tidak tahu kalau haul hanya untuk keluarga dan disiarkan melalui YouTube,” terang Fajar, 38, warga Bandung.

Serupa diungkapkan Azrul, 32, asal Jakarta. Dia datang ke Solo bersama keluarga besarnya. Namun tak bisa masuk ke lokasi acara karena haul dibatasi hanya untuk keluarga. “Kami tidak tahu kalau digelar secara tertutup. Tapi karena telanjur datang dari jauh, diberi kesempatan untuk ikut kegiatan walau sebentar,” jelasnya.

Ya, kondisi pandemi mengharuskan panitia haul membatasi kehadiran jamaah. Maksimal 250 orang. Takmir Masjid Riyadh terpaksa menutup akses ke masjid guna mencegah kerumunan.

“Dengan ini kami menyampaikan bahwa kegiatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang jatuh pada 25-26 November dikhususkan untuk internal keluarga dengan pertimbangan pandemi saat ini,” terang Muhammad Bin Hasan (putra Habib Hasan) melalui video resminya yang diunggah Humas Polresta Surakarta.

Satpol PP Surakarta mengarahkan personelnya untuk memecah kerumunan di sekitar Masjid Riyadh dan mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai kesepakatan, kegiatan haul hanya diikuti keluarga dengan kapasitas maksimal 250 orang. Tapi ternyata yang datang masih ribuan orang dengan alasan tidak tahu haul tertutup dan dapat diikuti secara daring,” terang Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan.

Tapi karena jamaah telanjur datang, petugas satpol PP memaksimalkan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Satpol PP Surakarta juga berkoordinasi dengan dinas perhubungan, Polresta Surakarta, serta kabupaten lainnya di eks Karesidenan Surakarta untuk melakukan penyekatan mencegah kedatangan jamaah dalam jumlah lebih banyak pada puncak haul yang digelar hari ini, Jumat (26/11).

Selain itu, untuk jamaah yang tidak mengenakan masker, mendapat masker gratis dari Polresta Surakarta dibarengi sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Kami buat rekayasa lalu lintas mengurai kepadatan. Alhamdulillah bisa kembali normal,” terang Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (ves/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru