alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Stakeholder Bersatu Promosikan Pariwisata Kota Solo

SOLO Sektor pariwisata sempat mati suri selama Covid-19 mewabah dua tahun terakhir. Kendati pandemi belum benar-benar usai, namun seiring program vaksinasi, kasus penularan korona mulai melandai. Fenomena ini berdampak positif bagi dunia pariwisata di tanah air. Tak terkecuali Kota Bengawan.

Untuk menyambut kebangkitan kembali sektor pariwisata, diperlukan sinergi berbagai stakeholder mempromosikan destinasi wisata. Terlebih di era digital ini.

“Fungsi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) adalah sebagai koordinator promosi yang dilakukan dunia usaha di Kota Solo. Nah, untuk membangun koordinasi yang efektif, kata kuncinya adalah dengan sinergi. Dalam hal pembuatan konten pariwisata yang lebih berdampak sesuai yang diinginkan,” ujar Ketua BPPD Kota Surakarta Retno Wulandari dalam forum komunikasi stakeholder pariwisata Solo di The Sunan Hotel, kemarin (24/11).

Sementara itu, creative advisor sekaligus digital creator Motulz Anto menuturkan, ada tiga poin mempromosikan pariwisata, yakni keunikan, pengalaman, dan rekomendasi.

“Kekuatan dunia pariwisata itu sebenarnya ada di keunikannya. Keunikan ini bisa yang sudah ada sebelumnya atau bisa diciptakan. Kota Solo punya keunikan yang tidak dimiliki kota lain dengan Sungai Bengawan Solo. Sama seperti India yang punya Sungai Gangga,” ungkapnya.

Selain itu, Solo punya batik dan destinasi wisata lainnya. Nah, semua destinasi wisata harus diceritakan sejarahnya. “Sama-sama punya batik, tapi sejarah batik Solo dengan Jogja pasti berbeda,” ucap Motulz.

Setelah menggambarkan keunikan, promosi pariwisata juga harus mampu menceritakan pengalaman berwisata. Pengalaman yang ditumbuhkan tidak hanya melalui ucapan, tapi juga menunjukkan momen saat berwisata.

Kedua poin ini dikuatkan dengan personal yang dipercaya memberikan rekomendasi. Maka butuh sosok yang bertugas merekomendasikan pariwisata ke khalayak umum. (aya/wa/dam)

SOLO Sektor pariwisata sempat mati suri selama Covid-19 mewabah dua tahun terakhir. Kendati pandemi belum benar-benar usai, namun seiring program vaksinasi, kasus penularan korona mulai melandai. Fenomena ini berdampak positif bagi dunia pariwisata di tanah air. Tak terkecuali Kota Bengawan.

Untuk menyambut kebangkitan kembali sektor pariwisata, diperlukan sinergi berbagai stakeholder mempromosikan destinasi wisata. Terlebih di era digital ini.

“Fungsi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) adalah sebagai koordinator promosi yang dilakukan dunia usaha di Kota Solo. Nah, untuk membangun koordinasi yang efektif, kata kuncinya adalah dengan sinergi. Dalam hal pembuatan konten pariwisata yang lebih berdampak sesuai yang diinginkan,” ujar Ketua BPPD Kota Surakarta Retno Wulandari dalam forum komunikasi stakeholder pariwisata Solo di The Sunan Hotel, kemarin (24/11).

Sementara itu, creative advisor sekaligus digital creator Motulz Anto menuturkan, ada tiga poin mempromosikan pariwisata, yakni keunikan, pengalaman, dan rekomendasi.

“Kekuatan dunia pariwisata itu sebenarnya ada di keunikannya. Keunikan ini bisa yang sudah ada sebelumnya atau bisa diciptakan. Kota Solo punya keunikan yang tidak dimiliki kota lain dengan Sungai Bengawan Solo. Sama seperti India yang punya Sungai Gangga,” ungkapnya.

Selain itu, Solo punya batik dan destinasi wisata lainnya. Nah, semua destinasi wisata harus diceritakan sejarahnya. “Sama-sama punya batik, tapi sejarah batik Solo dengan Jogja pasti berbeda,” ucap Motulz.

Setelah menggambarkan keunikan, promosi pariwisata juga harus mampu menceritakan pengalaman berwisata. Pengalaman yang ditumbuhkan tidak hanya melalui ucapan, tapi juga menunjukkan momen saat berwisata.

Kedua poin ini dikuatkan dengan personal yang dipercaya memberikan rekomendasi. Maka butuh sosok yang bertugas merekomendasikan pariwisata ke khalayak umum. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru